Meta Dikabarkan Pangkas 20% Karyawan, Raksasa Teknologi Ini Fokus Perkuat Investasi AI

Meta

Perusahaan teknologi raksasa Meta dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah besar dengan mengurangi sekitar 20 persen dari total tenaga kerjanya. Informasi ini pertama kali muncul dari laporan Reuters yang kemudian dikutip oleh media teknologi Engadget.

Kabar tersebut memunculkan perhatian luas di industri teknologi global. Pasalnya, jika rencana tersebut benar-benar dilakukan, jumlah karyawan yang terdampak bisa mencapai puluhan ribu orang.

Namun hingga saat ini, pihak Meta belum mengonfirmasi secara resmi rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala tersebut.

Advertisement

Laporan Awal dari Reuters

Menurut laporan yang dirilis pada Sabtu (14/3), sejumlah sumber internal menyebut bahwa manajemen Meta sedang mempertimbangkan strategi untuk merampingkan jumlah karyawan.

Sumber tersebut mengatakan bahwa para eksekutif puncak perusahaan telah memberi arahan kepada jajaran pimpinan senior untuk mulai menyusun rencana terkait kemungkinan pengurangan tenaga kerja.

Meski begitu, laporan tersebut juga menyebut bahwa waktu pelaksanaan maupun jumlah pasti karyawan yang akan terdampak masih belum ditentukan.

Advertisement

Artinya, rencana tersebut masih berada pada tahap awal pembahasan di internal perusahaan.

Meta Sebut Laporan Masih Spekulasi

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Meta memberikan klarifikasi. Ia menyebut kabar mengenai pemangkasan besar-besaran tenaga kerja itu masih bersifat spekulatif.

Menurutnya, laporan tersebut hanya membahas pendekatan yang masih bersifat teoritis dan belum menjadi keputusan resmi perusahaan.

Advertisement

Dengan kata lain, Meta belum memastikan apakah rencana tersebut benar-benar akan diterapkan dalam waktu dekat.

Namun demikian, isu restrukturisasi di perusahaan teknologi memang menjadi topik yang cukup sering muncul dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlah Karyawan Meta Saat Ini

Berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan, Meta tercatat memiliki sekitar 78.865 karyawan hingga 31 Desember 2025.

Advertisement

Jumlah tersebut menunjukkan betapa besarnya skala operasional perusahaan yang menaungi berbagai platform digital populer seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Dengan total tenaga kerja sebesar itu, pengurangan hingga 20 persen tentu akan berdampak signifikan terhadap struktur organisasi perusahaan.

Jika dihitung secara kasar, jumlah karyawan yang berpotensi terdampak bisa mencapai lebih dari 15.000 orang.

Advertisement

Kinerja Keuangan Meta Tetap Kuat

Di tengah kabar mengenai potensi PHK tersebut, kinerja keuangan Meta sebenarnya masih tergolong kuat.

Perusahaan melaporkan pendapatan hampir 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.014 triliun pada kuartal keempat tahun 2025.

Sementara itu, sepanjang tahun 2025, Meta berhasil membukukan pendapatan lebih dari 200 miliar dolar AS, setara sekitar Rp3.392 triliun.

Advertisement

Angka tersebut menunjukkan bahwa bisnis inti Meta masih menghasilkan pendapatan yang sangat besar.

Namun demikian, perusahaan tetap melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.

PHK Bukan Hal Baru bagi Meta

Langkah pemangkasan karyawan sebenarnya bukan hal baru bagi perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg tersebut.

Advertisement

Pada awal tahun 2026, Meta diketahui telah memangkas sekitar 1.000 karyawan. Pemutusan hubungan kerja tersebut terutama terjadi di divisi Reality Labs.

Divisi ini bertanggung jawab terhadap pengembangan teknologi realitas virtual serta proyek besar Meta di bidang metaverse.

Selain itu, pada awal tahun 2025 perusahaan juga melakukan PHK terhadap sekitar lima persen dari total tenaga kerjanya.

Advertisement

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk merampingkan operasional sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis.

Perubahan Fokus ke Teknologi AI

Di sisi lain, Meta justru terus meningkatkan investasi pada teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Perusahaan disebut menggelontorkan dana besar untuk memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi AI global.

Advertisement

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengakuisisi sejumlah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan.

Beberapa startup yang dilaporkan masuk dalam daftar akuisisi Meta antara lain Moltbook dan Manus.

Moltbook dikenal sebagai jejaring sosial yang dirancang khusus untuk agen AI, sementara Manus berfokus pada pengembangan agen AI yang mampu melakukan berbagai tugas secara otomatis.

Advertisement

Melalui akuisisi tersebut, Meta berharap dapat mempercepat pengembangan teknologi AI yang menjadi salah satu fokus utama perusahaan saat ini.

Strategi Baru di Tengah Persaingan Teknologi

Langkah Meta untuk meningkatkan investasi pada AI sebenarnya sejalan dengan tren yang terjadi di industri teknologi global.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai perusahaan teknologi besar berlomba-lomba mengembangkan teknologi AI untuk meningkatkan layanan mereka.

Advertisement

Oleh karena itu, restrukturisasi perusahaan sering kali menjadi bagian dari strategi untuk mengalihkan sumber daya ke sektor yang dianggap lebih potensial.

Jika kabar mengenai pengurangan karyawan hingga 20 persen benar-benar terjadi, langkah tersebut kemungkinan merupakan bagian dari transformasi bisnis yang lebih besar.

Meta tampaknya ingin memastikan bahwa perusahaan tetap kompetitif di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat.

Advertisement

Masa Depan Meta Masih Jadi Sorotan

Untuk saat ini, masa depan rencana PHK tersebut masih belum jelas. Meta sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan pengurangan karyawan dalam jumlah besar.

Meski demikian, isu ini tetap menjadi perhatian banyak pihak, terutama para pekerja di sektor teknologi.

Pasalnya, keputusan perusahaan teknologi besar seperti Meta sering kali menjadi indikator perubahan tren di industri digital secara global.

Advertisement

Jika langkah tersebut benar-benar diterapkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh karyawan Meta, tetapi juga bisa memengaruhi ekosistem industri teknologi secara keseluruhan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.