Popularitas layanan konektivitas yang terdiferensiasi terus menunjukkan tren positif di seluruh dunia. Hal ini kembali ditegaskan melalui Ericsson Mobility Report (EMR) edisi November 2025, yang menyoroti bagaimana ekosistem 5G berkembang pesat dan semakin memengaruhi perilaku pengguna serta kebijakan monetisasi operator. Laporan tahunan ini, yang sudah menjadi acuan industri sejak 2011, memberikan gambaran komprehensif mengenai pertumbuhan jaringan, performa, serta proyeksi teknologi seluler global.
Cakupan 5G Terus Meluas di Seluruh DuniaUntuk membuka gambaran besar, EMR mencatat adanya peningkatan signifikan dari sisi cakupan geografis. Sepanjang 2025, ada tambahan sekitar 400 juta orang di seluruh dunia yang kini bisa mengakses jaringan 5G. Dengan kata lain, teknologi ini tidak lagi eksklusif di wilayah maju saja. Bahkan, diperkirakan 50 persen populasi global di luar Tiongkok daratan akan terjangkau 5G pada akhir 2025.
Tren ini memperlihatkan bahwa operator di berbagai negara terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital. Transisi dari 4G ke 5G juga makin terlihat jelas, mengingat permintaan pengguna terhadap koneksi lebih cepat dan stabil semakin meningkat.
Baca Juga
Advertisement
Trafik Data Naik, Didominasi Pertumbuhan dari Tiongkok dan IndiaSelain cakupan, volume penggunaan data turut naik. Menurut laporan tersebut, trafik data jaringan seluler global meningkat 20 persen dari kuartal ketiga 2024 hingga periode yang sama di 2025. Angka ini sedikit lebih tinggi dari prediksi sebelumnya, terutama didorong oleh dua pasar besar: Tiongkok daratan dan India.
Menariknya, kenaikan trafik ini bukan fenomena sementara. EMR memproyeksikan bahwa pertumbuhan trafik data bakal terus berlanjut dengan rata-rata kenaikan tahunan sebesar 16 persen hingga tahun 2031. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya konsumsi konten video, peningkatan perangkat IoT, hingga adopsi layanan berbasis cloud yang semakin masif.
Porsi 5G dalam Trafik Data Terus Meroket
Seiring ekspansi cakupan dan penggunaan data, porsi trafik 5G dalam keseluruhan trafik seluler juga semakin dominan. Diperkirakan, pada akhir 2025, 43 persen trafik data seluler global sudah dilayani oleh jaringan 5G. Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya angka tersebut hanya mencapai 34 persen.
Baca Juga
Advertisement
Tak berhenti di situ, para analis EMR juga memprediksi bahwa pada 2031, 83 persen dari seluruh trafik seluler dunia akan ditopang oleh 5G. Proyeksi ini memperlihatkan bagaimana teknologi generasi kelima menjadi tulang punggung baru jaringan seluler dalam jangka panjang.
Fixed Wireless Access (FWA) Jadi Use Case Paling MenonjolSalah satu temuan penting dalam laporan 2025 adalah terus naiknya penggunaan Fixed Wireless Access (FWA) sebagai solusi broadband rumah maupun bisnis. FWA, yang memanfaatkan jaringan seluler untuk menghadirkan internet layaknya jaringan fiber, kini menjadi salah satu use case paling diandalkan dalam ekosistem 5G.
Ericsson memperkirakan bahwa pada akhir 2031, sekitar 1,4 miliar orang di seluruh dunia akan mengakses broadband FWA. Menariknya, 90 persen di antaranya menggunakan jaringan 5G. Hal ini menunjukkan bahwa kecepatan, stabilitas, dan skalabilitas 5G memberikan alternatif menarik bagi wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur kabel.
Baca Juga
Advertisement
Operator Beralih ke Paket Berbasis KecepatanSelain meningkatnya jumlah pengguna, semakin banyak operator yang menawarkan paket FWA berbasis kecepatan. EMR mencatat bahwa hingga November 2025, sudah ada 159 penyedia layanan telekomunikasi di seluruh dunia yang menyediakan layanan FWA melalui jaringan 5G. Angka ini setara dengan sekitar 65 persen dari seluruh penyedia layanan FWA global.
Lebih jauh lagi, model monetisasi paket berbasis kecepatan, yang selama ini lazim digunakan pada layanan broadband fiber atau kabel, juga mengalami peningkatan adopsi. Jika pada EMR November 2024 jumlah operator dengan model paket kecepatan berada di angka 43 persen, maka kini sudah naik menjadi 54 persen.
Perubahan model bisnis ini mengindikasikan adanya upaya operator untuk menyesuaikan strategi pasar dengan kebutuhan pengguna yang lebih variatif serta mendorong diferensiasi layanan.Sorotan Use Case 5G dari Berbagai IndustriDalam edisi November 2025 yang memuat 36 halaman, Ericsson menampilkan tiga artikel kolaboratif yang menonjolkan contoh penerapan 5G di berbagai sektor.
Baca Juga
Advertisement
Pertama, Singtel memaparkan bagaimana 5G Standalone (SA) mampu memberikan pengalaman yang lebih personal dan sesuai kebutuhan pengguna. Teknologi ini memungkinkan latency rendah dan performa jaringan yang lebih konsisten.
Kedua, SoftBank menyoroti cara 5G digunakan untuk memodernisasi infrastruktur IT perusahaan, termasuk untuk mempermudah manajemen data dan mempercepat transformasi digital.
Ketiga, SailGP, ajang balap perahu layar internasional, menjelaskan bagaimana 5G membantu meningkatkan operasi di lapangan serta kualitas pengalaman penonton melalui data real-time dan video beresolusi tinggi.Ketiga contoh tersebut menegaskan bahwa implementasi 5G bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang keandalan dan fleksibilitas yang mendukung berbagai kebutuhan industri.Laporan yang Jadi Rujukan Global
Baca Juga
Advertisement
Sejak pertama kali dirilis pada 2011, Ericsson Mobility Report telah menjadi rujukan utama industri telekomunikasi dalam memahami tren jaringan seluler. Laporan ini berbasis pada data riil jaringan yang dikumpulkan Ericsson dan mitra global mereka, sehingga kredibilitasnya sangat tinggi.
Dengan beragam insight terbaru, EMR edisi November 2025 kembali menggambarkan bagaimana dinamika 5G terus berkembang dan mendorong inovasi konektivitas global.
Mulai dari meningkatnya cakupan, lonjakan trafik, hingga semakin populernya layanan konektivitas terdiferensiasi semuanya menegaskan bahwa dunia bergerak menuju era konektivitas yang lebih cepat, cerdas, dan inklusif.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.