Upaya digitalisasi pembayaran di sektor UMKM Jakarta terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu pendorongnya adalah PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) yang aktif menghadirkan solusi teknologi bagi pelaku usaha kecil, khususnya di pasar tradisional.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Momentum tersebut terlihat dalam gelaran Malam Halalbihalal Jakarta 2026 di Taman Fatahillah, Kota Tua, yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Festive Wonder.
Paradiva, melalui berbagai program lintas sektor, Pemprov DKI terus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri untuk memperluas akses teknologi ke masyarakat. Hal ini dinilai penting agar transformasi digital tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha besar, tetapi juga menjangkau UMKM hingga ke tingkat akar rumput.
Baca Juga
Advertisement
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang inklusif. Menurutnya, setiap pihak memiliki peran dalam memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan merata.
“Jakarta adalah kota yang merangkul semua. Kita ingin memastikan setiap warga memiliki ruang dan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Selain itu, rangkaian Jakarta Festive Wonder juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pemprov mencatat perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp67,5 triliun sejak periode perayaan Natal hingga saat ini. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus bergerak seiring meningkatnya berbagai kegiatan publik.
Baca Juga
Advertisement
Dalam konteks tersebut, digitalisasi pembayaran menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat transaksi dan meningkatkan efisiensi. Netzme hadir sebagai enabler dengan menghadirkan berbagai solusi berbasis teknologi finansial yang mudah diakses.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah QRIS Soundbox, perangkat yang memberikan notifikasi suara secara real-time setiap kali transaksi terjadi. Teknologi ini dirancang untuk membantu pedagang pasar tradisional agar lebih percaya diri dalam menerima pembayaran non-tunai.
Chief Commercial Officer Netzme, Bayu Wijanarto, menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga edukasi berkelanjutan.
Baca Juga
Advertisement
“Kami ingin memastikan pelaku UMKM tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga memahami manfaatnya dalam meningkatkan usaha mereka,” kata Bayu.
Hingga April 2026, Netzme telah melakukan edukasi dan implementasi digitalisasi di 21 pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya. Program ini dijalankan bersama Jakpreneur sebagai bagian dari upaya pemberdayaan UMKM di Jakarta.
Menurut Bayu, tantangan utama dalam digitalisasi bukan hanya akses teknologi, tetapi juga adaptasi pengguna. Oleh karena itu, pendekatan yang inklusif menjadi kunci keberhasilan.
Baca Juga
Advertisement
“Netzme hadir untuk merangkul pelaku usaha yang sebelumnya merasa jauh dari teknologi finansial. Kami ingin mereka menjadi bagian dari perubahan,” ujarnya.
Seiring dengan kontribusinya tersebut, Netzme juga menerima apresiasi dari Pemprov DKI Jakarta dalam ajang Halalbihalal Jakarta 2026. Perusahaan ini dianugerahi penghargaan sebagai Mitra Kolaborator atas perannya dalam mendukung digitalisasi UMKM dan pedagang pasar.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Netzme dalam memperluas ekosistem pembayaran digital di Jakarta. Namun demikian, perusahaan menilai pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk memperluas dampak.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.