Sektretaris Jenderan APJII (Asosisasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia) Zulfadly Syam menyatakan kalau rencana program internet 100 Mbps murah yang diinisiasi oleh pemerintah perlu banyak pertimbangan. Apalagi, jika harganya masih tinggi di beberapa wilayah.
Menurut Syam, rencana internet 100 Mbps murah ini merupakan progam yang bagus. Namun, dia berharap pemerintah memaksakan hal ini kepada seluruh masyarakat.
“Kita mulai dari 100 Mbps, saya pikir itu cukup bagus selama pemerintah tidak terlalu memaksakan program 100 Mbps, apabila cost-nya masih tinggi di sebuah wilayah,” ungkap Syam dalam acara peluncuran Survei Profil Internet Indonesia 2022, Rabu (6/8).
Baca Juga
Advertisement
Penerapan 100 Mbps ini harus ada tindakan yang propsional, kata Syam, sebab kembali lagi ke kondisi infrastruktur di setiap daerah. Saat ini, infrastruktur jaringan internet masih belum merata di setiap wilayah.
“Terutama di daerah-daerah Timur Indonesia, untuk memberikan 100 Mbps harganya masih terlalu mahal jadi kita harus juga proposional saja,” tambah Syam.
Kendati demikian, program internet 100 Mbps ini masih harus disesuaikan dengan keadaan daerah maupun providernya masing-masing. Syam melihat kecepatan internet sebesar itu cukup bagus untuk sebuah program.
Baca Juga
Advertisement
“Selama tidak ada pemaksaan, masih menyesuaikan dengan keadaan daerah dan providernya masing-masing, saya pikir 100 Mbps ini cukup bagus untuk sebuah program,” imbuhnya.
Di sisi lain, survei Profil Internet Indonesia 2025 menyatakan bahwa saat ini kecepatan internet tetap yang banyak digunakan masyarakat Indonesia berkisar di range 10 Mbps hingga 30 Mbps. Sementara itu, keceaptan paket internet tetap yang digunakan oleh masyarakat masih didominasi oleh kecepatan di bawah 50 Mbps.
“Kalau digabungkan, 10-30 Mbps itu menjadi sekitar 54 persen tuh, range yang dipakai oleh, masyarakat di sektiar kita itu. Atau individu-individu yang menggunakan internet,” jelas Syam.
Baca Juga
Advertisement
Misalnya, masyarakat banyak menggunakan internet tetap dengan kecepatan 10-20 Mbps sebesar 33,43 persen dan 20-30 Mbps dengan perrsentase 21 persen. Sedangkan, 11,76 persen menyatakan menggunkan kapasitas internet tetap sebesar 30-50 Mbps.
Angka ini jauh berbeda dengan kecepatan internet di atas 100 Mbps yang mana hanya 2,31 persen saja yang menggunakan internet tetap berkecepatan 100 hingga 300 Mbps. Dari angka tersebut, hanya 0,58 persen yang menggunakan internet tetap dengan kecepatan lebih dari 300 Mbps.
“Jadi memang pertanyaannya, kadang-kadang kita ngomong, kita harus 100 Mbps, harus 100 Mbps, maka pengguna internet kita, rata-rata sudah cukup atau berlangganan sudah cukup, di angka-angka di bawah 30 Mbps,” tandasnya.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.