Selama beberapa tahun terakhir, inovasi baterai smartphone berkembang sangat cepat. Namun, di tengah persaingan sengit tersebut, Samsung justru terlihat agak tertinggal dibanding para rivalnya dari China. Merek seperti Honor, Vivo, hingga Xiaomi lebih dulu mencuri perhatian dengan menghadirkan ponsel berdesain tipis tetapi dibekali baterai berkapasitas besar.
Sementara itu, Samsung masih cenderung mempertahankan teknologi baterai konvensional dengan kapasitas yang relatif stagnan. Akibatnya, tak sedikit penggemar yang mulai mempertanyakan keseriusan raksasa teknologi asal Korea Selatan itu dalam menghadirkan terobosan daya tahan baterai.
Namun kini, situasinya tampaknya mulai berubah.
Baca Juga
Advertisement
Berdasarkan bocoran terbaru yang beredar di media sosial X, Samsung dikabarkan tengah menguji baterai smartphone dengan kapasitas ekstrem, yakni mencapai 20.000 mAh. Jika informasi ini benar, langkah tersebut berpotensi menjadi lompatan besar dalam industri perangkat mobile.
Menariknya, baterai raksasa ini tidak menggunakan material lithium-ion biasa. Sebaliknya, Samsung disebut mengadopsi teknologi Silicon-Carbon (Si/C) yang saat ini sedang naik daun di kalangan produsen ponsel China.
Sebagai catatan, teknologi Silicon-Carbon bukanlah hal baru. Honor telah lebih dulu memanfaatkannya pada seri Magic V dan Magic 6 untuk menanamkan baterai besar tanpa membuat bodi ponsel menjadi tebal. Selanjutnya, Xiaomi dan Vivo juga ikut mengadopsi anoda silikon ini di lini flagship mereka.
Baca Juga
Advertisement
Kini, Samsung akhirnya menyusul.
Bocoran detail teknis datang dari akun X @phonefuturist yang mengungkap desain baterai uji coba tersebut menggunakan sistem Dual-Cell atau dua sel yang ditumpuk.
Adapun konfigurasi baterainya terdiri dari:
Baca Juga
Advertisement
- Sel utama berkapasitas 12.000 mAh dengan ketebalan sekitar 6,3 mm
- Sel sekunder berkapasitas 8.000 mAh dengan ketebalan 4 mm
Kedua sel memiliki dimensi serupa, yakni 10 cm x 6,8 cm. Jika digabungkan, total kapasitasnya tembus 20.000 mAh.
Tak hanya besar di atas kertas, hasil pengujiannya pun terbilang mencengangkan.
Prototipe ini diklaim mampu mencatat Screen-on-Time (SOT) hingga 27 jam dalam satu kali pengisian penuh. Selain itu, baterai tersebut juga disebut mampu bertahan hingga 960 siklus pengisian daya selama setahun, sebuah angka yang tergolong tinggi untuk kapasitas sebesar itu.
Baca Juga
Advertisement
Meski demikian, proses pengujian tidak berjalan sepenuhnya mulus.
Dalam laporan tersebut terungkap adanya kegagalan pada uji ketahanan jangka panjang. Sel kedua yang berkapasitas 8.000 mAh dilaporkan mengalami pembengkakan signifikan. Ketebalannya yang semula hanya 4 mm melebar hingga 7,2 mm setelah serangkaian pengujian intensif.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Samsung masih menghadapi tantangan teknis dalam mengoptimalkan stabilitas material Silicon-Carbon pada kapasitas ekstrem.
Baca Juga
Advertisement
Meski begitu, langkah Samsung ini tetap patut diapresiasi.
Pasalnya, teknologi Silicon-Carbon menawarkan kepadatan energi yang jauh lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional. Dengan teknologi ini, produsen dapat menanamkan kapasitas besar dalam ruang fisik yang lebih ringkas.
Jika selama ini brand China memanfaatkannya untuk menciptakan ponsel tipis dengan baterai 5.000 hingga 6.000 mAh, Samsung tampaknya memilih pendekatan berbeda: langsung membidik kapasitas super jumbo.
Baca Juga
Advertisement
Strategi ini bisa menjadi cara Samsung untuk “membayar” keterlambatan mereka dalam adopsi teknologi baterai baru. Alih-alih mengejar secara bertahap, perusahaan tersebut tampaknya ingin langsung melompat jauh ke depan.
Tentu saja, belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai kapan teknologi ini akan benar-benar diterapkan pada produk komersial. Namun, bocoran ini memberi sinyal kuat bahwa Samsung tengah mempersiapkan perubahan besar di sektor daya tahan baterai smartphone.
Apabila pengembangan ini berhasil disempurnakan, bukan tidak mungkin Samsung akan kembali memimpin inovasi industri, sekaligus menantang dominasi brand China dalam teknologi baterai masa depan.
Baca Juga
Advertisement
Kini, publik hanya bisa menunggu, apakah baterai 20.000 mAh berbasis Silicon-Carbon ini akan menjadi revolusi nyata atau sekadar eksperimen ambisius di laboratorium Samsung.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.