6 Tahun Tak Terbendung! Ericsson Pimpin Pasar Infrastruktur 5G Global 2026

Ericsson

Ericsson (NASDAQ: ERIC) kembali mengukuhkan posisinya sebagai penguasa global dalam sektor infrastruktur jaringan 5G. Berdasarkan laporan terbaru bertajuk “Frost Radar™: 5G Network Infrastructure, 2026” yang dirilis oleh Frost & Sullivan, perusahaan asal Swedia ini berhasil menempati posisi teratas selama enam tahun berturut-turut.

Pencapaian luar biasa ini bukan tanpa alasan. Di tengah persaingan ketat lebih dari 100 pelaku industri global, Ericsson mampu menonjol sebagai pemimpin dalam dua aspek krusial: pertumbuhan (growth) dan inovasi (innovation). Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa strategi Ericsson dalam mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) dan efisiensi energi adalah kunci utama memenangkan pasar masa depan.

Inovasi Berbasis AI: Otak di Balik Jaringan Canggih

Selanjutnya, laporan Frost Radar™ menyoroti portofolio Ericsson yang sangat komprehensif. Perusahaan ini tidak hanya unggul di satu titik, melainkan merata di seluruh lini, mulai dari Radio Access Network (RAN), sistem transportasi, hingga core dan edge network.

Advertisement

Selain itu, kemampuan Ericsson dalam menghadirkan Open and Virtual RAN serta jaringan privat telah memberikan fleksibilitas tinggi bagi operator seluler di seluruh dunia. Per Narvinger, Executive Vice President Ericsson, menjelaskan bahwa perusahaan telah menerapkan teknologi AI di seluruh lini produk.

“Kami menerapkan AI mulai dari Massive MIMO hingga manajemen jaringan. Dampaknya sangat nyata, yakni terciptanya jaringan 5G yang lebih terbuka, terotomatisasi, dan jauh lebih hemat energi,” ungkap Narvinger.

Investasi R&D: Bahan Bakar Pertumbuhan Jangka Panjang

Salah satu faktor yang membuat Ericsson sulit dikejar oleh kompetitornya adalah komitmen finansial pada riset dan pengembangan (R&D). Pada tahun 2025 saja, Ericsson mengalokasikan hampir 21 persen dari total pendapatannya untuk investasi R&D.

Advertisement

Oleh karena itu, langkah strategis ini membuahkan hasil berupa solusi nyata yang bisa langsung diimplementasikan dalam skala besar. Frost & Sullivan mencatat bahwa Ericsson memiliki kemampuan unik dalam mengubah ide inovatif menjadi produk massal yang andal bagi pelanggan global dalam jangka panjang.

Komitmen Efisiensi Energi untuk Masa Depan Hijau

Di sisi lain, isu lingkungan menjadi fokus utama Ericsson. Perusahaan ini telah mencapai target yang mengesankan dengan menurunkan konsumsi energi di lokasi base station radio baru sebesar 40 persen pada tahun 2025.

Tak berhenti di situ, Ericsson kini meningkatkan target tersebut menjadi 50 persen pada tahun 2027. Melalui modernisasi perangkat keras dan perangkat lunak berbasis intent-driven, Ericsson membuktikan bahwa performa tinggi tidak harus mengorbankan kelestarian lingkungan. Penggunaan prosesor terbaru pada solusi 5G Core mereka juga terbukti mampu menekan konsumsi daya secara signifikan.

Advertisement

Dampak Strategis bagi Indonesia dan Visi 2045

Sementara itu, di kancah nasional, Ericsson terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai operator seluler di Indonesia. Kehadiran teknologi 5G yang cerdas dan tangguh dipandang sebagai fondasi utama bagi transformasi digital lintas sektor di tanah air.

Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia, menegaskan bahwa 5G adalah infrastruktur krusial yang akan menentukan daya saing ekonomi nasional Indonesia.

“Ericsson berkomitmen menjadi mitra jangka panjang untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Kami hadir membawa teknologi yang terbukti secara global untuk membangun jaringan yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan hemat energi,” ujar Nora.

Advertisement

Analisis Pakar: Mengapa Ericsson Unggul?

Menurut Troy Morley, Industry Principal Analyst di Frost & Sullivan, kekuatan utama Ericsson terletak pada skalabilitas. Artinya, Ericsson mampu membawa inovasi dari laboratorium riset ke pasar global dengan sangat cepat lintas generasi teknologi.

“Portofolio 5G yang komprehensif dan kepemimpinan dalam Open RAN menempatkan Ericsson pada posisi yang sangat kuat seiring dengan terus berkembangnya pasar telekomunikasi dunia,” tambah Morley.

Sebagai informasi, Frost Radar™ mengukur kinerja perusahaan tidak hanya dari angka pendapatan absolut. Mereka juga mengevaluasi laju pertumbuhan, efektivitas strategi R&D, serta skalabilitas inovasi. Dengan hasil ini, Ericsson sekali lagi membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pemain lama, melainkan pionir yang terus mendefinisikan ulang masa depan konektivitas global.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.