Ngaji.ai Hadirkan Cara Baru Mendekat ke Al-Qur’an di Ramadan

Foto 1 Ngaji

Setiap Ramadan tiba, niat yang sama kembali hadir di benak banyak Muslim: ingin lebih dekat dengan Al-Qur’an dan lebih konsisten beribadah. Namun, seiring berjalannya hari, niat tersebut kerap berhadapan dengan realitas. Pekerjaan menumpuk, energi terbagi, dan ritme hidup yang semakin cepat membuat upaya mendalami Al-Qur’an terasa tidak sederhana. Di tengah tantangan itulah ngaji.ai menemukan relevansinya.

Berawal sebagai aplikasi belajar mengaji, platform ini kini bertransformasi menjadi pendamping ibadah harian yang hadir dalam genggaman. Hingga saat ini, ngaji.ai telah digunakan oleh lebih dari 403 ribu pengguna, dengan sekitar 39 ribu di antaranya memilih berlangganan premium. Angka tersebut bukan sekadar capaian, melainkan cerminan kebutuhan umat Muslim akan cara beribadah yang lebih terarah, konsisten, dan selaras dengan kehidupan modern.

Foto 2 Ngaji
Ngaji.ai Hadirkan Cara Baru Mendekat ke Al-Qur’an di Ramadan 6

Chief Business Development Officer Vokal.ai, Fara Abdullah, melihat fase ini sebagai momentum penting bagi pertumbuhan ngaji.ai. Menurutnya, aplikasi ini ingin berkembang sebagai produk yang matang secara strategi, berdampak nyata dalam penggunaan, serta tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman. Antusiasme pengguna di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendamping ibadah yang kontekstual memang nyata.

Advertisement

Bagi paradiva, pendekatan ini menjadi menarik karena ngaji.ai tidak hadir untuk menghakimi atau membebani. Sebaliknya, aplikasi ini memosisikan diri sebagai teman yang menemani proses ibadah secara perlahan dan realistis. Tujuannya sederhana: membantu pengguna menjalani langkah kecil secara konsisten agar nilai Al-Qur’an bisa lebih membumi dalam keseharian.

Banyak pengguna merasakan perubahan cara memandang ibadah setelah menggunakan ngaji.ai. Ajaran Al-Qur’an tidak lagi terasa sebagai tuntutan besar yang menakutkan, melainkan sebagai rangkaian langkah kecil yang bisa dilakukan setiap hari. Seluruh panduan disusun secara terstruktur, sehingga pengguna tidak perlu merasa kewalahan menghadapi banyaknya amalan. Satu aplikasi, satu fokus, dan satu ikhtiar dalam satu waktu.

Dari Belajar ke Menjalani

Advertisement

Seiring waktu, pertumbuhan ngaji.ai tidak hanya tercermin dari jumlah pengguna, tetapi juga dari cara aplikasi ini digunakan. Rata-rata durasi penggunaan harian tercatat lebih dari tujuh menit per pengguna. Meski terlihat singkat, angka ini menunjukkan bahwa ngaji.ai benar-benar hadir dalam rutinitas ibadah sehari-hari, bukan sekadar diunduh lalu ditinggalkan.

Foto 3 Ngaji
Ngaji.ai Hadirkan Cara Baru Mendekat ke Al-Qur’an di Ramadan 7

Chief Operating Officer Vokal.ai, Vanya Sunanto, menilai keterlibatan tersebut sebagai sinyal positif. Menurutnya, pengguna kembali setiap hari karena merasa ditemani, bukan dituntut. Bersama Head of Marketing Vokal.ai, Adhitya Zulfan, ia melihat keterikatan ini sebagai bukti bahwa pendekatan ngaji.ai selaras dengan kebutuhan Muslim urban masa kini.

Transformasi paling terasa terlihat dari pengembangan tampilan homepage dan penambahan fitur-fitur baru. Fitur Sholat membantu pengguna mencatat ibadah wajib lima waktu. Sementara itu, fitur Doa dan Dzikir melengkapi kebutuhan ibadah harian. Namun, fitur yang paling menonjol adalah Ikhtiar.

Advertisement

Melalui Ikhtiar, pengguna tidak dihadapkan pada daftar panjang amalan yang melelahkan. Sebaliknya, mereka diajak memilih satu fokus ikhtiar, mulai dari menjaga lisan, lebih disiplin salat tepat waktu, hingga meluangkan waktu untuk dzikir harian. Setiap ikhtiar kemudian dipecah menjadi tugas-tugas kecil selama tujuh hari, sehingga prosesnya terasa ringan dan realistis.

Verti Tri Wahyuni, momfluencer sekaligus pengguna lama ngaji.ai, merasakan dampak pendekatan ini secara personal. Baginya, tantangan terbesar dalam ibadah bukan terletak pada niat, melainkan pada konsistensi. Dengan target yang dipecah menjadi langkah kecil, ibadah terasa lebih membumi dan tidak menekan.

Menatap 2026

Advertisement

Transformasi yang dijalani ngaji.ai menjadi fondasi penting untuk langkah ke depan. Tahun 2026 dipandang sebagai momentum strategis untuk memperluas dampak. Sejumlah kerja sama dengan institusi bisnis dan pemerintah mulai dirintis guna menghadirkan solusi ibadah yang lebih luas dan terintegrasi.

Dalam jangka panjang, ngaji.ai juga membuka peluang untuk merambah pasar Asia Tenggara, wilayah dengan populasi Muslim sekitar 290 juta jiwa. Meningkatnya adopsi teknologi AI diyakini akan mengubah cara orang belajar dan beribadah, sekaligus membuka ruang inovasi baru.

Di luar pengalaman personal pengguna, ngaji.ai juga memperluas dampaknya melalui kolaborasi sosial. Salah satu kerja sama jangka panjang dijalin bersama RumahZakat, yang kini memasuki tahun kedua. Kolaborasi ini berawal dari penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Palestina melalui alokasi sebagian pendapatan langganan premium.

Advertisement

Seiring waktu, kolaborasi tersebut berkembang ke bidang pendidikan, penanggulangan bencana, serta program-program Ramadan. Selain itu, ngaji.ai juga bekerja sama dengan institusi pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Bandung, serta komunitas Muslim dan mitra gaya hidup untuk memperluas literasi Al-Qur’an.

Menyambut Ramadan 1447 H, ngaji.ai mengajak umat Muslim menjadikan bulan suci sebagai awal membangun kebiasaan ibadah yang konsisten. Sebab kini, untuk hidup lebih dekat dengan Al-Qur’an, tidak perlu menunggu waktu luang yang sempurna. Cukup membuka genggaman, dan melangkah perlahan—satu ikhtiar pada satu waktu.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.