UMKM Indonesia Tembus Pasar Eropa Lewat Marketing Handholding

Umkm Indonesia Tembus Pasar Eropa Melalui Marketing Handholding

Produk lokal kembali membuktikan kelasnya di panggung dunia. Melalui sinergi kuat antara Indonesia Eximbank (LPEI), Kementerian Perdagangan, dan ID SEED, sebuah seremoni pelepasan ekspor bersama sukses digelar di Jakarta pada Rabu (11/2). Sebanyak 15 ton produk unggulan UMKM kini tengah berlayar menuju Belanda untuk menyapa pasar Eropa.

Misi Menembus “Gerbang” Eropa

Pengiriman besar yang mencakup sekitar seribu kemasan ini bukan sekadar aktivitas dagang biasa. Ini adalah langkah strategis UMKM Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi Indonesian Promotion – Ahoy Rotterdam Fair 2026 serta Pasar Asia XL yang akan dihelat pada April mendatang di Rotterdam. Belanda dipilih bukan tanpa alasan; negeri kincir angin ini merupakan hub alias pintu gerbang utama distribusi produk Indonesia ke seluruh kawasan Uni Eropa.

Dari Batik hingga Aromaterapi: Kekuatan Ekonomi Kreatif

Produk-produk yang dikirimkan merupakan hasil kurasi ketat yang merepresentasikan kekayaan budaya kita, di antaranya:

Advertisement

  • Kriya & Fashion: Kerajinan tangan, batik, serta aksesori modern.
  • Kuliner: Makanan-minuman kemasan, bumbu instan, dan kopi berkualitas.
  • Lifestyle: Produk aromaterapi yang kini kian diminati pasar global.

Ari Satria, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag RI, mencatat pertumbuhan ekspor sektor kreatif kita sangat solid, melonjak 28,96% (yoy) pada 2025 dengan nilai mencapai USD12,4 miliar.

Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Pembinaan Nyata

Kesuksesan menembus pasar ketat Eropa ini adalah buah dari program Marketing Handholding dan Coaching Program for New Exporters (CPNE) milik Indonesia Eximbank. Maria Sidabutar, Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, menjelaskan bahwa UMKM tidak dibiarkan berjuang sendiri.

“Kami memberikan pendampingan end-to-end, mulai dari memoles kualitas kemasan, memastikan standar ekspor terpenuhi, hingga mencarikan pembeli (business matching) di luar negeri,” jelas Maria.

Advertisement

Melalui program CPNE, para pelaku usaha dibekali ilmu “tempur” di pasar global mulai dari strategi penentuan harga (pricing) hingga urusan dokumen yang rumit. Kolaborasi ini membuktikan bahwa saat ekosistem pendukungnya tepat, produk lokal tidak hanya jago kandang, tapi juga mampu bersaing dan berkelanjutan di kancah internasional.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan lembaga pembiayaan ekspor, UMKM Indonesia kini berdiri tegak, siap menghadapi tantangan ekonomi digital, dan semakin percaya diri memperluas jejak mereka di pasar dunia.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.