OJK Catat 21 Juta Pengguna Kripto, INDODAX Sumbang 46,5%

Indodax Kripto

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa jumlah investor aset kripto di Indonesia telah menyentuh angka 21,37 juta orang hingga Maret 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,43% dibandingkan bulan sebelumnya, yang menandakan minat masyarakat terhadap aset digital terus konsisten. Dari sisi nilai transaksi, pasar spot berhasil membukukan angka Rp22,24 triliun, sementara sektor derivatif mengalami lonjakan signifikan hingga lebih dari 14%.

Salah satu pelaku industri utama, INDODAX, mencatatkan peran yang sangat dominan dalam statistik nasional tersebut. Dengan total pengguna mencapai 9,9 juta orang, platform ini berkontribusi sekitar 38% dari keseluruhan volume transaksi kripto di tanah air pada periode yang sama. Pencapaian ini mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu bursa pertukaran aset digital terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia.

Menanggapi data tersebut, CEO INDODAX, William Sutanto, menyatakan bahwa tren ini merupakan bukti nyata dari meningkatnya kepercayaan publik terhadap ekosistem keuangan digital yang terpantau oleh regulator. Pihaknya melihat pertumbuhan pengguna bukan sekadar angka, melainkan tanggung jawab besar untuk terus memperketat sistem keamanan platform. Hal ini bertujuan agar ekosistem investasi tetap sehat dan terlindungi dari berbagai ancaman siber.

Advertisement

Meskipun secara keseluruhan jumlah pengguna naik, total kapitalisasi pasar kripto nasional sempat mengalami koreksi ringan sebesar 0,97%. Penurunan tipis ini dianggap sebagai fenomena yang lumrah terjadi mengingat fluktuasi pasar global yang tidak menentu. Beberapa faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga di Amerika Serikat dan situasi geopolitik di Timur Tengah turut memberikan pengaruh terhadap dinamika harga aset digital secara umum.

Kendati pasar global sedang bergejolak, aktivitas perdagangan di dalam negeri dinilai tetap berada pada jalur yang stabil. Minat dari investor ritel maupun institusional di Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik, yang tercermin dari tingginya angka transaksi spot dan derivatif. Hal ini memberikan sinyal bahwa fundamental pasar kripto di Indonesia sudah mulai terbentuk dengan kuat meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

William Sutanto juga mengamati bahwa profil investor kripto di Indonesia saat ini mulai menunjukkan tingkat kematangan yang lebih tinggi. Para pemodal kini lebih bijak dalam menghadapi volatilitas harga dan tidak mudah panik saat pasar sedang mengalami tekanan. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai manajemen risiko dan karakteristik aset digital menjadi kunci utama di balik stabilnya aktivitas transaksi di tengah dinamika pasar yang liar.

Advertisement

Dari sudut pandang regulasi, OJK terus memperkuat pengawasan dengan meresmikan 31 entitas yang mencakup bursa, lembaga kliring, hingga kustodian. Selain itu, terdapat lebih dari 1.400 jenis aset kripto yang telah mendapatkan izin legal untuk diperdagangkan di wilayah hukum Indonesia. Kerangka regulasi yang semakin jelas ini dipandang sebagai landasan yang sangat penting untuk menciptakan industri keuangan digital yang berkelanjutan dan transparan.

Guna mendukung pertumbuhan tersebut, OJK bersama para pelaku industri gencar menjalankan program literasi, salah satunya melalui inisiatif Bulan Literasi Kripto 2026. INDODAX berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat, terutama para pengguna baru, agar memiliki bekal pengetahuan yang cukup sebelum terjun ke dunia investasi. Upaya kolektif ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem aset kripto yang tidak hanya besar secara volume, tetapi juga cerdas secara kualitas investor.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.