Meta Ray-Ban Makin Canggih, Kini Bisa Jalankan Aplikasi dan Game dari Pengembang Pihak Ketiga

Ray-Ban-Meta

Meta kembali memperluas kemampuan perangkat kacamata pintarnya lewat dukungan aplikasi dari pengembang pihak ketiga. Langkah ini membuat perangkat Ray-Ban Display bukan lagi sekadar kacamata pintar biasa, melainkan mulai berkembang menjadi platform digital yang lebih interaktif.

Perusahaan teknologi tersebut kini memberikan akses kepada developer untuk membuat aplikasi dan gim yang dapat tampil langsung di layar perangkat Meta Ray-Ban Display. Kehadiran fitur baru ini menjadi sinyal bahwa Meta serius mengembangkan ekosistem wearable device berbasis AI dan augmented reality.

Dilaporkan oleh Engadget pada Kamis (14/5), Meta kini mulai membuka kesempatan bagi pengembang untuk bereksperimen dengan tampilan layar serta Neural Band Controller yang dimiliki perangkat tersebut.

Advertisement

Dengan kata lain, developer nantinya dapat menciptakan berbagai pengalaman baru yang bisa digunakan langsung dari layar kecil di kacamata pintar itu. Mulai dari aplikasi hiburan, utilitas, hingga mini game, semuanya berpotensi hadir dalam waktu mendatang.

Menariknya lagi, Meta memastikan platform tersebut akan kompatibel dengan aplikasi berbasis Android, iOS, hingga aplikasi web. Hal ini tentu membuat proses pengembangan menjadi lebih fleksibel dan membuka peluang lebih besar bagi developer global.

Meski begitu, Meta Ray-Ban Display masih menggunakan layar dengan bidang pandang sekitar 20 derajat. Karena itu, perangkat ini belum sepenuhnya menghadirkan pengalaman imersif layaknya perangkat Augmented Reality (AR) mandiri lainnya.

Advertisement

Namun demikian, Meta tampaknya tidak ingin bersaing langsung dengan headset AR penuh. Sebaliknya, perusahaan lebih fokus menciptakan pengalaman praktis yang ringan dan nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Saat ini, perusahaan terlihat sedang mencari format aplikasi yang paling cocok untuk tampilan monokular atau layar satu sisi yang digunakan di kacamata pintar tersebut.

Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, bahkan sempat membagikan demonstrasi salah satu aplikasi awal bernama “Darkroom Buddy”. Aplikasi itu berfungsi sebagai panduan interaktif untuk proses cuci cetak film analog.

Advertisement

Melalui layar kecil di kacamata, pengguna dapat melihat instruksi secara langsung tanpa harus membuka ponsel atau komputer. Konsep seperti ini dinilai cukup menarik karena memberikan pengalaman hands-free yang lebih praktis.

Selain aplikasi utilitas, Meta juga membuka peluang besar untuk aplikasi hiburan. Perusahaan menyebut developer nantinya dapat membuat aplikasi streaming media, tampilan data real-time seperti skor pertandingan olahraga, hingga pembaruan status tertentu.

Bahkan, Meta tampaknya mulai melirik pasar mobile gaming untuk perangkat wearable miliknya.

Advertisement

Dalam video demonstrasi yang dibagikan perusahaan, terlihat beberapa contoh mini game yang dapat dimainkan menggunakan Ray-Ban Display. Beberapa di antaranya seperti permainan catur, snake, hingga game pemecah batu bata klasik.

Walaupun tampil sederhana, konsep tersebut menunjukkan bagaimana smart glasses perlahan mulai berubah menjadi perangkat hiburan portable yang lebih futuristis.

Sebenarnya, perangkat ini sudah memiliki game puzzle bawaan. Akan tetapi, hadirnya aplikasi pihak ketiga diyakini dapat memperluas fungsi perangkat yang dibanderol sekitar 800 dolar Amerika Serikat tersebut.

Advertisement

Sayangnya, hingga saat ini Meta masih belum mengumumkan jadwal resmi kapan aplikasi pihak ketiga itu akan tersedia secara luas untuk seluruh pengguna.

Meski begitu, arah pengembangan perangkat ini sudah mulai terlihat jelas. Meta tampaknya ingin menjadikan Ray-Ban Display sebagai pusat aktivitas digital yang bisa digunakan tanpa perlu terus-menerus melihat layar smartphone.

Sejak pertama kali diperkenalkan, Meta memang terus menambahkan berbagai fitur baru ke perangkat kacamata pintarnya tersebut.

Advertisement

Beberapa fitur terbaru yang sudah diperkenalkan antara lain teleprompter bawaan serta neural handwriting. Teknologi neural handwriting memungkinkan pengguna membalas pesan hanya dengan gerakan jari yang membentuk tulisan virtual.

Fitur ini menjadi salah satu inovasi menarik karena memungkinkan interaksi lebih natural tanpa perlu mengetik langsung di layar.

Selain itu, Meta juga menghadirkan fitur screen recording yang memungkinkan pengguna merekam tampilan layar perangkat lalu membagikannya ke orang lain.

Advertisement

Tidak berhenti di situ, perusahaan juga menghadirkan fitur live translation untuk panggilan suara melalui beberapa platform populer seperti Messenger, WhatsApp, dan Instagram.

Fitur tersebut memungkinkan percakapan diterjemahkan secara langsung saat panggilan berlangsung. Kehadiran teknologi ini tentu membuat komunikasi lintas bahasa menjadi jauh lebih mudah.

Dengan semakin banyaknya fitur baru yang ditambahkan, Meta Ray-Ban Display kini mulai menunjukkan potensinya sebagai perangkat wearable masa depan.

Advertisement

Jika dukungan aplikasi pihak ketiga benar-benar dirilis secara luas, bukan tidak mungkin kacamata pintar akan menjadi perangkat penting berikutnya setelah smartphone. Apalagi, tren perangkat wearable dan AI saat ini terus berkembang pesat di pasar teknologi global.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.