Google Pixel 10a Resmi Meluncur: Fitur AI Bertambah, Upgrade Minim, Harga Mulai Rp9 Jutaan

Google

Pasar smartphone global kembali memanas sejak awal 2026. Pada 18 Februari lalu, Google resmi memperkenalkan perangkat terbarunya untuk segmen menengah, yakni Google Pixel 10a. Alih-alih menghadirkan model flagship, raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini memilih melanjutkan lini a-Series sebagai opsi Pixel yang lebih terjangkau. Namun demikian, kehadiran Pixel 10a justru menuai sorotan karena pembaruan yang dibawanya dinilai sangat terbatas.

Sebagai informasi, seri Pixel a selama ini dikenal sebagai “versi hemat” dari lini Pixel utama. Meski lebih murah, Google tetap berusaha mempertahankan keunggulan utamanya, terutama dalam hal pengalaman kamera dan fitur kecerdasan buatan (AI). Akan tetapi, seiring waktu, dominasi tersebut mulai mendapat tantangan serius. Produsen lain seperti Samsung dan OPPO kini sukses mempersempit jarak inovasi, bahkan menghadirkan fitur AI generatif yang tak kalah canggih di kelas harga serupa.

Desain Masih Familiar, Material Lebih Ramah Lingkungan

Jika dilihat sekilas, desain Pixel 10a nyaris identik dengan pendahulunya. Google tampaknya tidak ingin mengambil risiko besar dari sisi visual. Meski begitu, terdapat beberapa sentuhan baru yang patut dicatat. Salah satunya adalah penggunaan material daur ulang secara penuh pada bingkai aluminium, serta hingga 81% material plastik daur ulang pada bodi belakang.

Advertisement

Selain itu, Pixel 10a kini telah mengantongi sertifikasi IP68, yang berarti lebih tahan terhadap debu dan air. Di bagian depan, Google membekalinya dengan proteksi Gorilla Glass 7i untuk meningkatkan ketahanan layar dari goresan maupun benturan ringan.

Layar Lebih Terang, Tetap Nyaman Digunakan

Beralih ke sektor layar, Pixel 10a masih mengusung panel P-OLED berukuran 6,3 inci dengan refresh rate 120Hz. Meski ukuran dan teknologinya tidak berubah, Google memberikan peningkatan pada tingkat kecerahan. Kini, layar Pixel 10a mampu mencapai hingga 3.000 nits, atau sekitar 11% lebih terang dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan begitu, visibilitas layar saat digunakan di luar ruangan diklaim jauh lebih baik.

Baterai Lebih Besar dan Pengisian Daya Lebih Cepat

Salah satu peningkatan yang cukup terasa hadir di sektor daya. Pixel 10a dibekali baterai berkapasitas 5.100 mAh, sedikit lebih besar dari generasi sebelumnya. Tidak hanya itu, kecepatan pengisian dayanya juga meningkat signifikan. Jika sebelumnya hanya mendukung 23W, kini Pixel 10a sudah mendukung fast charging hingga 45W, yang memungkinkan pengisian 50% hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Advertisement

Dalam klaim resminya, Google menyebut daya tahan baterai Pixel 10a bisa mencapai lebih dari 30 jam penggunaan normal, atau bahkan hingga 120 jam dengan mode Extreme Battery Saver. Dukungan wireless charging pun tetap tersedia, sebuah nilai tambah di kelas menengah.

Fitur AI Jadi Nilai Jual Utama

Di luar aspek hardware, pembaruan Pixel 10a lebih banyak difokuskan pada sisi software dan AI. Untuk pertama kalinya, Pixel a-Series kini mendukung fitur komunikasi via satelit, meski masih terbatas di wilayah tertentu.

Pada sektor kamera, Google menambahkan sejumlah fitur berbasis AI. Salah satunya adalah Auto Best Take, yang menggabungkan beberapa frame foto untuk menghasilkan gambar grup terbaik. Ada pula Camera Coach, fitur berbasis Google Gemini yang memberikan panduan memotret secara real-time agar hasil foto lebih optimal.

Advertisement

Tak hanya itu, Pixel 10a juga mendukung pengeditan foto melalui perintah suara, serta kompatibilitas Quick Share yang kini bisa digunakan untuk berbagi file dengan perangkat Apple, mirip fitur AirDrop.

Spesifikasi Masih Sama, Harga Naik Kelas

Sayangnya, di luar fitur AI, spesifikasi inti Pixel 10a nyaris tidak berubah. Smartphone ini masih ditenagai chipset Tensor G4, dipadukan dengan RAM 8GB dan pilihan memori internal 128GB atau 256GB. Sebagai ponsel Google, Pixel 10a tetap menawarkan dukungan pembaruan sistem operasi hingga tujuh tahun, serta layanan VPN bawaan tanpa biaya tambahan di negara tertentu.

Untuk kamera, Pixel 10a mengusung sensor utama 48MP dengan kemampuan 8x Super Res Zoom, serta kamera ultra-wide 13MP yang mendukung autofokus untuk foto makro. Kamera depan dan belakang sama-sama mendukung perekaman video 4K, meski hanya kamera belakang yang bisa merekam hingga 4K 60fps.

Advertisement

Di pasar Amerika Serikat, Pixel 10a dibanderol USD 499 atau sekitar Rp8,4 jutaan. Sementara di India, harganya mencapai INR 49.999, setara Rp9,2 jutaan. Dengan banderol tersebut, Pixel 10a kini berada sangat dekat dengan segmen menengah premium, yang di Indonesia justru menawarkan spesifikasi hardware dan kamera lebih agresif.

Dengan pembaruan yang tergolong minor, Pixel 10a tampaknya akan lebih menarik bagi pengguna setia ekosistem Google. Pertanyaannya, apakah konsumen Indonesia masih tertarik membelinya secara non-resmi di tengah persaingan yang semakin ketat?

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.