Krisis RAM Global, IDC Ramal Kenaikan Harga Smartphone Hingga 8%

Smartphone
Foto: Unsplash/Robin Worrall

Firma riset International Data Corporation (IDC) memperkirakan kenaikan harga smartphone di tahun 2026. Hal ini dipengaruhi oleh krisis RAM global. 

Pada dasarnya, struktur biaya sebuah smartphone sangat bergantung pada memori alias RAM yang digunakan. Untuk pernagkat kelas menengah, memori dapat mencapai 15-20% dari total biaya produksi (Bill of Materials/BOM), sedangkan untuk perangkat kelas unggulan bisa mencapai sekitar 10-15%. 

Kini, harga memori terus melonjak akibat krisis RAM. Oleh sebab itu, OEM kemungkinan besar harus menaikkan harga secara signifikan, mengurangi spesifikasi atau keduanya. 

Advertisement

IDC memberi dua skenario yang akan terjadi akibat dampak kumulatif dari tekanan-tekanan tersebut. Yakni, skenario penurunan meoderat dan penurunan pesimistis. 

Di tahun 2026, Harga jual rata-rata (ASP) smartphone dapat meningkat sebesar 3% hingga 5% dalam skenario moderat. Sedangkan, dalam skenario pesimistis, ASP diperkirkan meningkat 6% hingga 8%. 

Smartphone di segmen harga low-end akan mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Sebab, margin keuntungan sangat ketat, sehingga OEM harus membebankan biaya tersebut kepada end user. 

Advertisement

IDC meramal kenaikan harga smarpthone ini akan menyebabkan daya beli konsumen menurun. Oleh sebab itu, perusahaan memprediksi pasar smartphomne dapat menyusut sebesar 2,9% dalam skenario moderat, sedangkan skenario pesimistis, angkat tersebur mencapai 5,2%. 

“Terlepas dari tingkat keparahan skenario, siklus penggantian yang lebih lama kemungkinan akan terjadi di pasar dengan biaya yang meningkat, yang menyebabkan daya beli menurun. Di sisi lain, di pasar yang lebih matang, konsumen kemungkinan akan mengandalkan pembiayaan dan rencana angsuran untuk menyerap harga yang lebih tinggi,” tulis IDC dalam pernyataan resminya dikutip pada Rabu (24/12). 

Di samping itu, menurut IDC, pabrikan smartphone yang bisnisnya berfokus pada segmen pasar bawah kemungkinan akan mengalami dampak yang signifikan seperti TCL, Transsion, Realme, Xiaomi, Lenovo, OPPO, Vivo, Honor atau Huawei. 

Advertisement

“Di segmen pasar premium, Apple dan Samsung menghadapi tekanan tetapi secara struktural terlindungi. Cadangan kas dan perjanjian pasokan jangka panjang mereka memungkinkan mereka untuk memastikan pasokan memori 12-24 bulan sebelumnya,” ungkap laporan tersbeut. 

Sementara itu, model flagship baru pada tahun 2026 diperkirakan tidak akan mengalami peningkatan RAM. Tetap menggunakan varian RAM 12GB untuk model Pro, alih-alih meningkatkannya menjadi 16GB. 

Lebih lanjut, krisis RAM telah melanda industri elektronik secara global. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan infrastruktur Ai yang memberikan tekanan signifikan terhadap eksositem memori. 

Advertisement

Kinerja AI membutuhkan jumlah memori besar. Oleh sebab itu, kelangkaan ini sebagian besar disebabkan oleh alih fungsi kapasitas produksi dari elektronik konsumen ke solusi memori bermargin tinggi untuk mendukung AI. 

Hal tersebut membuat produsen memori besar mengalihkan produksi ke memori yang digunakan dalam pusat data AI seperti HBM (High-Bandwidth Memory) dan DDR5 berkapasitas tinggi. Sebab, lebih menguntungkan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.