Wacana RI Susun Sertifikasi Influencer, Ini Tanggapan Youtube

Youtube
Country Director Google Indonesia Veronia Utami. [Foto: Nadhira/GadgetDiva].

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana untuk menyusun kebijakan baru yang mewajibkan para influencer alias pemengaruh memiliki sertifikasi untuk membuat konten dengan topik tertentu. Kebijakan ini serupa dengan Pemerintah China.

Menanggapi wacana tersebut, perwakilan Youtube Indonesia membuka suara. Country Director Google Indonesia Veroncia Utami menyambut baik wacana sertifikasi influencer oleh Komdigi. 

Veronica melihat bahwa dengan adanya sertifikasi influencer, profesi seperti konten kreator dianggap serius. Serupa dengan financial planner. 

Advertisement

“I believe that any form of upskilling is going to be postive. Karena kan berarti kita memastikan memang siapa pun yang ingin jadi konten kreator tuh tahu, cara dan trik-tiknya. In a way it puts people on a similar starting point gitu ya, ada standarisasi kemampuan minimal gitu ya untuk bisa berhasil menjadi konten kreator,” ungkap Veronica dalam acara konferensi pers Youtube Festival 2025 di Jakarta, Rabu (5/11). 

Selanjutnya, ia melihat wacana sertifikasi influencer ini sebagai proses peningkatan keterampilan. Sebab, akan ada standarisasi kemampuan minimal untuk para konten kreator. Sehingga, siapapun yang ingin menjadi kreator dapat mengetahui bagaimana cara untuk memulai dan mendorong berbagai pihak dalam mencapai standar minimal sesuai aturannya. 

Kendati demikian, pihaknya siap untuk terlibat dalam berdiskusi dengan pemerintah terkait penyusunan regulasi ini. Menurutnya, banyak aspek yang perlu digali lebih dalam lagi.

Advertisement

“Tentunya bagaimana itu [sertifikasi influencer] dilakukan, siapa yang melakukan, bagaimana keterlibatan platform itu adalah PR yang perlu kita jajaki bersama-sama dengan otoritas yang akan mengeluarkannya gitu,” kata dia. 

“Perlu digali lebih dalam lah, kita perlu untuk ngobrol intinya karena kan juga namanya konten kreator juga macam-macam ya, platformnya juga macam-macam gitu. So, how can we go into the dicussion lah, kita ngobrol, kita diskusikan bersama-sama,” ungkap Veronica. 

Dalam kesempatan yang sama, Communications Manager Google Indonesia Feliciana Wienathan menyatakan bahwa Youtube sangat menghargai peningkatan kapasitas untuk individu. Apalagi, di kalangan kreator yang berkaitan dengan membagikan informasi serta edukasi terkait suatu topik. 

Advertisement

“Apalagi yang memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan informasi, memberi edukasi di Youtube, itu sangat-sangat dihargai dan kita sangat mengapresiasi,” jelas Feliciana. 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Komdigi tengah mengkaji kebijakan terbaru dengan pemerintah China untuk mewajibkan para influencer memiliki sertifikasi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto. 

Bonifasius menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan diskusi dan analisis internal terkait aturan tersebut. Pasalnya, pihaknya tengah berupaya mencegah penyebaran konten yang bersifat misinformasi. 

Advertisement

“Kita perlu menjaga, tapi jangan sampai terlalu mengekang. Kompetensi memang diperlukan, jangan sampai muncul tadi justru mereka yang membuat konten yang salah,” kata Bonifasius yang dikutip dari Antaranews.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.