iPhone 17 Meledak di Q2 2026: Jadi HP Terlaris Apple, Pendapatan Tembus Rp1.800 Triliun!

Iphone17

Apple kembali menunjukkan dominasinya di pasar global. Pada kuartal II 2026, lini iPhone 17 sukses menjadi produk paling populer sekaligus pendorong utama lonjakan pendapatan perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Apple mencatat pendapatan fantastis sebesar 111,2 miliar dolar AS hingga akhir Maret 2026. Angka ini naik 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kata lain, performa ini bukan sekadar naik tipis, tetapi benar-benar mencerminkan pertumbuhan yang signifikan.

Di balik capaian tersebut, lini iPhone 17 memainkan peran krusial. Seri ini terdiri dari iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, hingga varian iPhone 17e yang menyasar segmen lebih luas. Kombinasi varian ini membuat Apple mampu menjangkau berbagai tipe pengguna, dari entry-level hingga premium.

Advertisement

Lebih lanjut, iPhone sendiri menyumbang pendapatan sebesar 57 miliar dolar AS dari total penjualan produk Apple yang mencapai 80,2 miliar dolar AS. Sementara itu, segmen layanan seperti iCloud, Apple Music, dan App Store juga ikut berkontribusi besar dengan pendapatan 31 miliar dolar AS.

Tak berhenti di situ, pertumbuhan penjualan iPhone juga tercatat dua digit di berbagai pasar utama. Mulai dari Amerika Serikat, Eropa Barat, hingga kawasan Asia seperti India, Jepang, China, dan Asia Tenggara. Artinya, daya tarik iPhone 17 tidak hanya kuat di satu wilayah, tetapi merata secara global.

CEO Apple, Tim Cook, menyebut bahwa kuartal ini menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah perusahaan. Ia menegaskan bahwa penjualan iPhone mencetak rekor tertinggi untuk periode Maret. Selain itu, layanan digital Apple juga mencatat rekor baru.

Advertisement

Senada dengan itu, CFO Apple, Kevan Parekh, mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil menghasilkan arus kas operasional lebih dari 28 miliar dolar AS. Ia juga optimistis bahwa lini iPhone 17 akan terus meningkatkan pangsa pasar Apple di berbagai wilayah ke depannya.

Sementara itu, lini produk lain juga tetap memberikan kontribusi. Komputer Mac mencatat pendapatan 8,4 miliar dolar AS, iPad sebesar 6,9 miliar dolar AS, serta perangkat wearable, rumah, dan aksesori menyumbang 7,9 miliar dolar AS. Meski begitu, iPhone tetap menjadi tulang punggung utama.

Meta Gaspol di AI, Akuisisi Startup Robot Humanoid

Di sisi lain, langkah agresif juga datang dari Meta. Perusahaan ini resmi mengakuisisi startup robotika bernama Assured Robot Intelligence (ARI).

Advertisement

Meski nilai transaksi tidak diungkapkan, langkah ini menunjukkan keseriusan Meta dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan, khususnya di bidang robot humanoid.

Dalam pernyataannya, Meta menyebut bahwa ARI merupakan perusahaan yang berada di garis depan inovasi robotik. Teknologi yang dikembangkan memungkinkan robot untuk memahami, memprediksi, hingga beradaptasi dengan perilaku manusia dalam situasi kompleks.

Sebagai bagian dari akuisisi ini, seluruh tim ARI termasuk para pendirinya akan bergabung ke divisi AI Meta, tepatnya di Superintelligence Labs. Hal ini tentu memperkuat fondasi riset AI Meta ke level yang lebih tinggi

Advertisement

ARI sendiri dikenal mengembangkan model dasar robot humanoid yang mampu menjalankan berbagai tugas, termasuk pekerjaan rumah tangga. Dengan kata lain, visi mereka bukan sekadar robot industri, tetapi robot yang bisa hidup berdampingan dengan manusia.

Salah satu pendiri ARI, Xiaolong Wang, sebelumnya merupakan peneliti di Nvidia sekaligus akademisi di University of California San Diego. Sementara itu, pendiri lainnya, Lerrel Pinto, memiliki pengalaman di New York University serta terlibat dalam pengembangan startup robot humanoid lainnya.

Robot Humanoid & Masa Depan AI: Menuju AGI?

Langkah Meta ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan robot humanoid menjadi salah satu fokus utama dalam industri teknologi.

Advertisement

Bahkan, sejumlah pakar menilai bahwa robot humanoid berperan penting dalam mencapai Artificial General Intelligence (AGI). Ini adalah tahap di mana AI mampu menyamai, bahkan melampaui kemampuan manusia dalam berbagai aspek.

Tak heran jika banyak perusahaan teknologi mulai berlomba-lomba masuk ke sektor ini. Selain Meta, sejumlah pemain besar lain juga diam-diam mengembangkan teknologi serupa.

Dari sisi industri, tren ini menunjukkan percepatan yang cukup signifikan. Proyeksi pasar robot humanoid pun terus meningkat, dengan estimasi nilai mencapai puluhan miliar hingga triliunan dolar AS dalam beberapa dekade ke depan.

Advertisement

Meski begitu, jalan menuju masa depan tersebut masih penuh tantangan. Mulai dari aspek teknologi, regulasi, hingga penerimaan masyarakat, semuanya akan menjadi faktor penentu.

Jika ditarik garis besar, kuartal II 2026 menjadi momen penting bagi dua raksasa teknologi dunia. Apple sukses mengukuhkan iPhone 17 sebagai produk unggulan yang mendorong pertumbuhan pendapatan secara signifikan.

Di sisi lain, Meta memilih langkah berbeda dengan memperkuat investasi di sektor AI dan robot humanoid melalui akuisisi ARI.

Advertisement

Kedua strategi ini menunjukkan satu hal yang sama: masa depan teknologi akan semakin terintegrasi antara perangkat pintar dan kecerdasan buatan. Tinggal menunggu waktu, siapa yang akan memimpin era berikutnya.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.