Apple dan Intel Dikabarkan Jalin Kerja Sama Baru, Chip iPhone dan Mac Bisa Diproduksi Kompetitor Lama

Appleintel

Apple dikabarkan tengah membuka peluang kerja sama baru dengan rival lamanya, Intel, untuk memproduksi chip yang akan digunakan pada perangkat iPhone dan Mac. Kabar ini cukup mengejutkan mengingat Apple selama beberapa tahun terakhir lebih mengandalkan TSMC sebagai mitra utama dalam memproduksi chip buatannya.

Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal dan kemudian dikutip oleh MacRumors pada Jumat (8/5). Disebutkan bahwa Apple dan Intel telah menjalani diskusi intens selama sekitar satu tahun terakhir hingga akhirnya mencapai kesepakatan awal.

Jika kerja sama itu benar-benar terealisasi, Intel nantinya akan memproduksi chip berdasarkan desain milik Apple. Skema tersebut mirip seperti pola kerja sama Apple dengan TSMC selama ini, di mana Apple merancang chip sendiri sementara proses produksinya dilakukan pihak ketiga.

Advertisement

Rumor yang beredar sebelumnya juga menyebut Intel kemungkinan akan lebih dulu memproduksi chip kelas bawah milik Apple. Chip tersebut dikabarkan berasal dari seri M entry-level yang digunakan pada beberapa model iPad dan Mac tertentu.

Kabar ini sekaligus menandai hubungan baru antara Apple dan Intel setelah keduanya sempat berpisah beberapa tahun lalu. Sebelum Apple memperkenalkan Apple Silicon, perusahaan asal Cupertino itu memang sangat bergantung pada prosesor Intel untuk lini Mac mereka.

Namun, kerja sama tersebut tidak selalu berjalan mulus. Selama menggunakan chip Intel, Apple beberapa kali mengalami keterlambatan pengembangan produk akibat penundaan produksi prosesor. Kondisi itu membuat jadwal peluncuran Mac menjadi tidak konsisten.

Advertisement

Karena alasan tersebut, Apple akhirnya mengambil langkah besar dengan merancang chip sendiri melalui Apple Silicon. Strategi ini terbukti sukses karena memungkinkan Apple menghadirkan pembaruan produk secara lebih cepat sekaligus meningkatkan efisiensi performa perangkat.

Chip Apple Silicon sendiri diproduksi oleh TSMC, salah satu perusahaan semikonduktor terbesar di dunia. Selain Apple, TSMC juga memproduksi chip untuk berbagai perusahaan teknologi besar lain, termasuk NVIDIA.

Meski begitu, lonjakan kebutuhan chip untuk teknologi kecerdasan buatan atau AI membuat kapasitas produksi TSMC semakin terbatas. Permintaan besar dari industri server AI membuat perusahaan tersebut harus membagi kapasitas produksinya ke banyak klien besar.

Advertisement

Situasi ini diduga menjadi salah satu alasan mengapa Apple mulai mencari alternatif pemasok chip selain TSMC. Dengan hanya bergantung pada satu produsen, Apple dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan rantai pasokan.

Dalam laporan terbaru, CEO Apple, Tim Cook, bahkan disebut mengungkap bahwa produksi seri iPhone 17 sempat mengalami hambatan akibat keterbatasan pasokan chip A19 dan A19 Pro dari TSMC.

Di sisi lain, Intel sendiri memang tengah berupaya bangkit setelah mengalami berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan itu kini fokus memperkuat bisnis manufaktur chip atau foundry agar bisa bersaing kembali di industri semikonduktor global.

Advertisement

Perubahan strategi tersebut mulai terlihat setelah Intel mengganti posisi CEO lama, Pat Gelsinger, dengan Lip-Bu Tan pada tahun lalu. Di bawah kepemimpinan baru, Intel kini berupaya menghadirkan teknologi fabrikasi chip yang lebih canggih.

Salah satu proyek terbesar Intel saat ini adalah pengembangan node proses 14A berbasis teknologi 1,4nm yang ditargetkan mulai diproduksi pada 2028. Selain itu, Intel juga tengah menyiapkan chip 18A berbasis teknologi 1,8nm untuk memperkuat daya saing mereka.

Intel diketahui sedang mencari pelanggan besar untuk teknologi fabrikasi terbaru tersebut. Kehadiran Apple sebagai calon mitra tentu bisa menjadi peluang besar sekaligus meningkatkan kepercayaan industri terhadap kemampuan manufaktur Intel.

Advertisement

Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Apple maupun Intel terkait kerja sama tersebut. Namun, melihat kebutuhan Apple untuk mendiversifikasi rantai pasokan dan ambisi Intel menghidupkan kembali bisnis foundry mereka, peluang kolaborasi ini dinilai cukup terbuka.

Jika kesepakatan benar-benar tercapai, Intel berpotensi kembali menjadi bagian penting dalam ekosistem perangkat Apple. Hal itu juga bisa mengubah peta persaingan industri chip global, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan semikonduktor untuk AI dan perangkat pintar masa depan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.