Microsoft dilaporkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 8.000 karyawannya. Terutama mereka yang telah berusia dan masa kerjanya mencapai 70 tahun atau lebih di perusahaan.
Melansir dari The Guardian, Microsoft dilaporkan telah mengirimkan surat pada Kamis (23/4). Surat tersebut menyatakan bahwa ada sekitar 8.000 karyawan yang memenuhi syarat tersebut.
Dalam surat tersebut, Microsoft juga mengumumkan bahwa mereka menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada karyawannya yang memenuhi syarat tersebut. Kendati demikian, perusahaan tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait isu PHK ini.
Baca Juga
Advertisement
Pada Juli 2025, Microsoft memperkirakan bakal menghabiskan sekitar USD 100 miliar untuk infrastruktur AI pada tahun fiskal mendatang. Para analis memperkirakan angka tersebut mencapai USD 110 miliar – USD 120 miliar.
Head of AI Microsoft, Mustafa Suleyman, menyatakan bahwa ia percaya AI akan mampu menggantikan sebagian besar pekerjaan kerah putih dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Pernyataan tersebut disampaikannya pada bulan Februari lalu.
Sementara, CEO Microsoft Satya Nadella telah menggembor-gemborka adopsi AI internal Microsoft. Menurutnya, adopsi tersebut telah menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan.
Baca Juga
Advertisement
Pada April 2025, Satya mengklaim bahwa AI telah menangani hingga 30% pekerjaan pengkodean di Microsoft.
“Kita baru berada di tahap awal penyebaran AI, dan Microsoft telah membangun bisnis AI yang lebih besar daripada beberapa franchise terbesar kami,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan resmi pada bulan Januari lalu.
Berita seputar pemutusan hubungan kerja di Microsoft ini, beredar tak lama setelah Meta mengumumkan hal yang sama. Kabarnya, Meta akan memangkas sekitar 10% atau sekitar 8.000 karyawan dari jumlah tenaga kerjanya.
Baca Juga
Advertisement
Mereka juga menyatakan tidak akan mengisi ribuan lowongan pekerjaan lain yang sebelumnya telah dibuka. Faktor utama adalah melonjaknya pengeluaran Meta di bidang lain perusahaan, termasuk AI yang tahun ini akan menghabiskan sekitar USD 135 miliar. Angka tersebut kira-kira sama dengan jumlah yang dihabiskan untuk AI dalam kurun waktu tiga tahun sebelumnya secara gabungan.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.