Garmin Draw Your Instinct 2.0: Ketika Kreativitas Berpadu dengan Teknologi

Garmin rayakan kreativitas generasi muda lewat Draw Your Instinct 2.0 dengan desain watch face Instinct 3 yang penuh eksplorasi.

Img 1380

Garmin Indonesia kembali menghadirkan perayaan kreatif bertajuk Draw Your Instinct 2.0: The Final Showcase, sebuah puncak kompetisi desain watch face yang sukses menarik perhatian ratusan ilustrator muda dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini bukan hanya menjadi ajang adu karya, tetapi juga wadah apresiasi bagi kreativitas, eksplorasi, dan semangat generasi muda yang selaras dengan DNA Garmin Instinct 3.

Sejak awal penyelenggaraan, kompetisi ini membuktikan betapa besar potensi kreatif anak muda Indonesia. Ratusan karya masuk dengan ragam gaya visual, ide segar, hingga keberanian untuk mengekspresikan identitas diri lewat sebuah watch face. Paradiva, ajang ini jelas lebih dari sekadar lomba desain. Ia menjelma menjadi ruang kolaborasi antara brand global, komunitas seni, hingga para kreator yang ingin membangun jembatan antara dunia teknologi, seni, dan passion.

“Draw Your Instinct 2.0 lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah perayaan kreativitas, eksplorasi, dan semangat yang juga menjadi ruh Instinct series. Kami ingin memberi ruang bagi anak muda untuk menciptakan karya orisinal sekaligus menjembatani sport, adventure, dan seni desain,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Senior Marketing Communications Manager Garmin Indonesia.

Advertisement

Dengan tema besar “Follow Yours, All in Instinct,” edisi kedua kompetisi ini menawarkan dimensi baru. Menurut Chandrawidhi—yang akrab disapa Andra—kehadiran layar AMOLED pertama pada seri Instinct memberi peluang karya tampil lebih ekspresif, penuh warna, dan detail yang tajam.

Untuk memperkuat penilaian ajang ini, Garmin menghadirkan empat juri serta empat muse dari latar belakang berbeda, sehingga perspektif kreatif yang dipertimbangkan jauh lebih kaya.

Peserta diberi empat pilar tema: Tough, Light, Energy, dan Passion. Dari semuanya, Energy menjadi tema favorit. Fakta ini menunjukkan kedekatan generasi muda dengan semangat dinamis, penuh gairah, dan vibrant—karakter yang juga melekat pada Instinct 3.

Advertisement

Menurut ilustrator sekaligus juri, Mr. Wormo, tantangan terbesar adalah memilih 10 karya terbaik dari ratusan yang masuk. “Originality, relevansi tema, keterampilan teknis, dan kesesuaian dengan karakter Instinct 3 menjadi kriteria utama. Banyak yang berani menggabungkan dua tema sekaligus, ini tanda keberanian melampaui batas,” ujarnya.

Tiga Karya Terbaik yang Mencuri Perhatian

Dari seleksi ketat, terpilih tiga karya terbaik yang akhirnya dipamerkan dalam Final Showcase. Masing-masing karya bukan sekadar desain visual, tetapi juga simbol eksplorasi, identitas, serta semangat kreatif anak muda Indonesia.

Advertisement

Img 1423
Garmin Draw Your Instinct 2.0: Ketika Kreativitas Berpadu dengan Teknologi 8

Pemenang pertama, The Time Devourer karya Mohammad Baidowih (@remblonkt). Terinspirasi mitologi Jawa-Bali, Batara Kala, karya ini memvisualisasikan perjalanan penuh tantangan dalam mengejar passion. Dengan warna kontras dan figur raksasa menyeramkan, desain ini mengisyaratkan keberanian menghadapi rasa takut, konsistensi berkarya, dan semangat melawan waktu. Baidowih menekankan bahwa desainnya bukan sekadar tampilan jam, melainkan pesan optimisme: Kita bertahan, kita melahap waktu.

Img 1425
Garmin Draw Your Instinct 2.0: Ketika Kreativitas Berpadu dengan Teknologi 9

Pemenang kedua, Supernova karya Alvi Abdurrakhman (@roguesincerity). Supernova merepresentasikan tema Energy. Alvi menghadirkan visual kosmik megah sebagai simbol energi alam semesta yang menopang kehidupan. Pesan personal turut disematkan: bersama Garmin Instinct 3 dengan ketahanan baterainya, tidak ada momen penting yang akan terlewatkan. Desain ini seakan menjadi refleksi bahwa energi hidup bisa hadir di setiap detik.

Img 1424
Garmin Draw Your Instinct 2.0: Ketika Kreativitas Berpadu dengan Teknologi 10

Pemenang ketiga, Gatot Kaca karya Agus Adiputra (@desainputra). Mengusung tema Tough, Agus menggunakan ikon pewayangan Gatotkaca sebagai metafora ketangguhan. Latar api, asap, dan kawah memperkuat narasi “otot kawat, tulang besi”. Warna merah, oranye, hingga kuning membentuk palet intens yang menghadirkan kesan bahwa ketangguhan bukanlah hal instan, melainkan hasil dari ujian panjang.

Advertisement

Ketiga karya ini mencerminkan keberagaman perspektif generasi muda. Ada yang mengangkat budaya lokal, ada pula yang merangkul imajinasi kosmik. Andra pun berharap karya-karya tersebut mampu menjadi inspirasi bahwa eksplorasi tanpa batas adalah kunci dalam menciptakan identitas kreatif.

Generasi Kreatif dan Masa Depan Ekosistem

Draw Your Instinct 2.0 tidak berhenti pada tahap pameran karya. Tahun ini Garmin memberi apresiasi lebih dengan mengaplikasikan karya pemenang ke dalam box design Instinct 3 edisi terbatas. Inisiatif ini membuat hasil karya tidak hanya dipajang di layar, tetapi juga hadir sebagai bagian nyata dari produk yang akan dibawa konsumen.

Advertisement

Img 1372
Garmin Draw Your Instinct 2.0: Ketika Kreativitas Berpadu dengan Teknologi 11

Garmin meluncurkan dua varian baru sebagai bagian dari perayaan ini, yaitu Garmin Instinct 3 Supernova Limited Edition dan Garmin Instinct Crossover AMOLED. Instinct 3 Supernova tampil bold dengan warna penuh energi, dilengkapi box sleeve khusus hasil kolaborasi dengan pemenang kompetisi. Sementara Instinct Crossover AMOLED menyatukan tampilan analog-digital dengan layar dinamis, menawarkan opsi bagi mereka yang lebih fashion-forward tanpa meninggalkan DNA rugged smartwatch Instinct.

Kompetisi ini sejatinya bukan hanya tentang desain watch face, tetapi juga tentang membangun ekosistem kreatif yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari brand global, komunitas seni, hingga kreator lokal yang ingin mengekspresikan diri lewat medium baru. Paradiva, di sinilah letak menariknya: Garmin berhasil menghubungkan dunia teknologi wearable dengan semangat seni yang lekat di hati generasi muda.

Melalui Draw Your Instinct 2.0, dikatakan Andra, Garmin Indonesia ingin menyampaikan pesan sederhana namun kuat: eksplorasi adalah kunci. “Bagi generasi kreatif, eksplorasi berarti keberanian mencoba hal baru, meruntuhkan batas, dan menemukan identitas diri. Ajang ini juga membuktikan bahwa kreativitas lokal bisa berdiri sejajar dengan inovasi teknologi global,” ujar Andra.

Advertisement

Menurutnya, dengan berbagai karya yang lahir dari kompetisi ini, Garmin menegaskan komitmennya untuk terus memberi ruang bagi generasi muda. “Pada akhirnya, jam tangan pintar bukan hanya tentang fungsi, tetapi juga tentang ekspresi, cerita, dan semangat yang dipakainya,” tandasnya.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.