Grab Rilis Panduan Kemasan Ramah Lingkungan untuk Merchant

Grab

Grab Indonesia secara resmi memperkenalkan Sustainable Packaging Playbook atau Panduan Transisi Kemasan Berkelanjutan yang ditujukan bagi para mitra merchant GrabFood. Inisiatif yang dikembangkan bersama WRI Indonesia dan Bestari Sustainability ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam mendukung agenda hijau pemerintah. Melalui panduan ini, Grab menargetkan pencapaian ambisius yaitu “Nol Sampah Kemasan di Alam” pada tahun 2040 mendatang.

​Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan penggunaan plastik sekali pakai akibat pesatnya pertumbuhan layanan pesan-antar makanan dan belanja daring. Berdasarkan data riset, satu kali transaksi berpotensi menghasilkan sekitar 50 gram sampah plastik. Jika diproyeksikan dalam skala besar, akumulasi sampah dari ratusan toko dapat mencapai puluhan ribu kilogram per tahun, sehingga diperlukan intervensi teknologi dan edukasi untuk menekan angka tersebut.

​Peluncuran panduan ini juga bertepatan dengan momentum Hari Peduli Sampah Nasional 2026 sebagai titik awal perubahan perilaku pelaku usaha. Inisiatif ini selaras dengan regulasi pemerintah yang menargetkan penghapusan total berbagai jenis plastik sekali pakai, seperti sedotan dan styrofoam, pada tahun 2030. Grab berupaya menjembatani kesenjangan antara kebijakan pemerintah dan kesiapan operasional para mitra usahanya di lapangan.

Advertisement

​Edukasi tersebut diperkenalkan secara perdana dalam forum kolaboratif bertajuk Teras Perwira yang dihadiri oleh ratusan mitra merchant dan pemangku kepentingan terkait. Selain sebagai ruang dialog, acara ini menjadi wadah pertemuan antara pemilik bisnis kuliner dengan penyedia solusi kemasan ramah lingkungan. Kehadiran perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan dukungan otoritas terhadap upaya transformasi ekonomi sirkular ini.

​Pada tahap awal, implementasi program difokuskan pada kegiatan sosialisasi serta edukasi melalui materi buku dan video instruksional. Grab juga telah memulai fase uji coba dengan melibatkan sejumlah mitra merchant pilihan yang sudah bersedia beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan. Pendekatan kolaboratif ini dianggap sebagai kunci utama agar transisi menuju kemasan berkelanjutan dapat berjalan secara terukur dan berdampak luas.

​CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menekankan bahwa perusahaan berkomitmen mendampingi setiap mitra selama proses transisi yang bersifat inklusif ini. Grab ingin memastikan bahwa kesadaran lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab korporasi besar, melainkan juga menjadi identitas bagi usaha kecil dan menengah di seluruh Indonesia. Pendampingan ini diharapkan mempermudah pelaku usaha dalam memahami jenis material baru yang lebih aman bagi alam.

Advertisement

​Dampak positif mulai dirasakan oleh para pengusaha kuliner yang telah melakukan transisi dini, salah satunya adalah peningkatan kepercayaan pelanggan. Penggunaan material daur ulang terbukti tidak menurunkan standar kualitas maupun kebersihan produk yang dikirimkan. Testimoni dari pelaku usaha menunjukkan bahwa panduan ini sangat membantu mereka dalam memilih opsi kemasan yang tepat dan bertransisi secara bertahap tanpa mengganggu arus kas bisnis.

​Selain berfokus pada mitra merchant, Grab juga mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi melalui fitur GrabExpress Recycle. Layanan ini memudahkan konsumen untuk mengirimkan sampah kemasan, seperti kardus dan botol plastik, ke lokasi daur ulang terdekat. Melalui integrasi teknologi dan kolaborasi multisektor, Grab optimistis dapat mewujudkan ekosistem bisnis yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.

Jurnalis teknologi dan gadget sejak 2005. Mulai dari Majalah Digicom, pernah di Tabloid Ponselku, pendiri techno.okezone.com, 5 tahun di Viva.co.id, 2 tahun di Uzone.id. Pernah bikin majalah digital Klik Magazine, sempat di perusahaan VAS Celltick Technologies. Sekarang jadi founder Gadgetdiva.id, bantuin Indotelko.com dan Gizmologi.id. Supermom dengan 2 orang superkids.