Amerika Serikat kembali mengambil langkah tegas dalam mengawasi masuknya produk teknologi asing. Kali ini, perhatian pemerintah tertuju pada drone buatan luar negeri yang dinilai berpotensi mengancam keamanan nasional. Melalui kebijakan terbaru, Washington secara resmi melarang penjualan serta impor drone asing beserta komponen pentingnya ke pasar domestik.
Kebijakan tersebut diumumkan setelah Federal Communications Commission (FCC) memasukkan sistem pesawat tanpa awak buatan luar negeri ke dalam Covered List, yakni daftar perangkat yang dianggap memiliki risiko terhadap keamanan nasional AS. Dengan masuknya drone asing ke daftar ini, produk terkait otomatis tidak lagi mendapatkan izin impor maupun pemasaran di Amerika Serikat.
Evaluasi Keamanan Jadi Dasar Keputusan
Keputusan ini, sebagaimana dilaporkan Engadget pada Selasa (23/12), diambil berdasarkan hasil evaluasi berbagai lembaga keamanan nasional AS. Dalam pernyataan resminya, FCC menegaskan bahwa sistem drone dan komponen vital buatan luar negeri dinilai menghadirkan risiko yang “tidak dapat diterima” bagi kepentingan nasional.
Baca Juga
Advertisement
Seiring waktu, fungsi drone memang telah berkembang jauh. Jika sebelumnya dikenal sebagai alat hobi atau fotografi udara, kini drone dipandang sebagai perangkat berisiko tinggi. Pasalnya, teknologi ini mampu berperan sebagai sensor canggih, alat pemantauan, hingga berpotensi digunakan dalam operasi militer maupun paramiliter.
Oleh karena itu, menurut FCC, asal-usul produksi drone menjadi faktor krusial. Pemerintah AS menilai bahwa pengendalian penuh terhadap perangkat semacam ini hanya bisa dilakukan jika proses produksi berada di dalam negeri.
Bukan Hanya Unit Drone, Komponen Juga Dilarang
Larangan tersebut tidak hanya menyasar unit drone secara utuh. FCC juga merinci sejumlah komponen penting yang masuk dalam kebijakan pembatasan, mulai dari sistem transmisi data, modul komunikasi, pengontrol penerbangan, stasiun kendali darat, hingga sistem navigasi.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, baterai pintar dan motor penggerak yang diproduksi di luar negeri juga termasuk dalam kategori berisiko. Menurut FCC, komponen-komponen tersebut berpotensi membuka celah terhadap pengawasan berkelanjutan, pencurian data sensitif, hingga operasi destruktif di wilayah AS.
Dengan kata lain, pemerintah ingin menutup semua kemungkinan celah yang bisa dimanfaatkan melalui teknologi drone asing.
Tidak Berlaku Surut, Drone Lama Tetap Aman
Meski kebijakan ini terbilang ketat, FCC menegaskan bahwa aturan tersebut tidak berlaku surut. Ketua FCC, Brendan Carr, melalui pernyataannya di platform X, memastikan bahwa larangan hanya berlaku untuk model drone yang akan datang.
Baca Juga
Advertisement
“Peraturan ini tidak memengaruhi drone yang sudah beredar di pasaran,” ujar Carr. Artinya, masyarakat Amerika Serikat tetap dapat menggunakan drone yang telah mereka beli sebelumnya. Pengecer pun masih diizinkan menjual model drone yang telah mendapatkan persetujuan sebelum kebijakan ini diberlakukan.
Namun demikian, Carr juga membuka ruang pengecualian. Departemen Pertahanan (DoD) maupun Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) disebut dapat memberikan izin khusus terhadap model, kelas, atau komponen drone tertentu, asalkan memenuhi standar keamanan nasional yang ditetapkan.
DJI Jadi Pihak Paling Terdampak
Kebijakan ini dipastikan berdampak besar bagi industri drone global. Salah satu perusahaan yang paling terkena imbas adalah DJI, produsen drone asal China yang selama ini mendominasi pasar drone konsumen di Amerika Serikat.
Baca Juga
Advertisement
Menanggapi keputusan FCC, DJI menyatakan kekecewaannya. Melalui juru bicaranya, perusahaan menilai produk-produknya justru termasuk yang paling aman dan telah digunakan secara luas di berbagai negara.
DJI juga membantah tudingan terkait risiko keamanan data. Menurut perusahaan, tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak didukung bukti konkret. DJI bahkan menilai kebijakan ini lebih mencerminkan proteksionisme ekonomi ketimbang murni soal keamanan.
“Isu keamanan data yang diarahkan kepada DJI tidak berbasis fakta,” tegas perwakilan perusahaan dalam pernyataan resmi mereka.
Baca Juga
Advertisement
Dorong Industri Drone Lokal AS
Di sisi lain, pemerintah AS tetap bersikukuh bahwa kebijakan ini merupakan langkah preventif yang diperlukan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ancaman siber global. Drone dinilai sebagai teknologi strategis dengan kemampuan mobilitas tinggi dan pengumpulan data real-time.
Selain aspek keamanan, kebijakan ini juga secara tidak langsung mendorong penguatan industri drone domestik. Produsen dalam negeri diperkirakan akan memperoleh peluang lebih besar untuk mengisi pasar yang sebelumnya dikuasai oleh produk impor.
Ke depan, larangan drone impor ini diprediksi akan memicu perdebatan panjang antara kepentingan keamanan nasional, perdagangan bebas, dan inovasi teknologi. Namun satu hal yang jelas, langkah FCC ini menandai babak baru dalam pengawasan teknologi asing di Amerika Serikat, khususnya pada sektor drone yang kini semakin strategis di level global.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.