VIDA Ungkap 7 Tips Aman Berkurban Digital Saat Idul Adha 2026

Vida

Menjelang perayaan Idul Adha 2026, tren berkurban secara digital terus mengalami peningkatan. Kini, masyarakat dapat menyalurkan hewan kurban dengan lebih mudah melalui berbagai platform online tanpa harus datang langsung ke lokasi penyedia layanan. Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman penipuan digital juga semakin meningkat dan semakin canggih.

Melihat kondisi tersebut, perusahaan penyedia identitas digital dan solusi pencegahan penipuan, VIDA, membagikan sejumlah tips keamanan bagi masyarakat yang ingin berkurban melalui platform digital. Langkah ini dilakukan untuk membantu pengguna terhindar dari berbagai modus kejahatan siber yang kerap muncul saat aktivitas transaksi online meningkat menjelang hari raya.

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan bahwa kewaspadaan pengguna menjadi salah satu faktor terpenting dalam mencegah penipuan digital.

Advertisement

Menurutnya, masyarakat perlu lebih teliti saat melakukan transaksi dan tidak mudah tergoda untuk mengklik tautan yang mencurigakan.

“Penting untuk lebih cermat memeriksa setiap transaksi dan tidak terburu-buru mengklik tautan yang mencurigakan. Kewaspadaan sederhana dapat menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari penipuan digital, khususnya dalam transaksi kurban online,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat.

Ancaman Penipuan Digital Semakin Kompleks

Seiring meningkatnya adopsi layanan digital, para pelaku kejahatan siber juga terus mengembangkan berbagai metode baru untuk melancarkan aksinya. Tidak lagi hanya mengandalkan satu teknik, kini penipu sering menggabungkan beberapa metode sekaligus dalam satu serangan.

Advertisement

Berdasarkan data Whitepaper VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook, serangan penipuan digital saat ini semakin terorganisasi dan berkembang dengan cepat. Para pelaku memanfaatkan teknologi canggih seperti deepfake, teknik manipulasi psikologis atau social engineering, hingga pengambilalihan akun atau account takeover untuk mendapatkan akses terhadap data dan aset korban.

Kondisi tersebut menciptakan lebih banyak titik rawan dalam aktivitas digital masyarakat. Akibatnya, transaksi yang terlihat aman sekalipun berpotensi menjadi sasaran kejahatan apabila pengguna tidak berhati-hati.

Tidak terkecuali dalam aktivitas berkurban secara online yang biasanya mengalami lonjakan transaksi menjelang Idul Adha.

Advertisement

Pastikan Memilih Platform Kurban yang Terpercaya

Salah satu langkah utama yang disarankan VIDA adalah memastikan bahwa transaksi dilakukan melalui lembaga atau platform kurban yang memiliki identitas jelas dan reputasi yang baik.

Masyarakat dianjurkan untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap legalitas lembaga, alamat resmi, hingga rekam jejak layanan sebelum melakukan pembayaran. Selain itu, pengguna juga perlu memanfaatkan kanal resmi yang disediakan oleh penyelenggara kurban.

Di sisi lain, calon pekurban juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penawaran yang tampak terlalu menggiurkan.

Advertisement

Jika menemukan harga hewan kurban yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar pada umumnya, masyarakat sebaiknya melakukan verifikasi tambahan sebelum melakukan transaksi. Pasalnya, harga yang tidak wajar sering kali digunakan sebagai umpan untuk menarik perhatian calon korban.

Jangan Asal Klik Tautan Mencurigakan

VIDA juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuka tautan atau dokumen yang dikirimkan oleh pihak yang tidak dikenal.

Serangan phishing masih menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan oleh pelaku kejahatan siber. Biasanya, korban akan diarahkan ke situs palsu yang menyerupai platform resmi untuk mencuri informasi penting seperti kata sandi, nomor rekening, atau data identitas pribadi.

Advertisement

Selain itu, tautan berbahaya juga dapat menjadi sarana penyebaran malware yang mampu menginfeksi perangkat pengguna tanpa disadari.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa alamat situs secara teliti sebelum memasukkan informasi pribadi maupun melakukan pembayaran.

Jangan Pernah Membagikan Kode OTP

Tips berikutnya yang tidak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan kode OTP (One-Time Password) dan data pribadi sensitif lainnya.

Advertisement

Menurut VIDA, tidak ada lembaga resmi yang meminta pengguna membagikan kode OTP untuk proses transaksi. Karena itu, apabila ada pihak yang mengaku sebagai penyelenggara kurban dan meminta kode tersebut, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kode OTP merupakan lapisan keamanan penting yang digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna. Jika informasi ini jatuh ke tangan yang salah, pelaku dapat mengambil alih akun korban dan melakukan berbagai tindakan yang merugikan.

Penyedia Layanan Kurban Juga Perlu Waspada

Risiko penipuan digital ternyata tidak hanya mengancam pihak pembeli atau pekurban. Penyedia layanan kurban juga berpotensi menjadi target berbagai modus kejahatan digital.

Advertisement

Karena itu, VIDA mengimbau para penyelenggara kurban untuk lebih teliti dalam melakukan verifikasi pembayaran. Setiap bukti transfer yang diterima perlu diperiksa secara menyeluruh, dan dana harus dipastikan benar-benar masuk ke rekening sebelum transaksi diproses lebih lanjut.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi penipuan yang memanfaatkan bukti pembayaran palsu atau manipulasi transaksi digital.

“Risiko penipuan tidak hanya mengintai pembeli, tetapi juga penyedia layanan kurban. Karena itu, penyedia kurban perlu lebih teliti dalam memverifikasi setiap bukti pembayaran dan memastikan dana benar-benar telah masuk ke rekening sebelum transaksi diproses,” jelas Niki.

Advertisement

Teknologi Keamanan Adaptif Jadi Kebutuhan Utama

Meningkatnya aktivitas digital selama periode Idul Adha membuat kebutuhan akan sistem perlindungan yang adaptif semakin penting. Seiring berkembangnya modus kejahatan siber, teknologi keamanan juga harus mampu mengikuti pola ancaman yang terus berubah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, VIDA menghadirkan inovasi keamanan terbaru bernama ID FraudShield. Solusi ini dirancang untuk membantu platform digital mendeteksi pola penipuan secara lebih komprehensif.

Teknologi tersebut mampu mengidentifikasi berbagai risiko, termasuk ketika pelaku telah memperoleh foto identitas pengguna, mengakses kode OTP, hingga mengambil alih perangkat korban.

Advertisement

Dengan kombinasi antara teknologi keamanan yang kuat dan kesadaran pengguna yang tinggi, transaksi kurban online diharapkan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman. Di tengah meningkatnya popularitas layanan digital, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban tanpa khawatir menjadi korban penipuan siber.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.