OpenAI meluncurkan model AI terbarunya bernama GPT-5. CEO OpenAI Sam Altman mengklaim kepintaran yang dimilikinya setingkat PhD.
CEO OpenAI Sam Altman menyebut bahwa GPT-5 ini lebih pintar, cepat dan bermanfaat. Peluncuran ini merupakan langkah dimulainya era baru ChatGPT.
“GPT-5 adalah pertama kalinya saya benar-benar merasa seperti berbicara dengan seorang pakar di suatau topik, layaknya pakar tingkat PhD,” ungkapnya dalam acara peluncuran GPT-5 dikutip dari BBC, Minggu (10/8).
Baca Juga
Advertisement
GPT-5 akan tersedia secara gratis untuk semua pengguna ChatGPT mulai Kamis (7/8). VP ChatGPT OpenAI Nick Turley menyatakan bahwa ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan akses ke model penalaran AI kepada pengguna gratis untuk pertama kalinya.
Pasalnya, sebelumnya perusahaan membatasi model-model lebih canggih ini untuk pengguna berbayarnya.
“Ini hanyalah satu cara saya bersemangat menjalaknak misi ini, memastikan hal ini benar-benar bermanfaat bagi orang banyak,” ungkap Turley yang dikutip dari TechCrunch, Minggu.
Baca Juga
Advertisement
Lantas, apa saja keunggulan GPT-5 dibandingkan generasi pendahulunya? Simak penjelasannya ya, Paradiva!
GPT-5 Diklaim Lebih Minim Halusinasi dan Akurat
GPT-5 memungkinkan ChatGPT menyelesaikan beragam tugas yang lebih kompleks seperti membuat aplikasi perangkat lunak, menavigasi kalender pengguna atau membuat ringkasan penelitian. Dengan model ini, nantinya chatbot akan lebih mudah digunakan.
OpenAI mengklaim GPT-5 ini menawarkan kinerja tingkat tinggi di bidang pengkodean. Khususnya, dalam menjalankan seluruh aplikasi perangkat lunak sesuai permintaan yang kemudian dikenal sebagai “vibe coding”.
Baca Juga
Advertisement

Lebih lanjut, perusahaan mengklaim model AI ini lebih baik dalam menjawab pertanyaan terkait kesehatan. Bahkan, dinyatakan lebih akurat dan minim berhalusinasi.
Dalam uji coba yang mengukur akurasi respons model AI seputar topik kesehatan dari HealthBench Hard Hallucinations, OpenAI menyatakan GPT-5 hanya berhalusinasi 1,6%.
Dalam menanggapi pertanyaan ChatGPT, OpenAI menemukan model termutakhirnya ini berhalusinasi dan merespons dengan informasi ayng salah sebanyak 4,8%. Hal ini merupakan penurunan yang signifikan dibandingkan o3 dan GPT-4o yang masing-masing memiliki tingkat halusinasi 22% dan 20,6% dalam tes tersebut.
Baca Juga
Advertisement
Chatbot AI sering kali digunakan untuk memberi saran kesehatan. OpenAI menyatakan bahwa model AI terbarunya ini lebih proaktif dalam menandai potensi masalah kessehatan dan membantu pengguna menganalisis hasil medis.
Perusahaan menyatakan bahwa GPT-5 lebih aman dibandingkan model-model sebelumnya. Meskipun model penalaran AI terkadang menunjukkan kecenderungan untuk menipu manusia atau berbohong demi kepentingan pribadi, perusahaan menemukan bahwa GPT-5 ini cenderung menipu pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan model lainnya.
Lead Safety Research OpenAI Alex Bautel menyatakan bahwa mengurangi penipuan tidak hanya meningkatkan keamanan GPT-5, namun juga pengalaman pengguna. Hal ini dapat menciptakan model yang lebih transparan dan jujur, sehingga dapat dipercaya oleh pengguna.
Baca Juga
Advertisement
Bautel juga menyatakan bahwa GPT-5 lebih baik dalam membedakan antara pelaku kejahatan yang mencoba menyalahgunakan chatbot dan pengguna yang mengajukan permintaan yang tak berbahaya. Hal ini membuat GPT-5 mampu menolak lebih banyak pertanyaan tidak aman, sekaligus meanwarkan lebih sedikit penolakan kepada pengguna yang mencari informasi yang tidak berbahaya.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.