Oppo, Vivo, Xiaomi Kurangi Unit Penjualan Smartphone, Fokus pada Varian Flagship

Smartphone
Foto: Unsplash

Para produsen smartphone asal China seperti Oppo, Vivo, Xiaomi dan Transsion berencana untuk menurunkan target penjualan smartphone pada tahun 2026. Hal ini sebabkan oleh kenaikan harga RAM dan memori di pasar smartphone China. 

Sebuah sumber menaytakan bahwa vendor smartphone terkemuka China seperti Oppo, vivo, Xiaomi dan Transsion menuurnkan perkiraan penjualan unit smartphone merkea untuk pengiriman tahun ini. Misalnya, Xiaomi dan Oppo mengurangi jumlah produksi lebih dari 20 persen, Vivo mengalami penurunan hampir 15% dan Transsion memperkirakan pengiriman kurang dari 70 unit smartphone pada tahun 2026. 

Perusahaan-perusahaan ini telah mengurangi jumlah pengiriman smartphone pada kategori kelas menengah hingga bawah dan beberapa produk luar negeri tertentu. Mereka akan berfokus pada smartphone flagship. 

Advertisement

Salah satu sumber menyatakan bahwa para vendor seirng menggunakan langkah ini untuk mendapatkan bahan dan komponen yang cukup dari pemasok flagship tanpa masalah. 

“Untuk mendapatkan sumber daya dari produsen hulu, pembuat ponsel sering kali menerapkan strategi melebih-lebihkan jumlah pengiriman mereka. Pada kenyataannya, pemasok memori seperti Samsung dan SK Hynix belum menerima pemberitahuan apapun dari vendor smartphone bahwa mereka telah menurunkan volume pengiriman yang diharapkan,” ungkap sebuah sumber yang dikutip dari Huawei Central pada Kamis (22/1). 

Seorang karyawan lain dari produsen penyimpanan data mengonfirmasi strategi tersebut. Hal ini menyatakan bahwa volume yang dilaporkan hampir sama dengan yang dicapai tahun lalu dengan sedikit perbedana. Meskipun, Transsion menurunkan volumenya, diperkirakan masih akan mencapai lebih dari 100 juta unit. 

Advertisement

“Menurut kami, pengurangan 20% adalah pernyataan yang berlebihan. Kami tidak akan menyiapkan persediaan berdasarkan volume tersebut. Kami memperkirakan bahwa (data aktual) hanya akan berkurang seitar 10% saja,” kata informan tersebut. 

Di sisi lain, Samsung, Micron dan SK Hynix ingin melindungi pelanggan dengan menawaran harga kepada produsen smartphone lain yang berfluktuasi sesuai dengan harga server. Jika tidak, pelanggan tidak akan dapat membeli perangkat yang akan datang. 

Samsung dan SK Hynix sudah berencana untuk menaikkan harga DRAM mulai kuartal pertama sekitar 60-70%. Hal ini dapat secara langsung memengaruhi para produsen smartphone. 

Advertisement

Menariknya, kenaikan harga ini tidak akan berdampak pada beberapa merek seperti Huawei, Honor dan Lenovo. Sebab, mereka memiliki solusi independen. 

Selain itu, brand-brand ini berupaya untuk mendapatkan pangsa pasar lebih bessar di bawah strategi kenaikan harga memori. Secara khusus, Huawei masih mempertahankan margin keuntungan tertentu pada produk-produknya dengan memanfaatkaan keuntungan biaya yang didapat dari rantai pasokannya. 

Perusahaan ini juga tengah membahas kemungkinan menurunkan harga smartphone Pura, Nova dan Enjoy untuk meningkatkan pangsa pasarnya.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.