Restart atau memulai ulang pada smartphone dilakukan secara teratur untuk memastikan perangkat berjalan lancar. Misalnya, satu minggu atau dua minggu sekali.
Melakukan restart smarphone disebut dapat mengatasi gangguan pada perangkat lunak dan proses latar belakang yang mungkin memengaruhi kinerja dan daya tahan baterai. Langkah ini dilakukan di luar memperbarui perangkat lunaak iOS atau Android terbaru.
Umumnya, restart smartphone dilakukan setiap kali perangkat mendapatkan sistem operasi iOS atau Android terbaru atau untuk instalasi patch keamanan. Hal ini merupakan bagian dari proses instalasi.
Baca Juga
Advertisement
Seberapa Sering iPhone Harus Di-restart?
Melansir dari BGR, Apple tidak memberikan rekomendasi untuk melaukan reboot atau restart iPhone ketika ponsel secara umu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, dalam laman dukungan resmi Apple, perusahaan menyarankan pengguna unuk menutup dan membuka kembali aplikasi yang berhenti berfungsi.
Jika masalah tidak teratasi, Apple mengatakan langkah selanjutnya yang harus dicoba adalah melakukan restart iPhone. Untuk memulai ulang iPhone, pengguna harus menekan tombol daya dan volume. Secara bersamaan.

Kemudian tekan tombol daya kembali untuk menyalakan perangkat. Prosedur restart secara paksa juga bisa dilakukan untuk iPhone yang tidak responsif. Proses ini disebut dapat memperbaiki masalah yang mungkin memengaruhi kinerja dan daya tahan baterai.
Baca Juga
Advertisement
Tidak ada salahnya Paradiva me-restart iPhone sesekali atau mengikuti jadwal tertentu seperti melakukan reboot seminggu sekali atau setiap dua minggu sekali.
Seberapa Sering Perangkat Android Di-restart?
Prinsip serupa berlaku pada Android, meskipun ekosistem ini lebih rumit daripada Apple. Sebagian besar vendor Android menggunakan antarmuka pengguna yang disesuaikan di atas sistem operasi Android Google utnuk menawarkan pengalaman perangkat lunak orisinil kepada pembeli.
Namun, hal ini ternyata dapat meningkatkan risiko bug perangkat lunak yang memengaruhi ponsel dan kebutuhan untuk me-restart smartphone. Dalam dokumen dukungan Google, perusahaan menyebut bahwa pengguna dapat menyelesaikan masalah perangkat lunak umum seperti aplikasi yang macet, masalah kamera atau konektivitas yang buruk pada Pixel.
Baca Juga
Advertisement

Langkah pertama adalah melakukan restart pada smartphone Pixel. Sebab, proses ini dapat memperbaiki masalah sementara. Di sisi lain, Google sendiri tidak memberikan rekomendasi frekuensi restart untuk smartphone Pixel.
Berbeda dengan Samsung yang menyarankan para penggunanya untuk me-restart smartphone Galaxy sebagai kebiasaan sehari-hari. Hal ini nampaknya berlebihan, namun saran ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Menariknya, Samsung juga menyediakan opsi kepada pemilik perangkat Galaxy untuk mengaktifkan fitur Automatic Restart dari aplikasi Pengaturan. Fitur ini memungkinkan perangkat melakukan restart saat dibutuhkan, selain itu pengguna juga dapat mengatur waktu restart secara manual.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.