Peluncuran global ponsel flagship terbaru dari Samsung kembali menarik perhatian, terutama di sektor kamera. Seri terbaru ini hadir dengan peningkatan signifikan pada bukaan lensa utama dan telephoto, meski tanpa menambah jumlah sensor ataupun resolusi. Sekilas terlihat seperti pembaruan kecil. Namun sebenarnya, perubahan angka aperture justru membawa dampak besar, khususnya bagi pengguna yang gemar memotret di kondisi minim cahaya.
Sebagai gambaran, kamera utama 200 MP kini memakai aperture f/1.4, lebih lebar dibanding generasi sebelumnya yang berada di f/1.7. Secara teknis, angka f-stop yang lebih kecil berarti bukaan lensa lebih besar. Artinya, sensor bisa menerima lebih banyak cahaya. Dalam dunia fotografi, perbedaan kecil seperti ini bukan sekadar angka melainkan peningkatan performa nyata. Kamera dengan aperture f/1.4 mampu menangkap sekitar 47 persen lebih banyak cahaya dibanding pendahulunya. Hasilnya, foto malam hari terlihat lebih terang tanpa perlu menaikkan ISO berlebihan yang biasanya memicu noise.
Tidak hanya kamera utama, lensa telephoto 50 MP dengan zoom optis 5x juga mengalami peningkatan. Aperture kini berada di f/2.9, naik dari f/3.4. Dengan bukaan lebih lebar, sensor telephoto dapat menerima sekitar 37 persen lebih banyak cahaya. Ini penting karena lensa zoom umumnya kesulitan menangkap cahaya saat malam. Dengan peningkatan ini, foto jarak jauh di kondisi redup bisa terlihat lebih tajam dan detail.
Baca Juga
Advertisement
Kombinasi Kamera dan Chipset Jadi Kunci
Meski hardware kamera memegang peran utama, kualitas foto tidak hanya bergantung pada sensor dan lensa. Proses pengolahan gambar juga sangat menentukan. Di sinilah chipset terbaru dari Qualcomm memainkan peranan penting.
Perangkat ini dibekali prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5 berbasis fabrikasi 3 nm yang membawa tiga ISP 20-bit terintegrasi. ISP atau image signal processor adalah komponen yang memproses data mentah dari sensor menjadi foto siap pakai. Saat tombol shutter ditekan, kamera sebenarnya tidak langsung menghasilkan gambar akhir. Sensor terlebih dulu menangkap cahaya sebagai data digital. Data ini kemudian diolah ISP dalam hitungan detik.
Teknologi ISP 20-bit memungkinkan pengolahan data gambar dalam jumlah jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Bahkan, kemampuan dynamic range disebut meningkat hingga empat kali lipat. Dengan rentang dinamis yang lebih luas, kamera dapat menampilkan detail area terang dan gelap secara bersamaan. Alhasil, foto tidak mudah overexposed di bagian lampu dan tetap mempertahankan detail bayangan.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, ISP ini juga diperkuat kecerdasan buatan. Sistem real-time tone control mampu mengenali objek seperti vegetasi dan menyesuaikan warna secara otomatis agar tampak lebih natural. Teknologi AI juga mengoptimalkan autofocus, auto white balance, serta auto exposure secara kontekstual. Dengan kata lain, kamera dapat menyesuaikan pengaturan secara otomatis sesuai kondisi lingkungan tanpa perlu intervensi manual.
Performa Video Lebih Andal di Malam Hari
Peningkatan tidak berhenti di fotografi. Di sektor video, fitur Night Vision 3.0 memungkinkan perekaman hingga 60 fps dalam kondisi hampir gelap. Ini menjadi kabar baik bagi kreator konten maupun pengguna yang sering merekam suasana malam, seperti konser musik atau cityscape.
Dengan kombinasi aperture lebar dan pemrosesan AI yang lebih kuat, video yang dihasilkan secara teori akan tampak lebih terang, halus, dan minim noise. Bahkan dalam pencahayaan kontras seperti lampu panggung, sistem pemrosesan mampu menjaga keseimbangan eksposur sehingga warna lampu tetap hidup tanpa membuat wajah subjek terlihat gelap.
Baca Juga
Advertisement
Upgrade Relevan untuk Pengguna Tertentu
Meski peningkatan spesifikasi terlihat teknis, dampaknya terasa nyata dalam penggunaan sehari-hari. Pengguna yang gemar memotret malam hari kemungkinan besar akan merasakan peningkatan kualitas secara langsung. Situasi seperti konser, festival, atau jalanan kota di malam hari sering kali menjadi tantangan karena pencahayaan tidak merata.
Dengan bukaan lensa lebih besar dan dukungan ISP canggih, kamera mampu menangkap lebih banyak informasi visual. Hasilnya, foto tampak lebih bersih, detail, dan natural. Karena itu, pembaruan ini bisa menjadi alasan upgrade yang cukup menggoda, terutama bagi pecinta fotografi mobile.
Varian Warna dan Harga
Perangkat ini tersedia dalam empat pilihan warna: Cobalt Violet, White, Black, dan Sky Blue. Untuk pasar Indonesia, pre-order dibuka mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2026 melalui situs resmi.
Baca Juga
Advertisement
Daftar harga:
- 12/256 GB: Rp24.499.000
- 12/512 GB: Rp27.499.000
- 16 GB/1 TB: Rp31.999.000
Konsumen yang melakukan pemesanan awal juga berkesempatan memperoleh bonus, termasuk upgrade memori gratis serta cashback bank hingga Rp2 juta.
Secara keseluruhan, peningkatan kamera pada seri ini memang tidak terlihat drastis di atas kertas. Namun jika dilihat dari sisi teknis, perubahan aperture dan peningkatan ISP membawa dampak nyata pada kualitas foto dan video, terutama di kondisi low light. Bagi pengguna yang sering memotret malam atau menghadiri konser, kombinasi hardware dan software ini bisa menjadi nilai jual utama.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.