CEO OpenAI Sam Altman berkeinginan perusahaannya dipimpin oleh AI dalam beberapa tahun ke depan. Ia malu jika OpenAI bukan jadi perusahaan pertama yang dijalakan oleh CEO AI.
“Memalukan bagi saya jika OpenAI bukan perusahaan besar pertama yang dijalankan oleh CEO AI,” ungkap Sam Altman dalam podcast bertajuk “Conversations with Tyler” yang dikutip dari Business Insider, Senin (10/11).
Sam Altman bercerita bahwa dirinya sering merenungkan pertanyaan terkait kemampuan CEO AI mengalahkan kemampuannya dalam memimpin OpenAI. Ia bahkan ingin mempercepat prosesnya.
Baca Juga
Advertisement
Menurut perkiraannya, beberapa tahun lagi teknologi AI mampu menjalankan pekerjaan di departemen utama OpenAI. Baginya, setiap revolusi teknologi mampu menghadirkan hal baru untuk dilakukan.
Sebaliknya, dalam jangka pendek, menurut Altman, AI mampu menggantikan atau bahkan menghilangkan banyak pekerjaan.
“Dalam jangka pendek, AI akan menghilangkan banyak pekerjaan. Dalam jangka panjang, seperti setiap teknologi lainnya, saya berasumsi kita akan menemukan hal-hal yang benar-benar baru untuk dilakukan,” kata Altman dalam wawancara berbeda bersama Mathias Döpfner.
Baca Juga
Advertisement
Dalam kesempatan tersebut, Altman turut bercerita bahwa dirinya sudah menemukan pekerjaan baru, jika nantinya jabatannya tersebut digantikan oleh CEO AI. Ia memiliki telah berpengalaman di bidang pertanian, mengemudikan traktor maupun memungut barang.
“Saya punya peternakan yang saya tinggali sebagian waktu dan saya sangat menyukainya,” ungkap Altman.
Sam Altman diketahui telah membeli rumah senilai jutaan dolar di San Fransisco dan Napa, California. Ia juga telah memiliki tanah senilai USD 43 juta di sebuah pulau besar yang berlokasi di Hawaii.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.