Intel Mulai Uji Produksi Chip iPhone, iPad, dan Mac untuk Apple, TSMC Terancam?

Intepchippiphone

Apple dikabarkan mulai membuka peluang kerja sama baru dengan Intel untuk memproduksi chip perangkat mereka, termasuk iPhone, iPad, hingga Mac. Kabar ini langsung menarik perhatian industri teknologi karena selama hampir satu dekade terakhir Apple diketahui sangat bergantung pada perusahaan semikonduktor asal Taiwan, TSMC.

Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh analis rantai pasok ternama, Ming-Chi Kuo. Ia menyebut Intel saat ini sudah memasuki tahap pengujian produksi skala kecil untuk chip milik Apple.

Dilansir dari MacRumors, langkah ini menjadi sinyal bahwa Apple mulai mencari alternatif pemasok chip demi memperkuat rantai produksi mereka di masa depan.

Advertisement

Sebelumnya, Apple memang dikenal pernah bekerja sama erat dengan Intel, khususnya untuk lini komputer Mac. Namun, kerja sama itu perlahan berakhir setelah Apple resmi memperkenalkan Apple Silicon berbasis ARM pada 2020.

Peralihan tersebut menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah Mac. Pasalnya, Apple akhirnya meninggalkan prosesor Intel dan mulai menggunakan chip buatan sendiri seperti seri M1, M2, hingga M3 yang menawarkan performa lebih tinggi dengan efisiensi daya lebih baik.

Kini, setelah beberapa tahun berjalan mandiri lewat Apple Silicon, Apple justru dikabarkan kembali melibatkan Intel. Bedanya, kali ini Intel tidak akan mendesain prosesor untuk Apple, melainkan hanya bertugas memproduksi chip di fasilitas fabrikasi mereka di Amerika Serikat.

Advertisement

Dalam laporan tersebut disebutkan Apple sedang menguji teknologi manufaktur Intel 18A. Teknologi ini merupakan salah satu proses fabrikasi terbaru milik Intel yang digadang-gadang mampu bersaing dengan teknologi canggih dari TSMC maupun Samsung.

Meski masih dalam tahap awal, produksi chip Apple oleh Intel diprediksi akan meningkat secara bertahap mulai 2027 hingga 2028. Namun, hingga kini belum ada informasi detail mengenai chip seri apa yang akan diproduksi, apakah lini A Series untuk iPhone dan iPad atau justru seri M untuk Mac.

Di sisi lain, TSMC diperkirakan masih akan menjadi pemasok utama Apple dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, TSMC disebut tetap memasok lebih dari 90 persen kebutuhan chip Apple secara global.

Advertisement

Karena itu, keterlibatan Intel saat ini lebih dianggap sebagai strategi diversifikasi rantai pasok dibanding upaya Apple meninggalkan TSMC sepenuhnya.

Langkah diversifikasi ini dinilai penting, terutama setelah industri teknologi global sempat mengalami krisis chip dalam beberapa tahun terakhir. Dengan memiliki lebih dari satu mitra produksi, Apple dapat mengurangi risiko gangguan pasokan sekaligus menjaga stabilitas produksi perangkat mereka.

Selain itu, produksi chip di Amerika Serikat juga dianggap mampu memberikan keuntungan politik dan ekonomi bagi Apple. Pemerintah AS sendiri saat ini sedang mendorong perusahaan teknologi untuk meningkatkan produksi domestik demi mengurangi ketergantungan terhadap manufaktur Asia.

Advertisement

Intel menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif mendukung program tersebut. Mereka bahkan terus memperluas fasilitas produksi chip di Amerika demi menarik lebih banyak klien besar, termasuk Apple.

Jika kerja sama ini benar-benar berlanjut dalam skala besar, maka Intel berpotensi mendapatkan momentum penting untuk kembali bersaing di industri semikonduktor global. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir Intel dinilai mulai tertinggal dari TSMC dalam urusan teknologi fabrikasi chip.

Namun begitu, banyak analis menilai Apple tetap akan berhati-hati sebelum memberikan porsi produksi besar kepada Intel. Sebab, kualitas produksi dan efisiensi manufaktur menjadi faktor utama yang menentukan performa perangkat Apple di pasar global.

Advertisement

Apple juga dikenal sangat selektif dalam memilih mitra produksi. Perusahaan asal Cupertino tersebut biasanya melakukan pengujian panjang sebelum memutuskan kerja sama besar dalam rantai pasok mereka.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Apple terkait kabar tersebut. Intel pun belum memberikan konfirmasi mengenai proyek produksi chip untuk perangkat Apple.

Meski begitu, rumor ini sudah cukup membuat industri teknologi ramai membahas kemungkinan besar perubahan strategi Apple dalam beberapa tahun ke depan.

Advertisement

Apabila Intel berhasil memenuhi standar tinggi Apple, bukan tidak mungkin persaingan industri semikonduktor akan semakin panas. Apalagi kebutuhan chip untuk perangkat berbasis kecerdasan buatan atau AI terus meningkat setiap tahunnya.

Dengan kata lain, kerja sama ini bukan sekadar soal produksi chip iPhone atau Mac saja. Lebih dari itu, langkah Apple dan Intel bisa menjadi bagian dari perubahan besar peta industri teknologi global di masa depan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.