Meta dikabarkan telah memberhentikan sekitar 700 karyawan pada Rabu (27/3). Kini, CEO Meta Mark Zuckerberg, mengumumkan bahwa enam eksekutif Meta akan menerima bonus hampir USD 1 miliar atau sekitar Rp. 15 triliun masing-masing.
CEO Mark Zuckerberg menyampaikan rencananya untuk memberikan opsi saham kepada para eksekutif puncak di C-Level. Mereka berpotensi mendapatkan hingga USD 921 juta atau sekitar Rp. 14,28 triliun per orang.
Menurut perusahaan riset kompensasi Equilar, Chief Technology Officer Andrew Bosworth, Chief Product Officer Chris Cox dan Chief Operating Officer Javier Olivian berpeluang mendapatkan pembayaran besar tersebut.
Baca Juga
Advertisement
Sementara, bonus terendah akan diberikan kepada Chief Financial Officer Sussan Li sekitar USD 161 juta atau sekitar Rp. 2,5 triliun. President and Vice Chairman Dina Powell McCormick serta Chief Legal Officer Chris Mahoney juga akan menerima opsi saham tersebut.
“Ini adalah pertaruhan besar. Paket gaji ini tidak akan terwujud kecuali Meta mencapai kesuksesan besar di masa depan, yang menguntungkan semua pemegang saham kami,” ungkap juru bicara Meta yang dikutip oleh Daily Mail pada Jumat (27/3).
The Times melaporkan bahwa para eksekutif akan diizinkan untuk membeli opsi saham tambahan jika perusahaan mencapai target pertumbuhan.
Baca Juga
Advertisement
Salah satu targetnya adalah menjadikan Meta sebagai perusahaan senilai USD 9 triliun pada tahun 2031. Sebuah pencapaian yang akan mencakup peningkatan nilai pasar perusahaan hingga enam kali lipat.
Di sisi lain, Zuckerberg menegaskan bahwa ia memiliki misi untuk menciptakan ‘super intelligence’. Perusahaan tersebut diperkirakan akan menghabiskan sekitar USD 115 miliar atau sekitar Rp. 1.782 triliun tahun ini dengan sebagian besar anggarannya dialokasikan untuk AI.
Baru-baru ini ia menyatakan bahwa AI akan mengubah secara dramatis cara kita bekerja mulai tahun ini. Dia juga mengakui bahwa perubahan tersebut akan menyebabkan PHK.
Baca Juga
Advertisement
Zuckerberg menghabiskan miliaran dolar tahun lalu untuk merekrut tim spesialis AI untuk bergabung dengan jajaran 78.000 karyawan perusahaan. Ratusan orang diberhentikan minggu ini dari tim Reality Labs yang berugas membangun produk VR dan metaverse. Tim tersebut berjumlah sekitar sepuluh hingga lima belas persen dari tim tersebut.
“Tim-tim di seluruh Meta secara teratur melakukan restrukturisasi atau menerapkan perubahan untuk memastikan mereka berada dalam posisi terbarik untuk mencapai tujuan mereka,” ungkap seorang juru bicara kepada The Times.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.