Laporan dari IDC mengungkap pengiriman PC mengalami pertumbuhan hingga 9,6% year-on-year (YoY) pada kuartal keempat tahun 2025. Total pengirimannya mencapai angka 76,4 juta unit.
Melonjaknya pengiriman PC ini dipengaruhi oleh berakhirnya dukungan Windows 10. Akan tetapi, IDC mencatat bahwa para pengembang PC juga telah secara agresif menarik inventasinya ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memengari kenaikan tarif akibat krisis RAM global.
“Sementara pada musim liburan biasanya mendorong permintaan yang lebih kuat, lonjakan pada akhir 2025 semakin diperkuat oleh kekurangan memori ang muncul. Hal ini menyebabkan pembeli dan merek mengamankan invetaris menjelang kenaikan harga yang diantisipasi pada tahun 2026,” kata IDC yang dikutip dari pernyataan resminya pada Rabu (14/1).
Baca Juga
Advertisement
Harga RAM dan NAND/SSD telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Sebab, kekurangan yang diciptakan oleh permintaan pusat data AI.
Pengembang PC seperti Lenovo dan HP telah menimbun memori. Akan tetapi, stok tersebut kemungkinan akan habis dalam waktu beberapa bulan. Sehingga, menyebabkan kenaikan harga hingga perubahan konfigurasi PC.
” Di luar tekanan yang jelas pada harga sistem, yang sudah diumumkan oleh produsen tertentu, kita mngkin juga melihat spesifikasi memori PC diturunkan rata-rata untuk melestarikan inventaris memori di tangan. Tahun depan akan menjadi sangat fluktuatif,” kata VP Research IDC Jean Philippe Bouchard.
Baca Juga
Advertisement
IDC memperkirakan adanya kenaikan harga jual rata-rata PC pada tahun 2026. Sebab, para pengembang PC mengalihkan prioritas ke sistem mid-range dan premium untuk mengimbangi biaya memori yang lebih tinggi.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.