LG Loves Green Gandeng SD, Edukasi Daur Ulang e-Waste Sejak Dini

Logam berat bisa mencemarkan dan merusak lingkungan jika tidak ditangani dengan benar.

Sampah Elektronik
LG Loves Green

Tahukah kamu, ternyata setiap sampah elektronik (e-waste) mengandung bahan berbahaya dan beracun, atau yang biasa disebut B3. Selain itu, material e-waste itu sangat sulit diurai oleh alam. Makanya, banyak perusahaan yang kemudian mulai tersadarkan untuk mencari solusi pengolahan sampah produk elektronik, seperti LG dengan kampanye Loves Green yang diusungnya.

Perusahaan asal Korea Selatan, LG menyadari jika logam berat bisa mencemarkan dan merusak lingkungan jika tidak ditangani dengan benar. Tidak heran jika e-waste menjadi limbah yang terus menjulang tinggi di dunia. LG menemukan data jika Indonesia menghasilkan ~2 juta ton e-waste per tahun, setara dengan berat 2,5 juta mobil.

Padahal, masih dalam data yang sama, tahun 2020 1 ton e-waste dapat mengurangi 1.400 ton CO2, ditambah ada keuntungan Rp29 miliar dari aktivitas daur ulang. LG pun berkomitmen melancarkan program Loves Green sejak September ini. Program ini berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 24 September, dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah elektronik.

Advertisement

LG LLoves Green
LG Loves Green di SDN 08 Ragunan

“Kerap menjadi hal yang terlupa di antara jenis lainnya, kesadaran akan memperlakukan sampah elektronik menjadi hal penting dalam upaya penciptaan lingkungan berkelanjutan,” ujar Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia, dalam pernyataannya.

Mereka berharap bisa menginspirasi banyak orang dengan mendaur ulang 3,5 ton sampah menjadi 60.000 lebih barang, melatih 500 individu, serta membagikan informasi untuk menjangkau lebih dari 10 juta orang.

Edukasi Sampah Elektronik Mulai dari Akar Rumput

Dalam kampanye ini, LG menekankan pentingnya edukasi sejak dini. Perusahaan menempatkan boks pengumpulan sampah elektronik di enam titik strategis, termasuk tiga fasilitas LG—LG Service Center Pondok Labu, kantor LG Gandaria 8 Office lantai 23, serta LG ZonaSeru di CGV Central Park Jakarta.

Advertisement

Selain itu, LG juga berkolaborasi dengan tiga sekolah dasar negeri di Jakarta dan Bekasi, yakni SDN Ragunan 8, SDN Cipinang Melayu 04, dan SDN Jatimakmur V. Pada ketiga sekolah ini, selain menyediakan boks pengumpulan, LG turut menghadirkan penyuluhan langsung bagi para siswa mengenai dampak buruk penumpukan sampah elektronik.

“Edukasi ini bertujuan memberi pemahaman mendalam tentang dampak buruk sampah terhadap kesehatan, lingkungan, hewan laut, serta urgensi perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan pada usia muda,” jelas Ha Sang-chul. Menurutnya, penting pula mengenalkan konsep reduce, reuse, dan recycle (3R) sebagai kebiasaan yang bisa diterapkan di rumah maupun sekolah.

Ha menambahkan, “LG percaya bahwa perubahan harus dimulai dari usia yang paling dini. Ini sekaligus menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Advertisement

Kolaborasi dengan Liberty Society

Dalam menyukseskan penyuluhan, LG menggandeng Liberty Society, perusahaan sosial yang fokus pada produk ramah lingkungan dan pemberdayaan perempuan terpinggirkan. Liberty Society tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga demo interaktif mengenai cara memilah sampah elektronik dan mengubah sebagian materialnya menjadi produk fungsional.

Tak berhenti di sana, Liberty Society juga akan mengolah seluruh sampah elektronik yang terkumpul selama kampanye menjadi berbagai produk kreatif seperti gantungan kunci (key-chain). Upaya ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sampah elektronik masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan benar.

Seni Instalasi dari Sampah Elektronik

Kampanye hijau LG kali ini juga menghadirkan pendekatan kreatif dengan melibatkan seniman instalasi. Sejumlah sampah elektronik hasil pengumpulan akan diolah menjadi empat karya seni instalasi, yang rencananya dipamerkan pada akhir tahun.

Advertisement

Karya-karya tersebut akan ditempatkan di ketiga sekolah dasar mitra dan di LG ZonaSeru, sebuah area customer experience LG di CGV Central Park. Kehadiran instalasi seni ini diharapkan menjadi inspirasi visual bagi masyarakat untuk melihat bahwa sampah elektronik bukan sekadar limbah, melainkan masih bisa bernilai estetika jika dikelola dengan bijak.

“Melalui daur ulang menjadi berbagai produk bermanfaat dan karya seni instalasi ini, harapannya semakin membuka inspirasi bagi lebih banyak orang. Tentang pentingnya pengelolaan sampah elektronik dan keberadaannya yang masih dapat memberi manfaat dengan pengolahan yang benar,” tutup Ha Sang-chul.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.