Pemblokiran TikTok Kembali Diperpanjang Hingga 90 Hari di AS

Tiktok
Foto: The Washington Post

Amerika Serikat dan China nampaknya telah mencapai kesepakatan kerangka kerja terkait kepemilikan TikTok yang dikendalikan oleh Amerika Serikat. Hal ini dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping melakukan panggilan telepon pada Jumat (12/9). 

Kesepakatan potensial aplikasi TikTok dengan Amerika Serikat ini telah melalui diskusi yang panjang dan alot. Setelah pertemuan dengan negosiator China di Mardid, Menteri Keuangan AS Scott Besssent menyatakan tenggat waktu yang sebelumnya diberikan hingga akhir 17 September mendorong negosiator untuk mencapai kesepakatan potensial. 

Scott menyatakan batas waktu tersebut dapat diperpanjang hingga 90 hari untuk memungkinkan kesepakatan ini dirampungkan. Akan tetapi, ia menolak membahas rincian terkait kesepakatan tersebut. 

Advertisement

Lebih lanjut, ia menyatakan ketika persyaratan komersial dari kesepakatan itu terungkap, hal ini akan melestarikan aspek budaya TikTok yang menjadi perhatian para negosiator China. 

“Mereka tertarik pada karakteristik China dari aplikasi ini, yang mereka anggap sebagai kekuatan lunak. Kami tidak peduli dengan karakteristik China. Kami peduli dengan kemanan nasional,” ungkap Scott kepada wartawan yang dikutip dari Reuters, Selasa (16/9). 

Ini merupakan kedua kalinya di tahun ini kedua belah pihak menyatakan hampir mencapai kesepakatan dengan China. Pengumuman sebelumnya pada bulan Maret tidak membuahkan hasil. 

Advertisement

Scott tak menyatakan apakah perusahaan induk ByteDance akan mengalihkan kendali atas teknologi dasar aplikasi tersebut kepada pembli AS yang tidak disebutkan namanya. Sementara itu, pejabata badan pengawas dunia maya China Wang Jingtao menyatakan kesepakatan ini dapat memberikan lisensi hak kekayaan intelektual, termasuk algoritma. 

Sebelumnya, sebuah perjanjian dari Kongres yang dikuasai Partai Republik, meloloskan undang-undang pada tahun 2024 yang mengharuskan divestasi karena kekhawatiran atas data pengguna TikTok di AS dapat diakses oleh Pemerintah China. Hal ini diduga memungkinkan Beijing untuk memata-matai warga Amerika atau melakukan operasi pengaruh melalui aplikasi tersebut. 

Namun, pemerintah Trump telah berulang kali menolak untuk memaksakan penutupan aplikasi. Ia memuji aplikasi tersebut karena telah membantunya memenangkan pemilu tahun lalu. 

Advertisement

Pertemuan AS-China di gedung barok milik Kementerian Luar Negeri Spanyol, Palacio de Santa Cruz, merupakan putaran pembicaraan dalam empat bulan untuk mengatasi hubungan perdagangan yang tegang serta batas waktu divestasi TikTok. 

Delegasi yang dipimpin oleh Scott dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng telah bertemu di kota-kota Eropa sejak bulan Mei. Guna mencoba menyelesaikan perang dagang yang telah mengakibatkan kenaikan tarif.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.