China Unicom Rilis Tablet Dual OS Android–Windows Berbasis Cloud, Indonesia Sudah Coba Lebih Dulu Sejak 2015

Tablet Dual Os

Produsen dan operator teknologi asal China kembali membuat gebrakan di pasar perangkat pintar. Kali ini, China Unicom resmi memperkenalkan Cloud AI Pad, sebuah tablet yang mengusung konsep dual operating system (dual OS) dengan menjalankan Android dan Windows dalam satu perangkat. Meski terdengar futuristik, pendekatan ini justru mengingatkan pada inovasi lama yang pernah dicoba oleh merek Indonesia hampir satu dekade lalu.

Tablet dual OS bukan sekadar soal spesifikasi, melainkan upaya menyatukan dua dunia yang selama ini terpisah. Di satu sisi, Android dikenal fleksibel dan ramah untuk hiburan. Di sisi lain, Windows identik dengan produktivitas ala PC. Karena itu, Cloud AI Pad hadir sebagai solusi yang mencoba menjembatani keduanya, meski dengan pendekatan yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Android Lokal, Windows Berbasis Cloud

Berbeda dari tablet konvensional yang hanya menjalankan satu sistem operasi, Cloud AI Pad menjalankan Android secara lokal, sementara Windows diakses melalui layanan cloud. Artinya, sistem Windows tidak terpasang langsung di perangkat, melainkan dijalankan secara virtual melalui koneksi internet.

Advertisement

Pendekatan ini terbilang unik. Pasalnya, sebagian besar tablet di pasar global memilih satu OS utama, baik Android maupun Windows, yang berjalan secara native. Sementara itu, Cloud AI Pad memilih jalur tengah dengan memanfaatkan teknologi komputasi awan.

Secara default, tablet ini akan menyala dengan sistem Android. Namun, ketika pengguna membutuhkan pengalaman layaknya PC Windows, cukup menekan tombol F9 pada aksesori keyboard, dan sistem Windows cloud akan langsung aktif. Meski begitu, China Unicom belum mengungkap secara detail versi Android dan Windows yang digunakan.

Spesifikasi Layar hingga Performa

Dari sisi spesifikasi, Cloud AI Pad tidak bisa dianggap remeh. Tablet ini mengusung layar 12,2 inci dengan resolusi 2160 x 1440 piksel, yang tergolong tajam untuk kebutuhan kerja maupun hiburan. Kamera depan 8 megapiksel dan kamera belakang 13 megapiksel juga disematkan untuk menunjang aktivitas video conference hingga dokumentasi ringan.

Advertisement

Untuk dapur pacu, perangkat ini ditenagai chipset Unisoc T9100 berbasis fabrikasi 6 nanometer. Chip tersebut dipadukan dengan RAM 6 GB dan penyimpanan internal 128 GB. Tak hanya itu, Cloud AI Pad juga sudah mendukung konektivitas 5G eSIM, yang menjadi nilai tambah bagi pengguna mobile.

Sementara itu, kapasitas baterai 8.000 mAh diklaim mampu bertahan hingga 10 jam pemutaran video, cukup untuk penggunaan seharian. Tablet ini dipasarkan di China dengan harga sekitar 1.799 yuan, atau setara Rp3,8 jutaan, dan sudah tersedia di platform e-commerce lokal.

AI Jadi Nilai Tambah

Selain dual OS, China Unicom juga menyematkan sentuhan kecerdasan buatan (AI). Tablet ini dibekali tombol khusus AI pada keyboard, yang berfungsi memanggil asisten cerdas berbasis model besar Yuanjing, buatan internal China Unicom.

Advertisement

Melalui fitur ini, pengguna dapat memanfaatkan AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membuat konten, merangkum teks, hingga membantu pekerjaan administratif. Kehadiran AI ini sekaligus menegaskan bahwa Cloud AI Pad tidak hanya menyasar konsumen hiburan, tetapi juga profesional dan pelajar.

Indonesia Pernah Lebih Dulu

Meski terlihat baru, konsep tablet dengan dua sistem operasi sebenarnya bukan hal sepenuhnya baru, khususnya di Indonesia. Pada 2015, merek lokal Axioo pernah meluncurkan tablet Axioo Windroid, yang menjalankan Android dan Windows secara native dalam satu perangkat.

Berbeda dengan pendekatan cloud yang digunakan China Unicom, Axioo Windroid memungkinkan pengguna memilih sistem operasi sejak perangkat dinyalakan. Kala itu, tablet ini menjalankan Windows 10 dan Android 4.4 KitKat, sebuah kombinasi yang terbilang ambisius di masanya.

Advertisement

Inovasi tersebut bahkan sempat mencuri perhatian karena menawarkan fleksibilitas tinggi dalam satu perangkat. Namun, seiring waktu, konsep dual OS native menghadapi berbagai tantangan.

Kenapa Dual OS Sempat Menghilang?

Meski inovatif, tablet dual OS seperti Windroid tidak berkembang luas. Salah satu penyebabnya adalah kompleksitas teknis, mulai dari optimalisasi performa, kompatibilitas aplikasi, hingga dukungan pembaruan sistem.

Selain itu, kebutuhan pasar juga berubah. Banyak pengguna akhirnya lebih memilih satu ekosistem yang stabil dibandingkan dua sistem yang sama-sama memiliki keterbatasan. Akibatnya, konsep tablet dual OS sempat meredup dan jarang terdengar dalam beberapa tahun terakhir.

Advertisement

Kini, pendekatan berbasis cloud seperti yang diterapkan China Unicom dinilai lebih realistis. Dengan memindahkan beban Windows ke server cloud, produsen dapat mengurangi keterbatasan hardware sekaligus menjaga fleksibilitas perangkat.

Babak Baru Tablet Dual OS

Kehadiran Cloud AI Pad menandai babak baru tablet dual OS, meski dengan pendekatan yang berbeda dari masa lalu. Jika Axioo Windroid mengandalkan dual OS secara native, China Unicom justru memanfaatkan kekuatan cloud dan AI.

Ke depan, konsep ini berpotensi kembali berkembang, terutama seiring meningkatnya konektivitas internet dan kebutuhan perangkat kerja yang fleksibel. Menariknya, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang pernah lebih dulu bereksperimen, jauh sebelum tren ini kembali muncul di pasar global.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.