Menyambut Hari UMKM Nasional 2025, GoFood memperluas program edukasi Pojok Belajardari 8 menjadi 24 kota. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM kuliner dan mendorong mereka naik kelas di tengah persaingan pasar digital.
Pojok Belajar merupakan bagian dari Komunitas Partner GoFood (KOMPAG), yang memberikan pembekalan praktis kepada mitra usaha mulai dari strategi branding, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Program ini memadukan pelatihan tatap muka, bimbingan komunitas, dan mentoring langsung dari pelaku usaha kuliner berprestasi.
“Pojok Belajar kini tidak hanya jadi ruang edukasi, tapi juga pusat bertukar ide dan solusi nyata. Antusiasme peserta menjadi alasan kami memperluas jangkauannya,” ujar Dani Oktobianto, VP of Sales Gojek.
Baca Juga
Advertisement
Pendampingan yang Lebih Personal
Tidak sekadar memperbanyak lokasi, GoFood juga memperkuat kualitas pendampingan. Mentor dipilih dari mitra berpengalaman yang memiliki rekam jejak bisnis solid, pengetahuan relevan, dan semangat kolaborasi.
Menurut Dani, pendekatan ini memastikan setiap sesi memberikan wawasan lapangan yang bisa langsung diterapkan. Materi juga disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi peserta.
Baca Juga
Advertisement

Ekspansi ini mendapat sambutan positif dari Riza Damanik, Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM RI.
“Kekuatan kolaborasi lewat Pojok Belajar sejalan dengan target rasio kewirausahaan nasional sebesar 8% pada 2045. Pemerintah mengapresiasi peran GoFood dan para mentor yang mendorong pertumbuhan UMKM secara merata,” kata Riza.
Ia menegaskan pemerintah terus memperkuat ekosistem produktif bagi UMKM melalui kemudahan perizinan, akses pembiayaan, kemitraan, dan digitalisasi.
Baca Juga
Advertisement
Selain pendampingan komunitas, GoFood juga meluncurkan pembaruan aplikasi GoFood Merchant. Pendaftaran mitra kini bisa selesai dalam lima menit, dan pelaku usaha mendapat akses fitur untuk mempermudah operasional bisnis secara digital.
“Inovasi teknologi ini melengkapi dukungan komunitas kami. Dari digitalisasi hingga mentoring, semua diarahkan untuk membantu UMKM bertahan dan berkembang,” jelas Dani.
Bagi para mentor, Yudistira O. G. Nusantara, Mentor KOMPAG dan Pemilik Usaha Toko Kami, Pontianak dan Heru Dwi Soesilo, Mentor KOMPAG dan Pemilik Usaha 2080 Burger, Bali, keberhasilan peserta menjadi kepuasan tersendiri. Ada yang membantu mitra menghindari penipuan online, ada pula yang membimbing pengemasan produk agar menarik pembeli.
Baca Juga
Advertisement
Pendekatan personal menjadi kunci. Di Pontianak, misalnya, Yudhistira sebagai mentor memulai sesi dengan mengidentifikasi masalah peserta—mulai dari kendala distribusi bahan baku hingga strategi pemasaran. “Dari sana, materi disesuaikan dengan kondisi dan tingkat pengetahuan peserta,” imbuh Yudhistira.

Selain strategi bisnis, Pojok Belajar juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan tren kuliner. Makanan berbasis nasi, kopi, dan menu sehat kini tengah diminati.
“Orang Indonesia belum merasa makan kalau belum makan nasi. Maka nasi dan kopi tetap jadi andalan, sementara menu sehat jadi peluang baru,” kata Heru.
Baca Juga
Advertisement
Heru yang berhasil membangun bisnis burger di Bali, misalnya, membantu seorang penjual nasi tempong yang awalnya hanya meraih omzet ratusan ribu rupiah per hari. Setelah mengubah strategi pemasaran dan menu, omzetnya melonjak menjadi sekitar Rp3 juta per hari.
Cerita sukses bahkan sampai ke panggung internasional. Pada jamuan makan malam APEC 2023, salah satu mentor menyajikan burger mini khas Indonesia yang memikat tamu mancanegara hingga mereka memesan dua porsi.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.