Privy Perketat Keamanan Dokumen Lewat Kampanye #CekDuluBaruPercaya

Privy

Kesadaran masyarakat terhadap keabsahan dokumen elektronik menunjukkan peningkatan signifikan pada awal tahun 2026. Tercatat hampir 13 juta berkas telah melalui proses pengecekan keaslian menggunakan layanan tanda tangan digital. Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat laporan dari Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyebutkan adanya lebih dari 1.000 kasus upaya penipuan setiap harinya, yang mengancam kepercayaan di ekosistem digital.

Perluasan Akses Lewat Kampanye Edukasi

Sebagai bentuk komitmen dalam memerangi penipuan, kampanye #CekDuluBaruPercaya terus diperluas jangkauannya oleh Privy. Kini, proses verifikasi tidak hanya terbatas melalui situs web resmi saja, melainkan sudah terintegrasi ke dalam aplikasi perangkat bergerak. Inovasi ini memungkinkan masyarakat untuk memastikan validitas dokumen secara lebih praktis dan cepat kapan saja mereka membutuhkannya.

Fitur Verifikasi Instan dari Berbagai Platform

Kemudahan akses semakin ditingkatkan dengan kehadiran fitur “open with” yang terhubung langsung ke sistem Privy. Pengguna yang menerima dokumen melalui platform komunikasi seperti WhatsApp atau email dapat langsung melakukan pemeriksaan tanpa harus berpindah aplikasi secara manual. Integrasi ini bertujuan untuk meminimalisir hambatan teknis bagi masyarakat dalam membuktikan keaslian berkas digital yang mereka terima.

Advertisement

Peralatan Validasi Melampaui Penilaian Visual

CEO Privy, Marshall Pribadi, menekankan bahwa kewaspadaan saja tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan penggunaan alat verifikasi yang tepat. Menurutnya, dokumen digital tidak bisa hanya dinilai dari tampilannya secara visual, karena tanda tangan elektronik yang terlihat lengkap belum tentu valid. Privy hadir untuk menyediakan instrumen pembuktian yang dapat memberikan kepastian hukum hanya dalam hitungan detik.

Lonjakan Aktivitas Tanda Tangan Digital

Pertumbuhan penggunaan tanda tangan elektronik di platform ini mengalami kenaikan yang sangat drastis, yakni mencapai 250% secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Dengan total lebih dari 32 juta aktivitas penandatanganan dalam periode tersebut, terlihat adanya pergeseran perilaku masyarakat yang mulai beralih ke metode digital yang lebih aman. Secara kumulatif, sudah ada 159 juta dokumen yang diproses melalui sistem ini sejak awal berdirinya.

Tantangan Tanda Tangan Digital Palsu

Meski menunjukkan pertumbuhan positif, tantangan besar masih membayangi terkait praktik tanda tangan digital yang tidak sah, seperti metode pindai atau tempel gambar (copy-paste). Praktik semacam ini sangat rentan terhadap pemalsuan dan seringkali menyasar berbagai kalangan, mulai dari individu, pelaku UMKM, hingga korporasi besar. Modus penipuan yang kerap ditemui meliputi surat tawaran kerja palsu hingga dokumen pemesanan fiktif yang merugikan pelaku usaha.

Advertisement

Tiga Kategori Hasil Verifikasi Dokumen

Saat melakukan pengecekan, sistem akan memberikan salah satu dari tiga status validasi untuk memandu pengguna. Hasil pertama menyatakan dokumen tepercaya dengan riwayat penandatanganan yang lengkap. Hasil kedua menunjukkan tidak adanya tanda tangan tersertifikasi, sementara hasil ketiga memperingatkan bahwa dokumen tidak sepenuhnya tepercaya karena adanya indikasi perubahan data atau penggunaan sertifikat dari penyedia yang tidak resmi.

Jaminan Kerahasiaan dan Kepemimpinan Pasar

Dalam menjalankan fungsi verifikasi, Privy menjamin bahwa setiap dokumen yang diunggah tidak akan disimpan dalam sistem mereka demi menjaga privasi pengguna. Sebagai pemimpin layanan kepercayaan digital di Indonesia, perusahaan ini kini telah merangkul 71 juta pengguna individu dan lebih dari 200 ribu korporasi. Fokus ke depan tetap tertuju pada edukasi rutin agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan tanda tangan elektronik yang tersertifikasi secara resmi.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.