Samsung Targetkan Produksi 800 Juta Unit Smartphone dengan Google Gemini

Samsung
Foto: GSMArena

Samsung Electronics berencana untuk menggandakan jumlah perangkat seluler yang dilengkapi fitur AI dengan dukungan Google Gemini tahun 2026 in, Hal ini disampaikan oleh Co-CEO Samsung TM Roh. 

Samsung kini telah meluncurkan fitur AI berbasis Gemini ke sekitar 400 juta produk mobile miliknya hingga tahun lalu, termasuk smartphone dan tablet. Perusahaan berencana untuk meningkatkan angka tersebut menjadi 800 juta pada tahun 2026. 

“Kami akan menerapkan AI ke semua produk, semua fungsi dan semua layanan secepat mungkin,” ungkap TM Roh pada November lalu yang dikutip dari Reuters pada Selasa (6/1). 

Advertisement

Rencana Samsung ini disebut akan memberikan dorongan besar bagi pengembangnya, yakni Google. Langkah ini juga merupakan upaya perusahaan dalam merebut popularitas mereka kembali dari Apple di pasar smarpthone. 

Selain itu, upaya ini juga dinlai untuk menangkis persaingan dari pesaing China tidak hanay di telepon seluler, namun juga televisi dan peralatan rumah tangga. Tentunya di bawah pengawasan Roh. 

Roh memperkiraan adopsi AI terus diakselerasi. Hal ini terlihat dari survei Samsung terkait kesadaran Galaxy AI yang melonjak menjadi 80% dari sekitar 30% dalam satu tahun. 

Advertisement

“Meskipun teknologi AI mungkin terlihat agak meragukan saat ini, dalam enam bulan hingga satu tahun, teknologi ini akan menjadi lebih luas,” ungkapnya. 

Samsung juga mencatat bahwa penggunanya kini seirng menggunakan berbagai alat pengeditan dan produktivitas berbasis AI dan fitur terjemahan maupun ringkasan. Dengan fitur yang paling sering digunakan ialah Search. 

TM Roh turut menyoroti soal krisis RAM yang tengah melanda pasar global saat ini. Ia menyatakan bahwa tak ada  perusahaan yang kebal terhadap dampak dari situasi tersebut. 

Advertisement

Meskipun, kekurangan chip memori global ini menjadi berkah bagi bisnis semikonduktor utama Samsung. Sebab, menurut Roh, situasi ini tak hanya berdampak pada pasar smartphone, namun juga produk elektronik lainnya. Mulai dari TV hingga peralatan rumah tangga. 

“Karena situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya, tidak ada perusahaan ayng kebal terhadap dampaknya,” ungkap Roh. 

Roh sendiri tak menampik kemungkinan menaikkan harga produk. Menurutnya, dampak dari lonjakan harga chip memori tak dapat dihindarkan. 

Advertisement

Mengantisipasi hal ini, Samsung sebagai produsen TV terbesar di dunia, telah bermitra untuk meminimalkan dampaknya. Langkah ini menjadi strategi jangka panjang perusahaan. 

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.