Akses komunikasi yang inklusif masih menjadi tantangan besar bagi sebagian kelompok masyarakat di era digital saat ini. Salah satu hambatan nyata dihadapi oleh komunitas teman tuli yang seringkali kesulitan berinteraksi dengan masyarakat luas. Kendala ini diperparah oleh keterbatasan jumlah serta sulitnya menjangkau jasa penerjemah bahasa isyarat dalam aktivitas sehari-hari.
Prihatin dengan isu kesetaraan tersebut, empat mahasiswa dari Universitas Bina Nusantara Alam Sutera mengambil langkah nyata. Melalui tim yang dinamakan KYGB, Nathanael Setiorahardjo, Bonaventura Jonathan Tanujaya, Kelvin Leandi, dan Gavinn Aloys berkolaborasi menciptakan sebuah solusi digital. Mereka mengembangkan aplikasi inovatif bernama Gesti Talk untuk menjembatani jurang komunikasi tersebut.
Gesti Talk dirancang sebagai aplikasi pintar yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan Computer Vision. Melalui sistem ini, perangkat dapat menangkap gerakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) lewat kamera ponsel pintar secara langsung. Hasil pindaian tersebut kemudian dikonversi menjadi bentuk teks atau output suara agar mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Baca Juga
Advertisement
Karya inovatif ini mengantarkan kelompok mahasiswa tersebut meraih peringkat ketiga dalam ajang kompetisi bergengsi Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025 untuk kategori universitas. Ajang tahunan ini merupakan kompetisi berbasis STEM yang menantang generasi muda menciptakan terobosan berbasis teknologi. Fokus utamanya adalah menghadirkan solusi konkret atas berbagai permasalahan sosial yang ada di tengah masyarakat.
Secara teknis, purwarupa Gesti Talk bekerja dengan membaca titik koordinat tangan serta dinamika gerakan tubuh pengguna. Data visual yang ditangkap kamera kemudian diolah menggunakan model pembelajaran mesin khusus bernama Long Short-Term Memory (LSTM). Algoritma ini berfungsi menganalisis urutan dan konteks isyarat sehingga hasil terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi lebih akurat.
Proses pengembangan proyek ini mengalami kemajuan pesat sejak tim KYGB bergabung dalam rangkaian program SFT. Selama kompetisi, mereka tidak hanya mendapatkan pendampingan intensif mengenai teknis pengembangan kecerdasan buatan dari hulu ke hilir. Mereka juga ditempa untuk meningkatkan kemampuan nonteknis seperti kepemimpinan, kerja sama tim, berpikir kritis, hingga teknik presentasi produk.
Baca Juga
Advertisement
Pihak penyelenggara menekankan bahwa esensi dari kompetisi ini adalah memicu kepedulian anak muda terhadap lingkungan sekitar mereka. Melalui wadah ini, ide-ide sederhana diharapkan dapat bertransformasi menjadi inovasi yang berdampak luas. Kompetisi ini diarahkan menjadi ruang belajar yang inklusif untuk mengasah keterampilan masa depan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kesempatan untuk menciptakan perubahan sosial berbasis teknologi kembali dibuka melalui pendaftaran ajang SFT periode berikutnya yang masih menerima berkas hingga akhir Mei 2026. Program ini terbuka bagi siswa tingkat menengah atas hingga mahasiswa aktif di seluruh Indonesia. Pada periode kali ini, kompetisi akan menitikberatkan pada tiga bidang utama, yaitu keberlanjutan lingkungan, teknologi olahraga, dan dunia pendidikan.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.