Harga Smartphone Android Bakal Naik 2026, Ini Alasannya

Smartphone
Foto: Unsplash/Creative Christians

Harga smartphone Android diperkirakan akan naik pada tahun 2026 mendatang. Salah satunya dipengaruhi oleh fitur AI pada perangkat. 

AI boom yang tengah berlangsung secara global ini memberikan tekanan besar pada posokan di banyak komponen yang digunakan bersama. Khususnya, memori dan ruang penyimpanan. 

Google, Meta, Amazon, Nvidia, OpenAI dan perusahaan dengan layanan AI lainnya secara tidak langsung melahap memori smartphone untuk pusat data mereka. Pemasok DRAM dan NAND terkemuka untuk smartphone, tablet dan perangkat lainnya mengarahkan sumber daya mereka ke pasar perusahaan dengan margin tinggi untuk server AI. 

Advertisement

Permintaan akan server AI, pusat data dan solusi perangkat keras ini membuat para pemasok DRAM dan NAN menaikkan harga. Harga DRAM kini telah meroket hampir 70% hingga 90%.

Ketika harga memori ini naik lebih dari dua atau tiga kali lipat dalam beberapa bulan, hal ini akan memberi tekanan pada produsen dan margin keuntungan mereka. Sehingga, membuat mereka hanya memiliki dua opsi, yakni mengurangi pengeluaran di area lain atau menaikkan harga. 

Produsen cenderung akan menaikkan harga atau mengurangi kapasitas memori perangkat. Terutama untuk smartphone yang menyumbang sebagian besar penjualan mereka. 

Advertisement

Jika hal ini terjadi, maka Paradiva tidak akan lagi menemukan smartphone dengan RAM 16, bahkan pada smartphone premium sekalipun. Model dengan RAM 12GB akan berkurang lebih dari 40%, sedangkan model dengan RAM 8GB berkurang lebih dari 50%. 

Fitur AI Membutuhkan RAM Besar

Untuk mengurangi dampak kenaikan harga, Xiaomi dilaporkan telah mempertimbangkan untuk mengurangi RAM pada model smartphone tertentu di tahun 2026. Bersamaan dengan hal itu, vendor smartphone lainnya seperti OnePlus, Vivo, OPPO, Samsung hingga Google juga akan menghadapi tekanan yang sama. 

Hal ini kemungkinan akan berpengaruh pada smartphone dengan spesifikasi yang mungkin stagnan atau bahkan menurun, meskipun perangkat lunak terus meningkat. 

Advertisement

Berbeda dengan AI berbasis cloud, smartphone dengan AI membutuhkan memori yang besar. Oleh sebab itu, kini smartphone Android memiliki RAM lebih dari 8GB. 

Melansir Digital Trends, jika produsen smartphone mengurangi memori fisik perangkat. Maka, akan mengurangi ruang bagi model AI dan aplikasi untuk berjalan bersamaan. Hal ini yang menyebabkan manajemen RAM yang agresif, pemuatan ulang aplikasi atau fitur AI yang lambat. 

Selain itu, semakin banyaknya fitur AI pada perangkat dan ancaman kendala rantai pasokan pada memori dapat menurunkan spesifikasi smartphone setidaknya dalam beberapa tahun ke depan. 

Advertisement

Dapat disimpulkan bahwa smartphone Android berikutnya bisa jadi lebih mahal atau jauh kurang responsif. Meskipun perusahaan sering menjual smartphone flagship dengan margin keuntungan yang lebih tinggi, supaya memberikan lebih banyak ruang untuk penyesuaian biaya.

Dampaknya bisa lebih buruk pada smartphone kelas menengah yang sering dijual dengan margin keuntungan lebih rendah. Pembeli mungkin akhirnya akan membayar lebih untuk spesifikasi yang lebih rendah. 

Berdampak Pada Pasar Produk Elektronik Lainnya

Tak hanya smartphone Android, iPhone juga dapat merasakan dapaknya. Meksipun, Apple lebih mengandalkan optimasi software dan efisiensi chipet daripada memori internal, hal ini tidak berarti perusahaan sepenuhnya kebal. 

Advertisement

Justri saat kondisi tidak membaik dan harga RAM berkualitas tinggi naik, pembeli Apple kemungkinan harus membayar harga premium untuk tingkat kinerja yang biasa mereka dapatkan. 

Produsen laptop juga dapat lebih fokus pada pengurangan pengiriman laptop dengan RAM lebih dari 16GB. Sebaliknya, merek-merek tersebut dapat lebih berkonsetrasi pada varian RAM 8GB, terutama karena volume model yang terpasang cukup tinggi. Namun, mungkin akan disertai dengan kenaikan harga. 

Smartphone Android
Review Laptop Lenovo Yoga Pro 7i: Usung Desain Tipis

Jika harga memori tetap tinggi, produsen harus membuat keputusan jangka panjang terkiat jenis smartphone, tablet dan perangkat lainnya yang ingin mereka pasarkan. Kita mungkin akan melihat segmentasi yang lebih tajam dengan model premium yang mempertahankan kapasitas RAM lebih tinggi, optimasi perangkat lunak yang lebih ketat dan lebih sedikit fitur berbasis AI pada perangkat dengan memori lebih rendah atau yang berfokus pada anggaran. 

Advertisement

Keterbatasan memori juga dapat memaksa Google untuk memikirkan kembali bagaimana model Gemini Nano diterapkan pada perangkat dan jumlah sumber daya sistem yang dikonsumsinya. 

Digital Trends memberi solusi bagi industri secara keseluruhan untuk dapat mengadopsi pendekatan AI hibrida. Yakni, di mana beberapa fitur ditangani di perangkat dan fitur lainnya dialihkan ke cloud.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.