Gandeng Tiga Bank Besar, FinTech Samir Perkuat Ekosistem Pendanaan dan Mitigasi Risiko

Samir

Platform pendanaan Pintar Samir merekam kinerja keuangan yang solid pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan mencatatkan kenaikan total penyaluran pembiayaan hingga mencapai Rp2,3 triliun. Angka ini menandai lonjakan signifikan sebesar 84% dibandingkan dengan performa pada rentang waktu yang sama di tahun sebelumnya.

​Sejalan dengan ekspansi dana tersebut, basis pengguna peminjam (borrower) di platform ini turut mengalami peningkatan sebesar 13% secara tahunan (year-on-year). Manajemen menilai bahwa pertumbuhan positif ini merupakan bukti nyata dari konsistensi perusahaan dalam memperluas jangkauan akses keuangan secara sehat dan berkesinambungan.

​Sebagai penyelenggara yang secara resmi berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan menegaskan pentingnya menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan tata kelola yang kuat. Strategi ini dijalankan melalui penerapan mitigasi risiko yang ketat guna memastikan mutu penyaluran pendanaan tetap terjaga dengan baik.

Advertisement

​Perusahaan optimistis dapat terus mempercepat laju bisnisnya lewat strategi kemitraan bersama lembaga keuangan, perluasan jangkauan ke luar Jawa, serta peningkatan porsi pendanaan ke sektor produktif. Langkah ini difokuskan untuk mendukung keberlanjutan bisnis para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memacu roda perekonomian nasional.

​Kredibilitas platform ini kian diperkuat oleh bergabungnya 11 pemberi pinjaman institusional (institutional lender), termasuk tiga entitas perbankan nasional yaitu Bank Neo Commerce, Superbank, dan Bank Sahabat Sampoerna. Keterlibatan sektor perbankan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pihak korporasi terhadap keandalan infrastruktur dan manajemen risiko perusahaan.

​Ke depan, perusahaan terus membuka peluang kolaborasi dengan lembaga keuangan formal lainnya melalui skema penyaluran (channeling) demi membangun ekosistem pendanaan yang stabil. Saat ini, beberapa kerja sama strategis baru dengan mitra perbankan sedang dijajaki dengan tetap memprioritaskan prinsip perlindungan konsumen dan tata kelola yang akuntabel.

Advertisement

​Dari segi pemetaan wilayah, portofolio penyaluran dana menunjukkan pergerakan positif di luar Pulau Jawa. Meskipun Pulau Jawa masih memegang porsi terbesar yaitu 69%, persentase tersebut mulai terbagi seiring meningkatnya penyerapan dana di Sumatra yang mencapai 17%, serta pertumbuhan yang merata di Sulawesi dan Kalimantan.

​Wilayah lain seperti Bali, Nusa Tenggara, Papua, hingga Maluku juga mencatatkan peningkatan kontribusi. Melalui pemerataan akses modal ini, perusahaan berkomitmen untuk terus menjadi jembatan finansial bagi masyarakat dan UMKM sekaligus bermitra dengan regulator untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap industri finansial teknologi.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.