Bukan HP! OpenAI Garap Speaker Pintar AI Tanpa Layar yang Bisa Bergerak

Openai-Speaker

Rumor mengenai keseriusan OpenAI dalam merambah industri perangkat keras (hardware) kini mulai menemukan titik terang. Menariknya, alih-alih meluncurkan ponsel pintar (smartphone) untuk menantang pasar yang sudah jenuh, perusahaan raksasa kecerdasan buatan ini dilaporkan tengah fokus mengembangkan sebuah speaker pintar portabel berbasis AI. Perangkat inovatif ini dirancang bukan sekadar sebagai alat pengeras suara, melainkan sebagai pendamping personal pintar bagi penggunanya.

Berdasarkan laporan terbaru dari Bloomberg, gawai perdana dari OpenAI ini akan hadir dengan desain ringkas tanpa layar (screenless). Meskipun tanpa layar, pengguna tetap dapat memindahkannya dengan mudah dari satu ruangan ke ruangan lain. Oleh karena itu, untuk menunjang mobilitas tersebut, perangkat ini bakal dibekali dengan baterai isi ulang, kamera terintegrasi, serta serangkaian sensor canggih.

Lebih Hidup dengan Teknologi GPT-Live

Keberadaan sensor dan kamera tersebut berfungsi penting untuk membantu AI dalam memahami lingkungan sekitar, sehingga mampu merespons perintah secara lebih kontekstual dan cerdas. Selain itu, berbeda dengan speaker pintar konvensional yang kaku, OpenAI kabarnya menyematkan elemen mekanis yang memungkinkan perangkat ini bergerak secara natural. Langkah inovatif ini diambil agar interaksi antara manusia dan mesin terasa jauh lebih hidup dan memiliki kepribadian.

Advertisement

Otak di balik kecerdasan perangkat ini digadang-gadang adalah GPT-Live, teknologi suara percakapan mutakhir milik OpenAI yang mampu mendengarkan dan merespons dalam waktu nyata (real-time). Dengan demikian, pengguna bisa menginstruksikannya untuk melakukan berbagai tugas harian. Mulai dari mengontrol perangkat rumah pintar (smart home), memutar musik favorit, menjawab pertanyaan rumit, hingga membacakan pesan masuk secara otomatis.

Tidak hanya sampai di situ, laporan tersebut juga mengeklaim bahwa speaker pintar ini memiliki kemampuan adaptif. Artinya, sistem AI akan mempelajari kebiasaan, preferensi, hingga informasi personal pemiliknya secara bertahap. Kemampuan belajar mendalam ini memungkinkan perangkat untuk mengantisipasi permintaan pengguna bahkan sebelum diucapkan, sekaligus memberikan respons yang jauh lebih personal seiring berjalannya waktu.

Kolaborasi Eks Eksekutif Apple dan Tantangan Hukum

Dalam proses pengembangannya, OpenAI tidak main-main. Perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman ini dilaporkan menggaet sejumlah mantan eksekutif top dari Apple. Beberapa di antaranya bahkan merupakan anggota dari LoveFrom, sebuah studio desain bergengsi yang didirikan oleh mantan desainer legendaris Apple, Jony Ive. Sentuhan estetika premium khas Apple diprediksi akan melekat kuat pada produk ini.

Advertisement

Meskipun produk finalnya baru dijadwalkan meluncur ke pasar pada tahun 2027 mendatang, namun beberapa spekulasi menyebutkan bahwa OpenAI kemungkinan besar akan memberikan bocoran informasi lebih detail pada akhir tahun ini. Terkait urusan standar harga, hingga saat ini memang belum ada konfirmasi resmi. Meski begitu, sejumlah analis memperkirakan gawai masa depan ini akan dibanderol dengan harga yang cukup kompetitif, yakni berkisar antara $200 hingga $300 (sekitar Rp3,1 juta hingga Rp4,6 juta).

Sayangnya, ambisi besar OpenAI ini tidak berjalan tanpa hambatan. Proyek ambisius ini sekarang tengah dibayangi oleh ketidakpastian hukum yang cukup serius. Langkah OpenAI terjegal oleh gugatan hukum dari Apple terkait dugaan pencurian rahasia dagang. Raksasa teknologi Cupertino tersebut menuduh OpenAI telah membajak karyawan-karyawan kunci mereka secara ilegal dan menyalahgunakan informasi rahasia perusahaan untuk kepentingan proyek ini.

Menanggapi tudingan serius tersebut, pihak OpenAI dengan tegas melayangkan bantahan. Walaupun perselisihan hukum ini masih terus bergulir di pengadilan, OpenAI dilaporkan tetap optimistis dan percaya diri. Mereka meyakini bahwa konsep speaker pintar AI yang sedang mereka kembangkan memiliki diferensiasi yang sangat signifikan dan berbeda total dari lini produk rumah pintar yang tengah direncanakan oleh Apple.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.