Produksi chip milik Samsung Electronics dilaporkan mengalami penurunan signifikan setelah puluhan ribu pekerja melakukan aksi mogok kerja di kompleks pabrik semikonduktor Pyeongtaek, Korea Selatan. Aksi ini menjadi salah satu gangguan terbesar terhadap operasional perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari SamMobile pada Senin, lebih dari 40.000 pekerja terlibat dalam aksi tersebut sejak awal pekan lalu. Dampaknya, aktivitas produksi chip di salah satu fasilitas utama Samsung langsung terganggu secara signifikan.
Lebih lanjut, serikat pekerja mengungkapkan bahwa produksi foundry—yang berfungsi untuk memproduksi chip bagi klien eksternal—turun hingga sekitar 58 persen. Sementara itu, produksi chip memori juga mengalami penurunan sebesar 18 persen, khususnya selama shift malam pada Kamis (23/4) waktu setempat.
Baca Juga
Advertisement
Penurunan ini tidak terjadi tanpa sebab. Para pekerja yang ikut dalam aksi mogok memilih untuk tidak masuk kerja pada jadwal shift malam, yang dimulai pukul 22.00 hingga 06.00 pagi keesokan harinya. Akibatnya, salah satu dari tiga siklus operasional harian Samsung tidak berjalan optimal.
Sebagai informasi, pabrik semikonduktor Samsung beroperasi selama 24 jam penuh dengan sistem tiga shift. Oleh karena itu, gangguan pada satu shift saja sudah cukup untuk memengaruhi keseluruhan proses produksi. Dalam konteks ini, absennya ribuan pekerja secara bersamaan langsung berdampak besar pada output harian perusahaan.
Di sisi lain, aksi mogok kerja ini bukan tanpa alasan. Serikat pekerja menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kesejahteraan karyawan. Salah satu tuntutan utama adalah kenaikan upah, serta penghapusan batasan bonus dalam skema berbasis kinerja.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, pekerja juga meminta agar sekitar 15 persen dari laba operasional perusahaan dialokasikan sebagai bonus kinerja. Tuntutan ini secara khusus ditujukan bagi karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja, yang merasa kontribusi mereka belum sebanding dengan kompensasi yang diterima.
Situasi ini menjadi semakin krusial karena terjadi di tengah tingginya permintaan chip secara global. Saat ini, industri teknologi dunia masih sangat bergantung pada pasokan semikonduktor, terutama untuk kebutuhan perangkat elektronik, otomotif, hingga infrastruktur digital.
Dengan kata lain, penurunan produksi di Samsung berpotensi menimbulkan efek domino terhadap rantai pasok global. Terlebih lagi, Samsung merupakan salah satu pemain utama dalam industri semikonduktor dunia, bersaing dengan berbagai perusahaan besar lainnya.
Baca Juga
Advertisement
Sementara itu, hingga saat ini pihak manajemen Samsung masih melakukan negosiasi intensif dengan serikat pekerja. Namun demikian, belum ada kesepakatan yang tercapai antara kedua belah pihak. Proses negosiasi ini menjadi penentu penting apakah produksi bisa segera kembali normal atau justru mengalami gangguan berkepanjangan.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dampaknya akan semakin meluas. Tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi industri teknologi global yang saat ini sedang dalam fase pertumbuhan pesat.
Sebagai penutup, aksi mogok kerja ini menjadi pengingat bahwa stabilitas operasional industri teknologi tidak hanya bergantung pada inovasi, tetapi juga pada keseimbangan hubungan antara perusahaan dan tenaga kerja. Oleh karena itu, hasil negosiasi ke depan akan sangat menentukan arah produksi dan distribusi chip Samsung dalam waktu dekat.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.