Konsumen E-Commerce Cari Pengalaman Premium

Konsumen e-commerce kini tak hanya soal harga. Mereka menuntut kualitas, kenyamanan, dan layanan premium dalam berbelanja online.

Img 0980 1

Harga murah memang masih jadi magnet utama di dunia belanja online. Namun, paradiva, sebuah survei terbaru menunjukkan konsumen Indonesia kini semakin cerdas dan menuntut lebih dari sekadar potongan harga. Mereka menginginkan pengalaman belanja premium yang meliputi kualitas produk, kenyamanan transaksi, hingga jaminan layanan setelah pembelian.

Survei Kumparan pada Juli–Agustus 2025 menemukan fakta menarik: 6 dari 10 konsumen Indonesia pernah menghadapi kendala saat belanja online. Dari jumlah itu, 64% mengaku masalah terjadi setelah transaksi selesai, seperti keterlambatan pengiriman, kesulitan melacak paket, hingga respons lambat dari layanan pelanggan.

Temuan ini menegaskan bahwa insentif harga saja tidak cukup. Konsumen ingin kepastian emosional dan finansial, sehingga pengalaman menyeluruh dalam berbelanja menjadi prioritas.

Advertisement

Blibli Tangkap Tren Premiumisasi

Melihat arah ini, Blibli menguatkan strategi bisnisnya untuk menangkap tren premiumisasi. CEO sekaligus Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menyatakan bahwa membangun pengalaman belanja yang seamless, aman, dan terpercaya menjadi pondasi pertumbuhan perusahaan.

“Tahun 2024 membuktikan strategi kami mampu mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Ekosistem omnichannel terintegrasi adalah kunci menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan,” ujarnya dalam laporan kinerja kuartal II/2025.

Advertisement

Img 0981
Konsumen E-Commerce Cari Pengalaman Premium 5

Blibli memperluas jaringan layanan dengan menghadirkan toko fisik, supermarket premium, hingga pusat pengalaman home and living. Selain itu, ribuan mitra toko ikut serta melalui program Click & Collect dan Blibli In-Store. Fleksibilitas ini memungkinkan pelanggan berbelanja online sekaligus mengambil barang langsung di toko terdekat.

Program loyalitas Blibli Tiket Rewards juga memperkuat ekosistem, memberi konsumen poin yang bisa ditukar dengan berbagai keuntungan.

Kebutuhan pengalaman belanja premium muncul seiring pertumbuhan kelas menengah di Indonesia. Data BPS 2024 mencatat ada lebih dari 47,85 juta konsumen kelas menengah, mayoritas melek digital.

Advertisement

Mereka selektif dalam memilih brand yang terpercaya, menuntut fleksibilitas menjelajah produk secara online, kenyamanan mengambil barang di toko, serta jaminan layanan purna jual. Bagi kelompok ini, belanja bukan sekadar memenuhi kebutuhan, tapi juga bagian dari gaya hidup.

Untuk menopang permintaan tersebut, Blibli mengoperasikan 13 gudang besar dengan luas total lebih dari 200 ribu meter persegi di kota-kota besar. Menggunakan model hub-and-spoke, layanan Fulfillment at Speed (FAS) dan Fulfillment by Blibli (FBB) membantu merek dan penjual mendistribusikan produk dengan standar SLA tinggi.

Tak hanya itu, fitur jaminan juga diperkuat. Mulai dari program Pasti ORI, pengiriman tepat waktu, perlindungan gratis hingga 24 bulan, hingga opsi retur tanpa syarat. Semua didukung layanan pelanggan 24/7 yang responsif, sehingga konsumen merasa lebih aman dan nyaman.

Advertisement

Dengan pendekatan ini, Blibli menghadirkan pengalaman belanja #NoBlablaDiBlibli yang menekankan rasa aman, keaslian, dan nilai tambah jangka panjang.

Fenomena pergeseran konsumen menuju produk premium juga diakui Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA). Sekretaris Jenderal idEA, Budi Primawan, menyebut ada tiga faktor utama yang mendorong premiumisasi.

Pertama, perubahan preferensi konsumen. Mereka semakin sadar kualitas dan mencari produk asli dengan jaminan resmi, meski harus membayar lebih. Kedua, strategi diferensiasi. Dengan persaingan harga yang ketat, sejumlah platform menggandeng brand premium untuk membedakan diri. Ketiga, dampak terhadap ekosistem. Langkah ini membuka peluang bagi brand global maupun lokal untuk memperluas jangkauan, sekaligus mendorong UMKM meningkatkan kualitas agar mampu bersaing di kategori premium.

Advertisement

Testimoni di Media Sosial

Di luar data, testimoni konsumen di media sosial juga menguatkan tren ini. Akun @bannaberrystar misalnya, membandingkan beberapa toko resmi smartphone dan menilai Blibli lebih unggul karena berani memberi garansi fisik. “Aku udah survei ke-3 toko, rekomen ke Blibli karena dia kasih garansi fisik, nggak cuma software. Plus, masih dapat kepala charger dan tempered glass,” tulisnya.

Komentar lain datang dari akun @nakkyuping yang rutin membeli produk elektronik di Blibli. Ia menyoroti layanan purna jual yang responsif. “Blibli after sales-nya bagus. Admin di DM selalu fast respon. Aku kebetulan sering beli di situ dan pernah beli HP juga,” tulisnya.

Advertisement

Testimoni ini memperlihatkan bahwa konsumen tidak lagi hanya mencari harga, tetapi juga layanan premium yang memberi rasa aman.

Kusumo menegaskan, Blibli akan tetap fokus pada inovasi berkelanjutan, memperdalam kemitraan, dan menyempurnakan layanan berbasis data. Tujuannya jelas: mengantisipasi kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Sementara itu, idEA mengingatkan bahwa premiumisasi bukan hanya tren sesaat, melainkan arah baru dalam belanja digital di Indonesia. Konsumen semakin matang, platform semakin kompetitif, dan brand dituntut beradaptasi.

Advertisement

Bagi UMKM, tantangan ini bisa menjadi peluang. Dengan meningkatkan kualitas, mereka bisa masuk ke kategori premium lokal yang punya daya tarik tersendiri.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.