Kantor X di Prancis Digeledah, Elon Musk Dipanggil

X
Ilustrasi platfrom media sosial X. [Foto: Unsplash/Kelly Sikkema]

Pihak berwenang Prancis dilaporkan melakukan penggeledahan pada kantor X di Paris. Mereka juga memanggil Elon Musk untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari penyelidikan terhadap konten ilegal. 

Kantor kejaksaan Paris menyatakan penyelidikan ini berlangsung selama setahun tersebut baru-baru ini diperluas. Sebab, chatbot Grok menyebarkan klai penyangkalan Holocaust dan deepfake yang berisi konten seksual eksplisit. 

Europol selaku lembaga yang membantu pihak berwenang Prancis menyatakan hari ini bahwa “investigasi ini menyangkut berbagai dugaan tindak pidana yang terkait dengan fungsi dan penggunaan platform tersebut. Termasuk penyebaran konten ilegal dan bentuk-bentuk aktivitas kriminal daring lainnya. 

Advertisement

Pusat kejahatan siber Europol menyediakan seorang analis di lapangan yang berlokasi di Paris untuk membantu pihak berwenang nasional. Unit kejahatan siber Gendarmerie Prancis juga membantu investigasi ini. 

Pihak berwenang Prancis ingin menginterogasi Musk dan mantan CEO X Linda Yaccarino yang mengundurkan diri tahun lalu. Jaksa memanggil Musk dan Yaccarino untuk menghadiri wawancara pada April 2026, meskipun wawancara terssebut digambarkan sebagai sukarela. 

Kantor kejaksaan Paris. Laure Beccau, menyatakan bahwa potensi kejahatan yang sedang diselidiki meliputi keterlibatan dalam kepemilikan dan distribusi gambar pornografi anak di bawah umur, pelanggaran hak citra pribadi melalui deepfake seksual, penyangkalan kejahatan terhadap kemanusiaan, pengambilan data secara curang dari sistem pengolahan data otomatis, pemalsuan pengoperasian sistem pengolahan data otomatis dan pengoprasian platform online ilegal oleh kelompok terogranisir. 

Advertisement

Pada Juli 2025, X menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui tuduhan terkait manipulasi algoritma X dan pengembalian data secara curang. X menyebut kalau tidak akan mematuhi permintaan Prancis untuk mengakses algoritma rekomendaisnya dan data waktu nyata terkait semua unggahan pengguna. 

Kantor kejaksaan Paris menyatakan penyelidikan mengambil pendekatan konstruktif dengan tujuan untuk memastikan bahwa X mematuhi hukum Prancis sejauh beroperasi di wilayah nasional. Selain Musk dan Yaccarino, kantor kejaksaan juga berupaya mewawancarai karyawan X terkait tuduhan tersebut dan potensi langkah-langkah kepatuhan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.