CEO OpenAI Sam Altman mengaku bahwa model AI termutakhirnya GPT-5 memiliki kecerdasan setingkat PhD. Terutama dalam bidang pengodean.
Dalam acara peluncurannya, Sam Altman membandingkan model AI terbarunya tersebut dengan generasi pendahulunya. Menurutnya, jika GPT-3 terasa seperti berbicara dengan siswa SMA, GPT-4 terasa berbicara dengan mahasiswa, maka GPT-5 terasa seperti berbicara denga pakar tingkat PhD.
“GPT-5 adalah eprtama kalinya saya benar-benar merasa seperti berbicara dengan seorang pakar di suatu topik, layaknya pakar tingkat PhD,” ungkap Sam Altman yang dikutip dari BBC pada Senin (11/8).
Baca Juga
Advertisement
Menanggapi pernyataan Altman, Prof. Carissa Veliz dari Institure for Ethics in AI, GPT-5 tidak sepintar yang dipromosikan oleh Altman. Pasalnya, sistem ini hanya dapat meniru kemampuan penalaran manusia.
“Sistem ini, betapapun mengesankannya, belum mempu menghasilkan keuntungan yang sesungguhnya. Ada kekhawatiran kita perlu terus-menerus mempromosikannya atau gelembung ini bisa saja pecah, dan mungkin saja ini lebih merupakan upaya promosi,” kata Carissa.
Seorang pakar etika menyatakan peluncuran GPT-5 ini mampu memperkuat kesenjangan yang semakin besar antara kemampuan AI dan kemampuan kita untuk mengaturnya sesuai harapan publik.
Baca Juga
Advertisement
“Seiring dengan semakin canggihnya model-model ini, kebutuhan akan regulasi yang komprehensif pun menjadi semakin mendesak,” ungkap Direktur Institut Ada Lovelace Gaia Marcus.
Lebih lanjut, menurut Koresponden AI dari BBC yang bernama Marc Cieslak, GPT-5 ini sebenarnya menawarkan pengalaman yang sama dengan pendahulunya — pengguna dapat memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan dengan mengetikkan perintah teks. Meski, ia hadir dengan tampilan lebih baru.
“Teknologi GPT-5 ini didukung oleh model penalaran yang memungkinkannya berpikir lebih keras untuk memecahkan masalah. Namun, hal ini nampaknya seperti evolusi daripada revolusi bagi teknologi,” ungkap Marc.
Baca Juga
Advertisement
Chief Product Officer Getty Images Grant Farhall menyatakan penting untuk meneliti secara cermat bagaimana model AI dilatih. Sekaligus, memastikan bahwa pembuat konten diberi kompensasi jika karya mereka digunakan.
“Seiring konten AI menjadi semakin meyakinkan, kita perlu bertanya pada diri sendiri – apakah kita melindungi orang-orang dan kreativitas di balik apa yang kita lihat sehari-hari? Keaslian itu penting – tetapi tidak gratis,” kata Farhall.
GPT-5 resmi diluncurkan pada Kamis (7/8) dan tersedia untuk secara gratis untuk semua pengguna ChatGPT. Model AI memungkinkan ChatGPT menyelesaikan beragam tugas yang lebih kompleks seperti membuat aplikasi perangkat lunak, menavigasi kalender pengguna atau membuat ringkasan penelitian. Dengan model ini, nantinya chatbot akan lebih mudah digunakan.
Baca Juga
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.