CEO Microsoft Satya Nadella Buka Suara Soal PHK Massal ke Ribuan Karyawannya

Satya Nadella
Foto: Nadhira/GadgetDiva.

CEO Microsoft Satya Nadella mengungkap alasannya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kepada ribuan karyawannya. Alasan tersebut dikirimkannya melalui sebuah memo pada Kamis (24/7). 

Diketahui bahwa Microsoft telah memangkas sekitar 15.000 karyawan dan hampir 2.000 staf tambahan yang dianggap berkinerja buruk. Di samping itu, perusahaan meraup laba bersih yang mencapai sekitar USD 75 miliar selama tiga kuartal fiskal terbaru. 

Selain itu, Microsoft juga menghabiskan USD 80 miliar untuk investasi infrastruktur AI. Sahamnya juga dikabarkan naik 21% tahun ini dan mencapai rekor awal Juli. 

Advertisement

Dalam memonya, Satya Nadella mengakui bahwa perusahaannya saat ini berada dalam masa ketidakpastian. Ia juga tidak dapat memastikan tidak akan ada gelombang PHK sususaln dalam waktu dekat. 

“Kami berinvestasi lebih banyak dalam belanja modal (CapEx) daripada sebelumnya. Jumlah karyawan kami secara keseluruhan relatif tidak berubah dan beberapa talenta serta keahlian di industri kami dan di Microsoft diakui dan dihargai pada tingkat yang belum penrah terjadi sebelumnya. Namun, di saat yang sama, kami juga mengalami PHK,” tulis Satya Nadella dikutip dari Business Insider, Minggu (27/7). 

Situasi yang tengah dihadapi perusahaannya ini disebut sebagai teka-teki, kata Satya. Ia melihat kemajuan itu dinamis, terkadang tidak selaras dan selalu menuntut. 

Advertisement

Menurutnya, keberhasilan yang dapat dicapai akan ditentukan oleh kemampuan kita untuk melalui proses yang ssulit ini. Situasi ini mengharuskan mereka untuk memenuhi perubahan kebtuhan pelanggan dengan terus mempertahanakan dan meningkatkan skala bisnis sekaligus membuat kategori baru dengan model bisnis serta fungsi produksi yang baru. 

Lebih lanjut, Satya juga turut menyinggung soal tiga prioritas bisnis utama Microsoft. Yakni, keamanan, kualitas dan transformasi AI. 

Keamanan menjadi prioritas utama Microsoft tahun lalu, setelah serangkaian serangan dan menurunnya kepercayaan terhadap upaya keamanan perusahaan. Kini, Satya menyatakan Microsoft “menekankan hal-hal fundamental” sekaligus berfokus pada AI.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.