GadgetDIVA
  • GADGET
  • TECHDIVA
  • NEWS
  • FAMILY
  • UMKM
  • E-COMMERCE
  • TIPS
  • VIDEO
  • APLIKASI
  • LIFE
  • GAMES
  • Peta Situs
  • Tentang Kami
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks Berita
logo
logo
GadgetDIVA
  • GADGET
  • TECHDIVA
  • NEWS
  • FAMILY
  • UMKM
  • E-COMMERCE
  • TIPS
  • LAINNYA
    • VIDEO
    • APLIKASI
    • LIFE
    • GAMES
GadgetDIVA
  • GADGET
  • TECHDIVA
  • NEWS
  • FAMILY
  • UMKM
  • E-COMMERCE
  • TIPS
  • LAINNYA
    • VIDEO
    • APLIKASI
    • LIFE
    • GAMES
GadgetDIVA > Artikel > GADGET > Apple Music Siapkan Label Khusus untuk Musik AI, Pendengar Bisa Tahu Lagu Dibuat Manusia atau Mesin
GADGET

Apple Music Siapkan Label Khusus untuk Musik AI, Pendengar Bisa Tahu Lagu Dibuat Manusia atau Mesin

Posted by Firda Zahara 5 Maret 2026 | 22:45
Applemusic
– Advertisement –
BACA JUGA
Hisense
Hisense A10 Resmi Diperkenalkan, HP E-Ink dengan Layar Warna Lepas-Pasang Pertama Bikin Membaca Makin Nyaman

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah wajah industri musik digital. Menyadari perubahan tersebut, Apple dikabarkan tengah menyiapkan sistem baru di platform Apple Music untuk membantu pendengar membedakan musik yang dibuat manusia dengan yang melibatkan teknologi AI.

Langkah ini dilakukan dengan menghadirkan penanda transparansi khusus pada konten yang diunggah ke platform tersebut. Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui apakah sebuah lagu sepenuhnya dibuat oleh manusia atau justru dibantu oleh teknologi kecerdasan buatan.

Informasi mengenai rencana ini pertama kali dilaporkan oleh media teknologi TechCrunch pada Rabu (4/3). Laporan tersebut mengutip informasi dari Music Business Worldwide yang menyebut bahwa Apple telah mengirimkan pemberitahuan kepada label rekaman serta distributor musik melalui sebuah buletin internal.

Baca Juga

  • Lenovo Legion R9000X 2026 Resmi Meluncur, Laptop Gaming Tipis dengan Ryzen AI Max+ 392 dan Layar OLED 165Hz
  • Hisense A10 Resmi Diperkenalkan, HP E-Ink dengan Layar Warna Lepas-Pasang Pertama Bikin Membaca Makin Nyaman

Advertisement

Melalui buletin tersebut, Apple menjelaskan rencananya untuk meluncurkan serangkaian metadata baru yang berkaitan dengan penggunaan AI dalam proses produksi musik.

Metadata Baru untuk Menandai Keterlibatan AI

Dalam industri musik digital, metadata merupakan elemen penting yang berfungsi sebagai identitas sebuah karya. Biasanya, metadata mencakup informasi seperti judul lagu, nama album, nama artis, genre, hingga detail lain yang membantu mengorganisasi file musik di platform streaming.

Namun ke depan, Apple Music akan menambahkan opsi metadata baru yang memungkinkan distributor menandai keterlibatan AI dalam sebuah karya musik.

Baca Juga

  • Samsung Galaxy M47 5G Naik Harga Rp1,5 Juta Seminggu Setelah Rilis di India, Ini Penyebabnya
  • Bocoran Redmi Note 17 dan Note 17 Pro Terungkap Jelang Rilis, Baterai Jumbo hingga Layar 7 Inci Siap Menggoda

Advertisement

Artinya, ketika sebuah lagu diunggah ke Apple Music, label rekaman atau distributor dapat menambahkan tag khusus jika dalam proses pembuatannya melibatkan teknologi AI.

Penanda tersebut tidak hanya berlaku untuk satu aspek saja. Apple bahkan memberikan opsi lebih rinci untuk menandai bagian mana dari karya musik yang melibatkan AI.

Sebagai contoh, AI bisa saja digunakan dalam beberapa elemen berikut:

Baca Juga

  • Motorola Edge 70 Max Resmi Ungkap Spesifikasi Jelang Rilis, Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 7.100mAh Jadi Andalan
  • DJI AP100 Resmi Meluncur, Parasut Canggih untuk Lindungi Drone Matrice 400 Saat Darurat

Advertisement

  • Sampul album atau artwork
  • Trek musik atau aransemen
  • Komposisi atau lirik lagu
  • Video musik

Dengan adanya penandaan ini, pendengar dapat memahami bagaimana sebuah lagu diproduksi, apakah sepenuhnya karya manusia atau hasil kolaborasi antara manusia dan mesin.

Respons Terhadap Kekhawatiran Industri Musik

Langkah Apple ini tidak lepas dari meningkatnya kekhawatiran di industri musik terkait penggunaan AI. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi AI mampu menciptakan lagu secara otomatis, bahkan meniru gaya penyanyi terkenal.

Fenomena ini menimbulkan perdebatan tentang hak cipta, transparansi, serta etika penggunaan teknologi dalam proses kreatif.

Baca Juga

  • Harga Samsung Galaxy Z Fold 8, Fold 8 Ultra, dan Z Flip 8 Bocor! Varian Ultra Tembus Rp34 Jutaan, Ini Detailnya
  • Tips Bikin Konten Estetik Pakai Fitur AI di Oppo Reno 16 Series

Advertisement

Oleh karena itu, kehadiran penanda AI dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga kepercayaan pengguna sekaligus memberikan transparansi kepada pendengar.

Selain itu, sistem ini juga membantu melindungi para kreator musik yang membuat karya secara manual tanpa bantuan AI.

Dengan adanya label khusus, pendengar dapat lebih memahami proses di balik pembuatan lagu yang mereka dengarkan.

Baca Juga

  • Harga Oppo Reno 16 Series Naik Drastis, Apa Alasannya?
  • Negara Tetangga Siap Terapkan Jaringan 6G Tahun 2030, Gimana Nasib Indonesia?

Advertisement

Ide Fitur yang Pernah Muncul dari Komunitas

Menariknya, konsep penandaan musik berbasis AI sebenarnya sudah pernah muncul dari komunitas pengguna Apple Music.

Di forum daring Reddit, seorang pengguna sebelumnya pernah membagikan contoh konsep fitur yang memungkinkan platform streaming menandai musik yang dihasilkan oleh AI.

Ide tersebut mendapat respons cukup positif dari komunitas karena dianggap dapat meningkatkan transparansi di industri musik digital.

Baca Juga

  • Bocoran Motorola Edge 70 Max di Flipkart: Gandeng Snapdragon 8 Gen 5 dan Fitur Magnetik Mirip iPhone!
  • Harga Mulai Rp11 Jutaan, Ini Fitur Gila DJI Osmo Pocket 4P yang Bikin Vlogger Ngiler

Advertisement

Kini, rencana Apple untuk menghadirkan metadata AI menunjukkan bahwa perusahaan teknologi tersebut juga melihat kebutuhan yang sama dari para pengguna.

Tantangan Penandaan AI

Meski terdengar menjanjikan, sistem penandaan ini tetap memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah metode penandaan yang masih bersifat manual.

Artinya, Apple akan mengandalkan label rekaman dan distributor musik untuk secara sukarela menambahkan metadata yang menandai penggunaan AI dalam karya mereka.

Baca Juga

  • Google Siap Gelar Made by Google 2026 Lebih Awal, Bocorkan Sentuhan Emas Pixel Terbaru
  • Harga Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 Diramal Tembus Rp40 Juta

Advertisement

Pendekatan ini tentu membuka kemungkinan adanya konten yang tidak ditandai secara jujur atau lengkap. Jika hal itu terjadi, maka tujuan transparansi bisa menjadi kurang efektif.

Selain itu, perkembangan teknologi AI yang sangat cepat juga membuat batas antara karya manusia dan mesin semakin sulit dibedakan.

Platform Streaming Lain Sudah Mulai Bergerak

Apple Music bukan satu-satunya platform yang mencoba mengatasi fenomena musik AI. Beberapa layanan streaming lainnya juga mulai mengambil langkah serupa.

Baca Juga

  • Nubia Neo 5 GT Special Edition dan REDMAGIC 11S Pro Masuk ke Indonesia, Harga Mulai Rp. 6,4 Jutaan
  • Galaxy Unpacked Siap Digelar, Rilis Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8

Advertisement

Spotify, misalnya, telah lebih dulu mempertimbangkan kebijakan terkait distribusi musik yang dibuat menggunakan teknologi AI.

Sementara itu, platform streaming Deezer bahkan mencoba pendekatan berbeda dengan mengembangkan sistem deteksi internal untuk mengenali lagu yang dibuat oleh AI.

Namun demikian, teknologi deteksi otomatis ini juga belum sepenuhnya akurat. Sistem tersebut masih menghadapi berbagai tantangan teknis, terutama dalam membedakan karya manusia dengan musik yang dihasilkan oleh algoritma.

Baca Juga

  • Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 Masuk ke Indonesia, Harga Rp. 9 Jutaan
  • Lepas Charger Seharian! Intip Rahasia Redmi Pad 2 9.7 4G yang Bikin Betah WFH

Advertisement

Masa Depan Transparansi Musik Digital

Rencana Apple Music untuk menambahkan label AI dapat menjadi langkah awal menuju ekosistem musik digital yang lebih transparan.

Jika sistem ini berhasil diterapkan dengan baik, pendengar akan memiliki informasi yang lebih jelas tentang asal-usul lagu yang mereka dengarkan.

Di sisi lain, kreator musik juga bisa mendapatkan pengakuan yang lebih adil atas karya mereka.

Baca Juga

  • Segera Rilis! Vivo T5 Lite 44W Siap Menggebrak Pasar, Ini Bocoran Spesifikasi dan Fiturnya
  • Bawa Baterai 6.000 mAh dan Layar AMOLED 120Hz, Segini Harga Nothing Phone (4b) Terbaru!

Advertisement

Seiring berkembangnya teknologi AI di industri kreatif, transparansi kemungkinan akan menjadi isu penting yang terus dibahas.

Karena itu, kebijakan seperti yang direncanakan Apple Music dapat menjadi contoh bagi platform streaming lainnya dalam menghadapi era baru musik berbasis kecerdasan buatan.

Baca Juga

  • Vivo G5i dan G5z Resmi Hadir! HP dengan Baterai 7.200mAh dan Snapdragon 4 Gen 2, Akankah Masuk Indonesia?
  • Lebih Murah & Canggih! Nothing Ear (3a) Resmi Rilis, Bawa Fitur Rekam Suara dan Baterai 42 Jam

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

– Advertisement –
Tags: Apple Music Deezer headline industri musik digital Kecerdasan Buatan metadata musik Musik AI spotify Streaming Musik teknologi musik transparansi AI
Bagikan ke
Share on WhatsApp Share on WhatsApp Share on Linkedin Share on Telegram
ARTIKEL SEBELUMNYA Tiktok TikTok Ungkap Alasan Tak Gunakan Enkripsi End-to-End di Fitur DM, Demi Keamanan Pengguna
ARTIKEL SELANJUTNYA Realme165G realme 16 5G Hadirkan ‘Selfie Mirror’, Inovasi Kamera Unik yang Bikin Selfie Pakai Kamera Belakang Makin Mudah

TERPOPULER

Samsungm47

Samsung Galaxy M47 5G Naik Harga Rp1,5 Juta Seminggu Setelah Rilis di India, Ini Penyebabnya

12 Juli 2026 | 13:49
Redminote17

Bocoran Redmi Note 17 dan Note 17 Pro Terungkap Jelang Rilis, Baterai Jumbo hingga Layar 7 Inci Siap Menggoda

12 Juli 2026 | 13:44
Netflix

Netflix Family Festival 2026: World of Wonder Digelar di Indonesia

11 Juli 2026 | 23:33
Netflix

Film Lokal Masuk Jajaran Global Top 10 Netflix Selama 4 Tahun Terakhir

11 Juli 2026 | 21:54

JANGAN LEWATKAN

Motorola
GADGET

Motorola Edge 70 Max Resmi Ungkap Spesifikasi Jelang Rilis, Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 7.100mAh Jadi Andalan

11 Juli 2026 | 19:28
Wamenkomdigi
NEWS

Film Indonesia Sedang Naik Daun, Wamenkomdigi Ingatkan Platform Streaming Wajib Lindungi Anak

11 Juli 2026 | 19:03
Dji
GADGET

DJI AP100 Resmi Meluncur, Parasut Canggih untuk Lindungi Drone Matrice 400 Saat Darurat

11 Juli 2026 | 12:31
Galaxyzfold
GADGET

Harga Samsung Galaxy Z Fold 8, Fold 8 Ultra, dan Z Flip 8 Bocor! Varian Ultra Tembus Rp34 Jutaan, Ini Detailnya

11 Juli 2026 | 12:27
Komdigi
APLIKASI

Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Indonesia Masih Palsukan Usia Akun Media Sosial

11 Juli 2026 | 12:22
Oppo Reno 16 Series
GADGET

Tips Bikin Konten Estetik Pakai Fitur AI di Oppo Reno 16 Series

10 Juli 2026 | 19:16
Satelit
NEWS

Satelit Bakal Jadi Instrumen Penting untuk Jaringan 6G

10 Juli 2026 | 17:08
Oppo Reno 16 Series
GADGET

Harga Oppo Reno 16 Series Naik Drastis, Apa Alasannya?

10 Juli 2026 | 16:28
logo white
  • Peta Situs
  • Tentang Kami
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks Berita
Responsive Footer Menu - Single Line
  • Peta Situs
  • Tentang Kami
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks Berita

Ikuti Sosial Media GadgetDIVA di:

Facebook-f X-twitter Youtube Instagram Tiktok

GadgetDIVA.id by PT Konten Cipta Kreatif ©2025 | All Rights Reserved

GadgetDIVA.id by PT Konten Cipta Kreatif

©2025 | All Rights Reserved

GadgetDIVA Networks :

gizmologi
otodiva
traveldiva
uptodai
technonesia
gizmologi
otodiva
traveldiva
technonesia
uptodai