Perkembangan layanan streaming musik kini tidak hanya soal koleksi lagu yang lengkap, tetapi juga kualitas suara yang ditawarkan. Seiring meningkatnya kesadaran pendengar terhadap detail audio, Apple Music menghadirkan fitur lossless audio sebagai salah satu daya tarik utamanya. Melalui fitur ini, pengguna dapat menikmati musik dengan kualitas suara yang lebih jernih dan mendekati rekaman asli di studio.
Pada dasarnya, fitur lossless audio di Apple Music dirancang untuk memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih autentik. Berbeda dari format audio standar yang telah dikompresi, lossless audio mempertahankan seluruh data suara tanpa menghilangkan detail penting. Oleh karena itu, Apple menyematkan teknologi ini tanpa biaya tambahan, sehingga bisa dinikmati oleh seluruh pelanggan Apple Music.
Namun demikian, tidak semua pengguna langsung merasakan perbedaan kualitas suara tersebut. Faktor perangkat dan pengaturan menjadi penentu utama. Untuk memahami lebih jauh, berikut penjelasan lengkap mengenai fitur lossless audio di Apple Music.
Baca Juga
Advertisement
1. Lossless Audio Menjaga Kualitas Asli Rekaman
Pertama-tama, lossless audio adalah format yang tidak membuang data suara saat proses kompresi. Artinya, seluruh detail dari rekaman asli tetap dipertahankan. Hal ini berbeda dengan audio lossy yang secara otomatis menghilangkan frekuensi tertentu demi memperkecil ukuran file.
Apple Music sendiri menyediakan dua pilihan kualitas lossless. Yang pertama adalah lossless standar hingga 24-bit/48 kHz. Sementara itu, tersedia juga hi-res lossless hingga 24-bit/192 kHz bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio lebih tinggi. Dengan spesifikasi tersebut, suara musik terdengar lebih utuh, natural, dan kaya detail.
2. Perbedaan Kualitas dengan Audio Standar Cukup Terasa
Sebagian besar platform streaming musik menggunakan format kompresi lossy seperti AAC atau MP3. Format ini memang lebih hemat data, tetapi konsekuensinya adalah hilangnya sebagian detail suara. Bagi pendengar kasual, perbedaan tersebut mungkin tidak terlalu terasa.
Baca Juga
Advertisement
Namun, berbeda halnya dengan lossless audio. Karena tidak ada data yang dihilangkan, suara yang dihasilkan menjadi lebih jernih dan presisi. Detail kecil seperti dentingan instrumen, napas vokalis, hingga efek ruang terdengar lebih jelas. Terlebih lagi, perbedaan ini akan semakin terasa saat menggunakan perangkat audio berkualitas tinggi.
3. Cara Mengaktifkan Lossless Audio di Apple Music
Selanjutnya, Apple memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengaktifkan fitur ini. Pengguna cukup masuk ke menu Settings, lalu pilih Music dan masuk ke bagian Audio Quality. Di menu tersebut, tersedia opsi untuk mengaktifkan Lossless Audio.
Menariknya, Apple juga menyediakan pengaturan terpisah untuk pemutaran melalui streaming dan unduhan. Dengan begitu, pengguna bisa menyesuaikan kualitas audio saat menggunakan Wi-Fi maupun data seluler. Meski demikian, perlu dicatat bahwa lossless audio akan mengonsumsi data lebih besar dibandingkan audio standar.
Baca Juga
Advertisement
4. Perangkat Pendukung Menjadi Faktor Penentu
Meski fitur lossless audio sudah diaktifkan, hasil maksimal tetap bergantung pada perangkat yang digunakan. Untuk mendapatkan kualitas suara optimal, penggunaan headphone berkabel, speaker aktif, atau DAC eksternal sangat disarankan. Perangkat tersebut mampu menerjemahkan detail audio dengan lebih akurat.
Sebaliknya, perangkat Bluetooth seperti AirPods masih memiliki keterbatasan. Teknologi Bluetooth saat ini belum sepenuhnya mendukung transmisi lossless. Akibatnya, suara tetap mengalami kompresi meski lagu diputar dalam format lossless. Khusus untuk hi-res lossless, Apple secara tegas merekomendasikan penggunaan DAC eksternal.
5. Ukuran File Lebih Besar, Tapi Kualitas Lebih Maksimal
Tak dapat dimungkiri, salah satu konsekuensi dari lossless audio adalah ukuran file yang jauh lebih besar. Musik dengan format ini akan menghabiskan lebih banyak data saat diputar secara daring. Selain itu, ruang penyimpanan juga harus disiapkan lebih lega jika pengguna ingin mengunduh lagu untuk didengarkan secara luring.
Baca Juga
Advertisement
Meski begitu, kualitas suara yang dihasilkan menjadi nilai tambah utama. Musik terdengar lebih hidup, detail, dan mendekati versi asli di studio. Oleh karena itu, fitur ini sangat cocok bagi pencinta musik dan kalangan audiofil yang mengutamakan kualitas suara.
6. Dibandingkan Platform Lain, Apple Music Lebih Kompetitif
Menariknya, fitur lossless audio sebenarnya juga ditawarkan oleh platform lain seperti Deezer. Namun, biaya langganannya cenderung lebih mahal. Sementara itu, Spotify hingga kini baru menghadirkan audio lossless pada paket tertentu dengan harga lebih tinggi.
Berbeda dari kompetitornya, Apple Music justru menyertakan fitur lossless audio tanpa biaya tambahan. Hal inilah yang membuat Apple Music dinilai lebih kompetitif, terutama bagi pengguna yang ingin menikmati audio berkualitas tinggi tanpa harus membayar lebih.
Baca Juga
Advertisement
Secara keseluruhan, fitur lossless audio di Apple Music menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih autentik dan mendalam. Dengan kualitas suara mendekati rekaman asli, fitur ini menjadi nilai tambah signifikan bagi para pencinta musik.
Meski demikian, manfaat lossless audio akan terasa optimal jika didukung perangkat yang sesuai. Jika kamu mengutamakan kualitas suara dan ingin eksplorasi detail musik lebih dalam, fitur ini layak untuk dicoba. Jadi, apakah Paradiva siap merasakan sensasi audio yang lebih jernih di Apple Music?
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.