Meta Blokir Akses Karakter AI untuk Remaja, Siapkan Versi Baru dengan Kontrol Orang Tua Lebih Ketat

Metaai

Meta secara resmi mengumumkan penghentian akses fitur karakter kecerdasan buatan (AI characters) bagi pengguna remaja di seluruh aplikasinya secara global. Kebijakan ini berlaku sementara dan ditujukan khusus untuk akun yang teridentifikasi berusia di bawah 18 tahun.

Langkah tersebut, seperti dilaporkan TechCrunch, menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Meta terhadap pengembangan fitur AI yang berinteraksi langsung dengan pengguna muda. Meski demikian, Meta menegaskan bahwa keputusan ini bukan berarti perusahaan menghentikan inovasi karakter AI secara permanen.

Sebaliknya, Meta justru tengah menyiapkan versi baru karakter AI yang diklaim akan hadir dengan sistem perlindungan lebih kuat serta kontrol orang tua yang lebih komprehensif.

Advertisement

Bukan Dihapus, Tapi Ditata Ulang

Dalam pernyataan resminya, Meta menyebut penghentian ini sebagai bagian dari proses evaluasi dan peningkatan fitur. Perusahaan menyadari bahwa interaksi antara remaja dan AI membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati, terutama terkait transparansi, keamanan, dan batasan konten.

Oleh karena itu, alih-alih merilis fitur kontrol orang tua secara bertahap, Meta memilih untuk menonaktifkan akses sepenuhnya hingga versi terbaru siap digunakan secara luas. Keputusan ini diambil agar perlindungan dapat diterapkan secara menyeluruh sejak awal.

Bayang-bayang Persidangan di AS

Menariknya, keputusan Meta ini muncul menjelang persidangan di New Mexico, Amerika Serikat. Dalam kasus tersebut, Meta dituding tidak cukup melindungi anak-anak dari potensi risiko eksploitasi seksual di platform digitalnya.

Advertisement

Selain itu, laporan terpisah dari Wired mengungkap bahwa Meta juga berupaya membatasi proses pengumpulan bukti yang menyoroti dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Kondisi ini membuat kebijakan terbaru Meta tak lepas dari sorotan regulator dan publik.

Dengan kata lain, penghentian akses karakter AI ini dinilai sebagai langkah preventif sekaligus strategis di tengah meningkatnya tekanan hukum terhadap perusahaan teknologi besar.

Masukan Orang Tua Jadi Pertimbangan Utama

Meta mengakui bahwa kebijakan ini tidak diambil secara sepihak. Perusahaan menyebut telah menerima banyak masukan dari orang tua yang menginginkan kendali lebih besar atas interaksi anak mereka dengan AI.

Advertisement

Sebelumnya, pada Oktober lalu, Meta memang sempat memperkenalkan pratinjau fitur kontrol orang tua untuk karakter AI. Fitur tersebut memungkinkan orang tua memantau topik percakapan, memblokir karakter tertentu, hingga mematikan interaksi AI sepenuhnya.

Namun, Meta menilai fitur tersebut masih perlu penyempurnaan agar benar-benar efektif dan mudah digunakan oleh orang tua dari berbagai latar belakang.

Deteksi Usia Jadi Kunci

Penghentian akses ini tidak hanya berlaku bagi akun yang secara eksplisit terdaftar sebagai remaja. Meta juga menerapkan teknologi prediksi usia, yang memungkinkan sistem mengidentifikasi pengguna remaja meski akun tersebut mengklaim sebagai orang dewasa.

Advertisement

Dengan demikian, Meta berupaya menutup celah yang selama ini kerap dimanfaatkan pengguna di bawah umur untuk mengakses fitur yang seharusnya dibatasi.

Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Meta semakin serius memanfaatkan teknologi AI bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk pengawasan dan perlindungan pengguna.

Karakter AI Versi Baru Lebih Aman

Dalam pembaruan blog resminya, Meta menjelaskan bahwa karakter AI versi terbaru nantinya akan memiliki kontrol orang tua bawaan. Selain itu, respons AI akan disesuaikan dengan usia pengguna.

Advertisement

Topik percakapan pun akan dibatasi pada hal-hal yang dianggap aman dan relevan bagi remaja, seperti pendidikan, olahraga, kreativitas, dan hobi. Dengan pembatasan ini, Meta berharap interaksi AI dapat tetap edukatif tanpa menimbulkan risiko.

Tekanan Regulasi Makin Kuat

Langkah Meta ini juga mencerminkan tren global di mana perusahaan teknologi menghadapi pengawasan regulator yang semakin ketat. Selain kasus di New Mexico, Meta dijadwalkan menghadapi persidangan lain terkait dugaan bahwa platformnya mendorong kecanduan media sosial.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, bahkan disebut akan memberikan kesaksian langsung dalam salah satu persidangan tersebut.

Advertisement

Di sisi lain, Meta bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan penyesuaian layanan bagi remaja.

Perusahaan AI Lain Ikut Membatasi

Dalam beberapa bulan terakhir, Character.AI membatasi percakapan terbuka bagi pengguna di bawah 18 tahun. Sementara itu, OpenAI juga memperkenalkan aturan perlindungan baru untuk remaja, termasuk penerapan prediksi usia guna membatasi akses terhadap konten sensitif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa industri AI secara keseluruhan mulai bergerak ke arah yang lebih bertanggung jawab, khususnya dalam melindungi pengguna muda.

Advertisement

Dengan kebijakan terbaru ini, Meta berharap dapat menyeimbangkan antara inovasi teknologi dan tanggung jawab sosial, sekaligus meredam kekhawatiran publik terkait dampak AI terhadap remaja.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.