Menteri Ekraf Yakin eSport Akan Pacu Ekonomi Digital Indonesia

Menteri Ekonomi Kreatif optimistis eSport menangkal ekonomi digital RI lewat karier, peluang usaha, dan ekspansi global.

Esport
RRQ Academy Gandeng Immpowered

Di tengah transformasi cepat industri kreatif di Indonesia, ada satu sektor yang semakin mencuri perhatian: eSport. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, baru‑baru ini menyuarakan keyakinannya bahwa eSport mampu menjadi pendorong utama ekonomi digital nasional. Dalam konteks ini, eSport bukan sekadar hiburan kompetitif, tetapi mesin penciptaan lapangan kerja, kolaborasi lintas sektor, dan ekspansi global yang menguntungkan bagi banyak pihak.

eSport: Bukan Sekadar Game, Melainkan Industri Kreatif Dinamis

Menurut Riefky, Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing dalam industri eSport yang kaya akan strategi, teknologi, dan sisi kreatif. Bahkan, eSport telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekonomi kreatif Indonesia, yang kontribusinya terhadap PDB terus meningkat.

Pernyataan ini diungkap saat menghadiri pagelaran FESTIVAL OLAHRAGA MASYARAKAT NASIONAL (FORNAS) VIII 2025 di Mataram, NTB, yang menghadirkan kompetisi eSport dengan game populer seperti Honor of Kings, Tekken 8, dan eFootball pada 26–27 Juli 2025. Acara ini mempersatukan olahraga, budaya, dan teknologi dalam harmoni yang unik.

Advertisement

esport
Riset GGWP: Generasi Tua Bakal Mulai Ikut eSports

Peluang Karier dan Lapangan Kerja yang Luas

Tak hanya sebagai pemain profesional, eSport membuka cakrawala karier di berbagai bidang: manajemen pemain, penyelenggaraan turnamen, shoutcasting, produksi, analisis data, hingga storytelling. Dengan begitu banyak posisi baru, eSport membantu menciptakan pekerjaan kreatif dan teknis yang sangat dibutuhkan era digital sekarang.

Deputi Menteri Kreatif, Irene Umar, juga menambahkan bahwa industri ini tumbuh pesat dan mampu menyerap tenaga kerja lintas disiplin—dari edukasi hingga manajemen acara—serta menarik turis dan peminat dari luar negeri. Ia menyebut eSport sebagai model ekonomi kreatif yang sangat potensial sebagai mesin pertumbuhan nasional.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Konektivitas Ekosistem

Dalam rangka memperkuat ekosistem eSport nasional, Kementerian Ekonomi Kreatif aktif membangun kemitraan lintas sektor. Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan Garena dan Riot Games untuk mendukung IP lokal dan sinergi antara game dan subsektor kreatif lainnya seperti musik, film, dan ilustrasi. Ini menyajikan peluang besar bagi konten budaya Indonesia untuk menjangkau audiens global.

Advertisement

Deputi Menteri Irene Umar menegaskan bahwa kolaborasi antar stakeholder—termasuk pemerintah, pengembang lokal, akademisi, dan komunitas—merupakan kunci membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan target menjadikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif global di bidang gaming.

Dampak Ekonomi Nyata dan Potensi Ekspor

Data terbaru menunjukkan bahwa industri gaming Indonesia memiliki nilai pasar sekitar US$ 2 miliar, dengan sekitar 148 juta gamer aktif. Ini menjadikan Indonesia sebagai pasar game terbesar di Asia Tenggara dan ke-15 di dunia. Kontribusi sektor game terhadap ekonomi kreatif mencapai 4% dari PDB nasional, dan angka ini diharapkan terus tumbuh melalui penguatan produksi lokal dan ekspansi ekspor digital.

Selain itu, eSport mampu mendatangkan pemasukan valuta asing jika konten buatan Indonesia mendapat respons positif global. Pemerintah bahkan telah menyosialisasikan eSport sebagai bagian penting dari industri ekonomi kreatif, untuk melatih gamer menjadi produktor bukan hanya konsumen.

Advertisement

Langkah Strategis Menuju Ekosistem yang Matang

Untuk merealisasikan potensi besar eSport, KemenEkraf menetapkan beberapa langkah strategis:

  • Regulasi dan dukungan kebijakan untuk memperkuat industri eSport sebagai subsektor resmi ekonomi kreatif.
  • Promosi event nasional dan internasional, termasuk mendukung turnamen yang melibatkan game-game populer dan kreator lokal.
  • Pendidikan dan pengembangan SDM, meliputi pelatihan digital, manajemen IP, dan literasi ekonomi kreatif dalam sistem pendidikan dan komunitas lokal.
  • Investasi dan literasi keuangan, sehingga pengembang game, streamer, dan kreator digital memahami peluang bisnis serta modal usaha.

Dengan pendekatan ini, eSport dapat menjadi motor penggerak ekonomi digital sekaligus transformator budaya Indonesia.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Walaupun potensi besar, sektor eSport Indonesia masih menghadapi tantangan seperti dominasi judul game impor, kurangnya pengakuan terhadap IP lokal, serta kebutuhan untuk memperkuat kualitas developer domestik. Oleh karena itu, strategi kolaboratif dan edukatif menjadi jalan utama memperkuat daya saing lokal.

Advertisement

Namun, dengan komitmen pemerintah, dukungan korporasi, dan antusiasme generasi muda digital-savvy, Indonesia berada di posisi unik untuk memimpin jika semua pihak bergerak sinergis dan visioner.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.