Industri ponsel pintar dunia selama ini terbagi menjadi dua kubu utama, yakni iPhone dan Android. Jika iPhone diproduksi secara eksklusif oleh Apple, ekosistem Android justru dihuni oleh berbagai produsen besar yang menggunakan sistem operasi milik Google. Nama-nama populer seperti Samsung, Motorola, dan Google sendiri menjadi penguasa pasar, bersaing ketat dengan jenama asal Tiongkok seperti OnePlus, Xiaomi, dan Huawei.
Di tengah persaingan tersebut, Asus, perusahaan asal Taiwan yang sangat dikenal melalui produk komputer dan komponen PC, juga turut mengambil peran dalam memproduksi ponsel Android. Namun, kabar mengejutkan baru saja muncul dari internal perusahaan. Asus secara resmi mengumumkan pergeseran fokus besar-besaran ke arah kecerdasan buatan (AI) dan mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan lagi memproduksi ponsel pintar berbasis Android.
Keputusan ini tergolong sangat berani sekaligus mengundang tanda tanya besar mengenai alasan di baliknya. Alih-alih melanjutkan pengembangan perangkat keras ponsel, Asus memilih untuk mempertaruhkan seluruh sumber dayanya ke dalam keranjang pengembangan AI. Langkah ini diambil di saat tren teknologi dunia memang sedang bergerak ke arah kecerdasan buatan yang semakin canggih dan integratif.
Baca Juga
Advertisement
Perusahaan-perusahaan teknologi besar, khususnya yang berbasis pada industri PC, kini berlomba-lomba untuk tampil beda dan memamerkan inovasi AI terbaru mereka. Fenomena ini membuat Asus merasa perlu mengalihkan energi mereka sepenuhnya untuk menjadi pemain utama di sektor tersebut. Sayangnya, keputusan ini diprediksi akan berdampak pada peta persaingan perangkat keras di pasar global yang semakin menyempit.
Kurangnya persaingan dalam pasar ponsel pintar dikhawatirkan akan memberikan keunggulan berlebih bagi merek-merek dominan yang masih bertahan. Tanpa adanya penantang seperti Asus, para pemimpin pasar memiliki peluang untuk menaikkan harga produk mereka lebih tinggi lagi. Konsumen pun menjadi pihak yang paling terdampak karena pilihan perangkat di pasaran menjadi jauh lebih terbatas.
Asus menyusul jejak beberapa raksasa teknologi lain yang sebelumnya telah lebih dulu angkat kaki dari industri ponsel, seperti LG dan Nokia—meskipun merek Nokia saat ini masih diproduksi di bawah lisensi HMD Global. Mundurnya nama-nama besar ini menandakan betapa ketat dan kerasnya kompetisi di bisnis perangkat seluler saat ini yang memaksa perusahaan untuk melakukan pivot demi kelangsungan bisnis.
Baca Juga
Advertisement
Ketua Umum Asus, Jonney Shih, dalam acara gala akhir tahun perusahaan pada 2025, secara gamblang menyatakan bahwa Asus “tidak akan lagi menambah model ponsel baru di masa mendatang.” Meski demikian, beliau menegaskan bahwa para pengguna setia ponsel Asus saat ini tidak perlu khawatir. Dukungan perangkat lunak dan layanan garansi akan tetap diberikan, setidaknya untuk periode transisi saat ini.
Sebagai gantinya, seluruh sumber daya yang sebelumnya dialokasikan untuk divisi ponsel akan dialihkan untuk mendukung pengembangan produk-produk masa depan yang berbasis AI. Asus berencana untuk lebih agresif dalam menciptakan inovasi pada produk-produk yang sedang tren, seperti robot bertenaga AI dan kacamata pintar (smart glasses), demi mempertahankan relevansi mereka di era teknologi baru ini.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.