Takut Bahaya AI? OpenAI Sukarela Serahkan Model Terbaru ke Donald Trump Sebelum Rilis!

Openai

OpenAI, raksasa teknologi di balik populernya ChatGPT, dilaporkan siap mengambil langkah kooperatif terkait regulasi kecerdasan buatan (AI) yang kian ketat. Sementara itu, perusahaan secara sukarela menyatakan bakal mematuhi perintah eksekutif terbaru yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kebijakan ini mewajibkan para pengembang AI untuk memberikan akses kepada pemerintah federal guna meninjau kemampuan model AI teranyar mereka sebelum dilepas ke publik.

Komitmen besar tersebut disampaikan langsung oleh Head of OpenAI for Countries, George Osborne. Dalam sebuah wawancara bersama CNBC, Osborne menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan karena keterpaksaan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan.

“Kami secara proaktif menyarankan berbagai cara agar pemerintah dapat memantau masalah keselamatan dan keamanan teknologi ini. Langkah ini tidak hanya berlaku di AS, tetapi juga ruang lingkup yang lebih luas secara global,” ujar Osborne, seperti dikutip dari siaran resmi CNBC pada Jumat (5/6).

Advertisement

Aturan 30 Hari Sebelum Peluncuran

Sebagai informasi, perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump pada Selasa awal pekan ini memang menjadi sorotan dunia teknologi. Pasalnya, aturan tersebut secara spesifik meminta akses penuh ke model-model AI yang sedang dikembangkan sekitar 30 hari sebelum tanggal peluncuran resmi. Oleh karena itu, masa peninjauan satu bulan ini dipandang krusial untuk memitigasi potensi risiko, mulai dari penyebaran disinformasi hingga ancaman keamanan siber nasional.

Di sisi lain, penegasan OpenAI ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik mengenai monopoli dan keliaran teknologi AI yang bergerak terlalu cepat tanpa rem. Selanjutnya, saat berbicara dalam forum bergengsi SXSW di London, Osborne kembali memperjelas posisi OpenAI yang ingin menjadi pionir dalam kepatuhan regulasi. Ia menyebut bahwa keterlibatan pemerintah justru sangat dibutuhkan di fase krusial seperti sekarang.

Mendorong Lahirnya Badan Pengatur yang Fleksibel

Selain menyatakan kepatuhannya, OpenAI ternyata juga ikut menyodorkan draf cetak biru mengenai bagaimana seharusnya negara mengawasi kecerdasan buatan. Perusahaan tidak ingin regulasi yang lahir justru mematikan inovasi digital yang sedang tumbuh subur.

Advertisement

Maka dari itu, Osborne menyarankan agar pemerintah membentuk sebuah lembaga pengawas baru yang memiliki karakteristik khusus. Lembaga ini diharapkan tidak kaku dan mampu beradaptasi dengan lompatan teknologi yang masif.

“Yang kami sarankan kepada pihak pemerintah adalah mereka harus menciptakan sebuah badan pengatur yang kuat. Namun, badan tersebut juga wajib memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam cara mereka beroperasi di masa depan,” tambah Osborne secara visioner.

langkah proaktif OpenAI ini dinilai banyak pengamat sebagai strategi cerdas untuk mengamankan posisi bisnis mereka di pasar global. Dengan membangun kepercayaan sejak dini bersama Gedung Putih, OpenAI tidak hanya memosisikan diri sebagai pemimpin pasar teknologi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan masa depan keamanan digital dunia. Kini, publik tinggal menunggu bagaimana implementasi konkret dari pengawasan ketat 30 hari tersebut pada lini produk OpenAI berikutnya.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.