Asha Sharma Didapuk Jadi CEO Microsoft Gaming, Era Baru Xbox Dimulai

Asha Sharma
Foto: Microsoft

Angin segar untuk divisi Xbox di Microsoft, pasalnya kini mereka memiliki CEO Gaming baru. Ia adalah Asha Sharma. 

Pada Jumat (20/2), divisi Microsoft Gaming mengumumkan bahwa Phil Spencer akan pensiun sebagai CEO. Jabatannya ini akan digantikan oleh Head of Product Development Microsoft CoreAI Asha Sharma. 

Asha Sharma akan menggantikan Phil sebagai CEO sekaligus Executive Vice Presiden Microsoft Gaming. Ia akan melaporkan pekerjaannya langsung ke Satya. 

Advertisement

Asha sendiri bergabung dengan Microsoft pada tahun 2024 lalu. Hingga saat ini, ia menjabat sebagai presiden produk bisnis Core AI milik Microsoft. 

Dalam memo internalnya, Asha menjelaskan kalau prioritas utamanya dalam memimpin Microsoft Gaming ialah mengembangkan gim-gim hebat, mengembalikan Xbox ke pasar gaming dan membangun platform permainan di masa depan. 

Pertama, mengembangkan gim-gim hebat. Menurutnya, Microsoft harus memiliki gim yang dicintai oleh para pemain dengan karakter yang kuat, cerita yang menyetuh hati, gameplay inovatif dan kreatif.

Advertisement

Asha Sharma
Foto: Microsoft

“Kami akan memberdayakan studio kami, berinvestasi alam franchise ikonik, dan mendukung ide-ide baru yang berani. Kami akan mengambil risiko,” imbuh Asha yang dikutip dalam memo internalnya pada Senin (23/2). 

Kedua, Asha berkomitmen untuk kembali mengembangkan Xbox demi para pemain setianya. Ia menyebut mereka sebagai investor selama 25 tahun terakhir. 

“Kami akan merayakan asal-usul kami dengan komitmen yang diperbarui terhadap Xbox, dimulai dengan konsol yang telah membentuk siapa kami. Konsol ini menghubungkan kami dengan para pemain dan penggemar yang berinvestasi di Xbox dan dengan para pengembang yang membangun pengalaman ambisius untuknya,” katanya. 

Advertisement

Ketiga, menciptakan model bisnis baru dan cara bermain gim baru dengan memanfaatkan produk yang telah dimiliki Microsoft. Kendati demikian, pihaknya tidak akan memperlakukan dunia-dunia tersebut sebagai kekayaan intelektual statis yang hanya untuk dieksploitasi dan dimonetisasi. 

“Kami akan membangun platform dan alat bersama yang memberdayakan pengembang dan pemain untuk menciptakan dan berbagi kisah mereka sendiri,” jelas Asha. 

Asha Sharma
Asus ROG Xbox Ally X. Foto: Nadhira/GadgetDiva.

Asha turut menyoroti terkait penggunaan AI di dunia gaming. Ia menegaskan gim akan selalu menjadi karya seni yang dibuat oleh manusia dengan teknologi yang inovatif. 

Advertisement

“Seiring dengan evolusi monetisasi dan AI yang memengaruhi masa depan ini, kami tidak akan mengejar efisiensi jangka pendek atau membanjiri ekosistem kami dengan sampah AI tanpa jiwa. Game adalah dan akan selalu menjadi seni, yang dibuat oleh manusia, dan diciptakan dengan teknologi paling inovatif yang kami sediakan,” tegasnya. 

Sebagai informasi, Phil Spencer telah berkarir di Microsoft selama 38 tahun. Ia mengambil alih Xbox pada tahun 2014 setelah memimpin studio game Microsoft, termasuk di antaranya mengakusisi Activitsion Blizzard dan mendorong perusahaan untuk mengambil alih pengembang Minecraft, Mojang. 

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.